Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Catatan yang Kamu Tulis Untukku


__ADS_3

“Ohhh..., aku ucapakan selamat untuk kalian berdua!” kata Kirana dengan sepenuh hatinya,


“Kakak!, jangan lupa datang ya...., ayah mengundang untuk makan malam akhir minggu ini!” kata Lisa tersenyum kepada Kirana sambil masih menggandeng tangan Haris,


“Iya.., nanti akan aku pikirkan lagi...!” kata Kirana mencoba menolak undangan Lisa secara halus,


“Kak aku berharap kamu akan datang!” kata Lisa mencoba membujuk Kirana agar datang,


“Iya, akan aku usahakan Lisa...” kata Kirana dengan senyum kecil di wajahnya.


Haris Permana yang melihat senyuman kecil di wajah cantik Qia Kirana tenggelam dalam lamunan.


Dalam hati Haris “Andai dia adalah wanita yang akan aku nikahi...!, andai dia belum pernah disentuh oleh laki-laki lain!” sambil mengepalkan tangan karena sedikit kesal.


Lisa Rahardian menyadari jika Haris masih memiliki perasaan terhadap Qia Kirana.


“Kak Haris! Ayo kita belanja pakaian untukku kenakan akhir minggu ini!” kata Lisa menggoyangkan tangan menyadarkan Haris yang berada dalam lamunan,


“Ohhh iya! Ayo!” jawab Haris menanggapi ajakan Lisa padanya,


“Jika tidak ada lagi.., aku akan pergi makan siang karena waktu makan siang hampir berakhir” kata Kirana sambil melangkah melewati Lisa dan Haris dan menuju kamar ganti karyawan.


Ketika Qia Kirana sampai di kamar ganti, terlihat Syifa yang masih menunggunya.


“Kirana dia..., apa dia adikmu?” kata Syifa bertanya pada Kirana dengan sedikit enggan,


“Hmmmm..., adik beda ibu dan satu ayah” jawab Kirana mengangguk dan memberitahukan identitas Lisa pada Syifa,


“Ohhhh... Ayo kita makan! Jika tidak waktu makan siang akan berakhir” kata Syifa mengalihkan pembicaraan dan mengajak Kirana makan siang.


Setelah selesai makan siang bersama Syifa, Qia Kirana kembali bekerja. Saat pekerjaannya hampir selesai Ali Keenan menelponnya.


Kring...Kring...Kring...


“Halo direktur Li!” kata Kirana yang menghentikan pekerjaannya dan menerima panggilan dari Keenan,


“Apa pekerjaannya sudah selesai?” kata Keenan bertanya dengan lembut pada Kirana dibalik telpon,


“Sedikit lagi direktur Li!, ada apa direktur Li?” kata Kirana menjawab Keenan dengan ramah,


“Tidak ada!, jika sudah selesai aku menunggumu di lobby ya!” kata Keenan tanpa basa basi memberitahukan Kirana bahwa dirinya menunggu,


“Baik direktur Li!” kata Kirana sambil sedikit bingung.


Ali Keenan kemudian menutup telponnya.


Dalam hati Kirana “Kenapa dia ada di lobby?” sambil melanjutkan pekerjaannya.


Setelah Qia Kirana selesai bekerja, dia mencari sosok Ali Keenan di lobby.


Qia Kirana mendapat pesan dari Ali Keenan.

__ADS_1


‘Aku menyimpan sesuatu di meja resepsionis’


Qia Kirana pergi ke bagian resepsionis, dan menemukan sebuah catatan.


‘Mungkin takdir mempertemukan kita lagi..., aku berharap sekarang aku tidak melewatkanmu, dari KN’


“Jadi itu dia..., yang memberiku bunga terakhir kali!” kata Kirana berbicara pada dirinya sendiri dengan suara pelan.


Kemudian Ali Keenan menghampiri Qia Kirana yang masih fokus melihat catatan darinya. Ali Keenan memberikan buket bunga untuk Qia Kirana.


“Ini untukmu Qia!” kata Keenan memberikan bunga pada Kirana,


“Ini..., kenapa direktur Li tiba-tiba memberikan bunga?” kata Kirana bingung melihat sikap Keenan,


“Aku hanya sekedar membeli saja!” kata Keenan dengan wajah datar,


“Teriamaksih direktur Li!” kata Kirana menerima bunga dari Keenan.


Disaat yang sama Rafka Gavin, Lisa Rahardian dan juga Haris Permana melihat hal itu.


“Dia lagi...!” kata Rafka yang terhenti untuk mencari Kirana di hotel,


“Kirana dan direktur Li?” kata Haris dengan suara pelan,


Dalam hari Lisa “Kenapa si rubah penggoda begitu beruntung, setelah Rafka dan sekarang Ali Keenan!!!!” dengan mengepalkan tangannya.


Ali Keenan tahu jika Rafka, Haris dan Lisa memperhatikannya. Ali Keenan dengan segera mengajak Qia Kirana untuk pulang bersamanya.


