
“Iya paman Keenan kak!” kata Ailaa menegaskan pada kakaknya,
“Akan aku mempertimbangkannya” kata Aileen dengan nada yang seolah-olah dewasa di depan adiknya,
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Kirana pada kedua anaknnya,
“Tidak ada bu, hanya mengobrol mau beli baju yang seperti apa dengan kakak, ya kan?” kata Ailaa menyenggol kakaknya memberi isyarat supaya bekerjasama,
“Ohhh iya bu, dia terlalu senang karena membeli baju” kata Aileen berusaha bekerjasama dengan adiknya.
Sesampainya mereka dia Cihampelas Walk, Ali Keenan memarkirkan mobil dan kemudian keluar dari mobil.
“Kita sudah sampai!” kata Keenan sambil membukakan pintu untuk Qia Kirana,
Kemudian Ali Keenan membukakan pintu untuk Aileen dan Ailaa.
Qia Kirana, Aileen dan Ailaa dibawa ke toko baju anak-anak oleh Ali Keenan. Ali Keenan memilihkan baju yang cocok untuk Aileen, lengkap dari baju dan sepatu.
Qia Kirana memilihkan baju yang cocok juga untuk Ailaa, dan Ailaa memilih sepatu pilihannya sendiri.
Setelah itu, Ali Keenan juga membeli beberapa pasang baju, sandal dan sepatu yang cukup banyak untuk Aileen dan Ailaa. Kemudian Ali Keenan menelpon Ben untuk membawa mobilnya yang lain. Ali Keenan meminta Ben untuk membawa belanjaan dan beberapa set pakaian juga perhiasan sebagai hadiah pada makan malam nanti.
Qia Kirana meminta Ali Keenan untuk cepat-cepat pergi dari mall, dia merasa Ali Keenan sudah berbelanja cukup banyak. Ali Keenan begitu menuruti Qia Kirana, Aileen yang melihat itu menatap Ali Keenan dan meledeknya dengan gerakan bibir ‘Tuan Kaku’.
Ali Keenan tersenyum melihat apa yang diisyaratkan padanya oleh Aileen. Ali Keenan, Qia Kirana dan kedua anaknya berjalan ke arah parkiran.
“Aku masih ada satu hal yang ingin aku berikan!” kata Keenan berhenti dari langkahnya dan membalikan badan melihat Kirana,
“Bukankah ini.... ini sudah terlalu banyak direktur Li?” kata Kirana sudah merasa tidak dapat lagi menerima apapun dari Keenan,
“Tunggu..., ini yang terakhir untuk hari ini!” kata Keenan sambil berjalan ke belakang mobilnya,
Ali Keenan membuka bagasi belakang mobilnya dan mengambil kotak kado yang besar kemudian melangkah ke arah Qia Kirana.
“Ini..., aku tahu ini hanya makan malam, tapi aku ingin kamu mengenakannya!” kata Keenan memberikan kotak kado yang cukup besar pada Kirana,
“Terimakasih direktur Li!, tapi aku... bagaimana cara membalasnya?” kata Kirana menerima kadonya,
“Aku bahagia melihat kamu mengenakannya..., bukankah dengan begitu kamu menyukai apa yang aku berikan?” kata Keenan membuat Kirana sudah tidak dapat berkata-kata lagi.
Qia Kirana mengganti pakaiannya dengan pakaian yang dipilihkan oleh Ali Keenan.
__ADS_1
Disaat yang sama Ben datang dengan mobil milik Pajero milik Ali Keenan, dia kemudian memasukkan semua belanjaan ke dalam mobil.
“Apa kamu membawa barang yang aku pinta?” kata Keenan pada Ben bertanya seolah mengingatkannya,
“Tentu direktur Li!” kata Ben dengan sigap.
Tiba-tiba Qia Kirana datang dengan gaun berwarna biru dongker yang Ali Keenan pilihkan berpadu kalung dan anting rubi dengan desain sederhana.
Ali Keenan, Ben, Aileen dan Ailaa menatap Qia Kirana dengan terkagum-kagum. Bahkan orang-orang disekitar melihat Qia Kirana dengan memandang dia dari atas ke bawah, seolah-olah mengagumi kecantikannya.
Ali Keenan dengan segera menyuruh Ben untuk masuk ke mobil dan segera berangkat. Ali Keenan tidak ingin Ben terus memandangi Qia Kirana, di dalam hatinya ada perasaan aneh yang membuatnya agak sedikit kesal pada Ben.
“Ayo kita berangkat Qia!” kata Keenan mempersilahkan Kirana untuk masuk kedalam mobil,
“Kalian juga putri dan pageran kecil ayo kita berangkat!” kata Keenan sambil tersenyum ke arah Aileen,
Aileen memberikan setengah senyumnya pada Ali Keenan, sedangkan Ailaa sangat senang dipuji oleh Ali Keenan.