“Apakah hari ini terjadi sesuatu?” tanya Keenan menyadarkan Kirana dari lamunannya,


“Maaf direktur Li!, aku malah asik melamunkan masalahku sendiri...” kata Kirana merasa tidak enak pada Keenan yang selalu memperhatikannya,


“Salahkan aku karena begitu mencintaimu” kata Keenan dengan suara pelan sambil terus menyetir tapi masih terdengar samar oleh Kirana.


Qia Kirana kaget dengan pernyataan Ali Keenan padanya, meskipun dia mendengar dengan samar-samar tapi dia tahu apa yang disampaikan Ali Keenan padanya.


“Tadi..., Lisa datang padaku dan mengundang makan malam untuk membicarakan pertunangannya dengan Haris” kata Kirana dengan gugup menceritakan yang terjadi padanya tadi,


“Lalu?” kata Keenan penasaran dan sesekali menengok ke arah Kirana,


“Lalu aku tidak ingin datang, menurut direktur Li apa aku harus datang atau tidak?” kata Kirana meminta pendapat kepada Ali Keenan dengan sedikit enggan,


“Tentu harus datang!, aku tahu pasti berat..., tapi semua masalah harus dihadapi jangan lari, mengerti?” kata Keenan sambil mengusap kepala Kirana,


“Iya, tapi...” kata Kirana ragu dan tidak melanjutkan perkataannya,


“Tenang ada aku disini!” kata Keenan meyakinkan Kirana bahwa dia pasti akan melindungi Kirana.


Qia Kirana terkejut dan menatap Ali Keenan.


Sesampainya di apartemen, Qia Kirana langsung menemani anak-anaknya. Ali Keenan tersenyum dan merasa kehangatan yang berbeda dari kehadiran Qia Kirana dan kedua anak kembar itu.

__ADS_1


Saat makan malam Qia Kirana memasak banyak makanan, dia ingin berterimakasih pada Ali Keenan. Saat makan malam Qia Kirana mengucapkan terimakasih lagi pada Ali Keenan dan melayaninya makan malam.


Ali Keenan merasa terkejut dengan sikap Qia Kirana yang melayaninya hingga makan malam berakhir. Entah apalagi kejutan yang akan diperlihatkan Qia Kirana pada Ali Keenan, dia sangat menantikannya.


~ hasi saat makan malam ~


Ali Keenan sengaja membungkus pakaian eksklusif milik perusahaan untuk diberikan pada Qia Kirana.


Qia Kirana pagi itu akan pergi untuk membeli baju Aileen dan Ailaa, dia tidak mungkin membiarkan Aileen dan Ailaa memakai baju seadanya.


“Qia! Kamu mau kemana?” tanya Keenan pada Kirana yang menyembunyikan kotak hadiah di belakang punggungnya,


“Ohhh..., aku akan pergi membeli baju” jawab Kirana menjawab Keenan sambil menuntun Aileen dan Ailaa,


“Paman...!, paman akan ikut?” tanya Aileen dengan senang mendekati Keenan,


“Iya, Qia kamu akan beli baju untuk siapa?” tanya Keenan dengan sedikit ragu takutnya dia tidak sempat memberikan baju untuk Kirana,


“Aku akan membeli baju untuk mereka” kata Kirana mengajak Ailaa untuk tidak merepotkan Keenan ikut,


“Aku akan antar..!” kata Keenan menawarkan dirinya,


“Ye... ye... ye...! paman ikut!” kata Ailaa senang.


Di perjalanan Qia Kirana melihat kesekitar jalan, dan merasa jika ini bukan jalan ke toko baju anak-anak.


“Direktur Li?, ini...., bukankah kita akan membeli baju?” tanya Kirana bingung dan menatap Keenan,


“Iya kita akan membeli baju..., sebentar lagi kita sampai” kata Keenan pada Kirana dengan masih terus fokus mengemudi,


“Tapi jalan tempat aku membeli baju bukan kesini!” kata Kirana menyangkal bahwa Keenan salah jalan,


“Sudah kamu tinggal duduk manis, dan serahkan semuanya padaku!” kata Keenan pada Kirana,


Aileen yang mendengar itu langsung berkata “Dasar tuan kaku!” dengan suara yang sangat pelan,


“Kak.., kak..!” panggil Ailaa pada kakaknya,


“Alangkah baiknya jika paman Keenan menjadi ayah kita, kan?” kata Ailaa bertanya pada kakaknya,


“Hmmm... dia...?” kata Aileen mempertanyakan Keenan pada adiknya.


Hai para pembaca setia Jade Sign of Love ^_^


Gimana nih sejauh ini masih penasaran dengan kelanjutannya, kira-kira apakah Ali Keenan bakalan berhasil mendapatkan hati Qia Kirana?


Menurut kalian kejutan apa yang akan dibuat Ali Keenan untuk ngasihin bajunya ke Kirana?


Nantikan terus ya...


Ohhh iya jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiah untuk terus mendukung author ya ^_^

__ADS_1


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2