Sesampainya di kediaman Rahardian, pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Ali Keenan, Qia Kirana dan kedua anaknya masuk.
“Nona!, tuan sudah menunggu di ruang makan!” kata pelayan yang mempersilahkan mereka masuk,
Qia Kirana merasa aneh ketika dia sampai di ruang makan semua orang langsung berdiri menyambutnya. Ternyata yang mereka sambut bukan Qia Kirana tapi Ali Keenan.
Evan Rahardian awalnya tidak tahu jika Ali Keenan akan datang, dan lebih tidak menyangka jika Ali Keenan menuntun anak Qia Kirana.
“Direktur Li!, saya tidak tahu jika anda akan datang...” kata Evan dengan sedikit gugup,
“Tidak perlu sungkan direktur Li!, silahkan duduk!” kata Riska mempersilahkan Keenan untuk duduk dikursi miliknya,
Dalam hati Riska “Jadi ini Ali Keenan direktur perusahaan pakaian dan perhiasan ternama! Bagus... bagus...! dia lebih cocok dengan Lisa dibangdingkan dengan...” sambil melihat ke arah Keenan dan kemudian ke arah Kirana.
Ali Keenan melihat jika Qia Kirana duduk disebrang Riska, dia malah duduk di samping Aileen dan Ailaa mengikuti Qia Kirana.
Riska yang melihat hal itu kesal tapi berusaha tetap untuk menenangkan dirinya.
Haris dan keluarga Permana melihat ke arah Qia Kirana yang begitu cantik dengan balutan gaun yang dikenakannya.
Riska dan Lisa menyadari akan hal itu, mereka kesal karena Qia Kirana selalu merebut semua perhatian.
Saat makan malam berlangsung terlihat jika Riska membedakan antara Qia Kirana dan Lisa Rahardian. Evan Rahardian yang mengetahui hal itu hanya diam saja dan meneruskan makan malamnya.
__ADS_1
Bahkan Riska terus memuji Lisa di depan Ali Keenan, kemudian memuji Haris dan seolah-olah ingin mencuri perhatian Ali Keenan.
Ali Keenan awalnya tidak menghiraukannya, dia hanya mempedulikan Aileen dan Ailaa untuk makan beberapa menu yang tidak pedas dan aman untuk di makan.
“Direktur Li begitu peduli dengan kedua anak yang tidak jelas siapa ayahnya..., dan juga peduli terhadap wanita seperti...” kata Riska melihat ke arah Aileen, Ailaa dan kemudian pada Kirana,
“Siapa yang anda maksud anak yang tidak jelas ayahnya?” kata Keenan sedikit meninggikan suaranya dan langsung menolah dengan tatapan sinisnya,
“Siapa lagi kalau bukan anak yang sedang direktur Li beri makan?!” kata Riska dengan nada sedikit menghina,
“Cukup...!” kata Kirana dan Keenan berbarengan,
“Nyonya Rahardian yang terhormat..., bukan seharusnya aku menyebut kalian semuanya.., jadi keluarga Rahardian” kata Keenan menyebutkan Evan, Riska, dan Lisa dengan sedikit menekan,
“Kalian boleh saja menyebutkan keburukan orang lain..., tapi kalian tidak berhak menghina wanitaku!” kata Keenan sambil sedikit mengatur napasnya karena tidak ingin meluapkan emosi,
Semua orang yang makan malam melihat ke arah Ali Keenan, dan kaget dengan pernyataan yang dilontarkan.
“Awalnya aku datang kesini bermaksud baik untuk memberikan restu pada adik dari orang yang aku cintai...” kata Keenan berdiri dan memberikan isyaratkan pada Ben untuk mengambil hadiah yang telah disiapkannya,
Ben memberikan hadiah itu pada Ali Keenan, kemudian dengan cepat disimpannya di atas meja makan oleh Ali Keenan sampai berbunyi ‘brug’.
Qia Kirana kaget karena ucapan sekaligus pernyataan Ali Keenan padanya.
“Jangan memandang aku seperti itu!, aku bukan orang terhormat yang harus kalian sambut...” kata Keenan sambil sedikit menghinakan dirinya sendiri,
“Jika aku tidak datang hari ini apa kalian akan menyambut kedatangan Kirana?!!!!!” kata Keenan sambil meninggikan suaranya karena marah.
Hai para pembaca setia Jade Sign of Love ^_^
Gimana nih sejauh ini masih penasaran dengan kelanjutannya, kira-kira apakah Ali Keenan bakalan berhasil mendapatkan hati Qia Kirana?
Ada pepatah mengatakan orang yang tenang seperti air yang tenang..., hati-hati air yang tenang tandanya memiliki kedalaman yang membahayakan
Sekalinya marah.... boooommmm ‘meledak’
Nantikan terus ya...
Ohhh iya jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiah untuk terus mendukung author ya ^_^
...~ Bersambung... ~...
__ADS_1