Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Kita Tidak Cocok


__ADS_3

Keesokan harinya Qia Kirana berangkat kerja seperti biasanya, disaat yang sama Aileen tahu bahwa Ali Keenan mencari informasi mengenai Rafka Gavin.


Aileen mengirimkan dokumen informasi mengenai Rafka Gavin ke email Ben tanpa disertai pengirim.


Ben melaporkan kepada Ali Keenan, bahwa dia mendapat email mengenai informasi Rafka Gavin tanpa pengirim.


“Direktur Li, disini tertulis bahwa laki-laki yang bersama nona Qia Kirana bernama Rafka Gavin” kata Ben,


“Rafka Gavin lahir di kota Cimahi dari keluarga yang cukup terpandang, memiliki keahlian beladiri dan telah berteman dengan nona Qia Kirana dari kecil, lalu...” kata Ben dengan kalimat yang menggantung,


“Lalu?” tanya Ali Keenan penasaran,


“Disini juga dituliskan Rafka Gavin bermaksud melamar nona Qia Kirana, tapi masih belum mendapatkan jawaban” jelas Ben dengan nada suara yang sedikit rendah,


“Tunggu...!!!, apakah info ini bisa dipercaya?” tanya Ali Keenan tidak percaya,


“Entahlah direktur Li, lagi pula belum tentu nona Qia Kirana menerimanya..., tapi...” kata Ben menjawab dengan ragu,


“Tapi apa?” tanya Ali Keenan,


“Tapi jika informasi ini benar, dia adalah saingan cinta terberat anda saat ini” jelas Ben menambahkan dengan nada pelan,


“Maka dari itu, dari pada terus mengira-ngira aku akan menemui Qia Kirana” kata Ali Keenan, kemudian dalam hati berkata “Aku akan mengungkapkan bahwa aku adalah laki-laki 6 tahun lalu yang bersamanya malam itu”.


Ali Keenan bergegas menyelesaikan semua pekerjaan kantornya, dan meminta Ben untuk membatalkan semua pekerjaan malam itu.


Di tempat Qia Kirana bekerja, Rafka Gavin menghubunginya.


Kring...kring...kring...


“Kirana apakah pekerjaanmu telah selesai?” tanya Rafka Gavin,


“Mungkin hari ini aku akan pulang terlambat..” jawab Qia Kirana,


“Baiklah! Aku akan menjemputmu setelah kamu selesai bekerja” kata Rafka Gavin,


“Iya.., aku mungkin pulang jam 7 malam” jelas Qia Kirana,


“Oke.., aku akan menjemputmu” kata Rafka Gavin mengakhiri pembicaraan di telpon.


Sore itu Ali Keenan datang ke hotel tempat Qia Kirana bekerja, dia bertanya pada karyawan hotel.


“Maaf apakah nona mengenal Qia Kirana?” tanya Ali Keenan,


“Qia Kirana yang bagian service room ya?” jawab salah satu karyawan hotel,

__ADS_1


“Iya, nona mengenalnya?” tanya Ali Keenan dengan sopan,


Karyawan itu mengangguk dan dalam hati berkata “Astaga laki-laki segagah dan setampan ini mencari Qia Kirana yang kerjaannya sering cuti itu!!!, mungkin ada sesuatu diantara mereka..., astaga orang tidak dapat dilihat dari tampangnya pasti Qia Kirana memiliki hubungan gelap...!”.


“Dia masih bekerja” kata karyawan hotel dengan wajah datar,


“Terimakasih” kata Ali Keenan.


Ali Keenan menunggu Qia Kirana lumayan lama, dan akhirnya Qia Kirana keluar.


“Qia!” panggil Ali Keenan pada Qia Kirana,


Qia Kirana melihat kearah orang yang memanggilnya, dan ternyata itu adalah Ali Keenan. Hati Qia Kirana mulai merasakan sesuatu yang berbeda ketika dia melihat Ali Keenan, apalagi setelah beberapa hari tidak bertemu.


“Ada yang perlu saya bantu direktur Li..?” tanya Qia Kirana setelah menghampiri Ali Keenan,


“Bisakah kita berbicara di suatu tempat?” tawar Ali Keenan,


“Baik direktur Li!” jawab Qia Kirana sambil berjalan mengikuti Ali Keenan,


Ali Keenan berhenti didekat mobilnya yang tidak jauh terparkir didepan hotel.


“Aku pernah mencarimu, dan kamu sedang pulang ke rumahmu, benar?” tanya Ali Keenan,


“Iya direktur Li, benar” kata Qia Kirana,


Dalam hati Qia Kirana “Apakah yang dimaksud direktur Li adalah Rafka Gavin, tapi kenapa dia menanyakan Rafka Gavin?” bertanya-tanya.


“Maksud direktur Li apakah Rafka Gavin?” tanya Qia Kirana,


“Iya, apakah benar dia melamarmu?” tanya Ali Keenan serius,


Qia Kirana terdiam dengan pertanyaan Ali Keenan, dan menundukan kepalanya.


Dalam hati Ali Keenan “Sepertinya informasi itu benar adanya”.


“Jika aku memberitahukanmu sesuatu tentang perasaanku apakah keputusanmu akan berubah?” tanya Ali Keenan dengan wajah serius pada Qia Kirana,


Dalam hati Qia Kirana “Apakah dia akan menyatakan perasaannya?, tapi aku masih belum bisa menghadapinya.., dan juga kita berdua berasal dari dua dunia yang berbeda.., banyak wanita yang lebih baik diluar sana.., sadar Qia Kirana kalian berdua tidak cocok!” meyakinkan dirinya.


Tiba-tiba Rafka Gavin turun dari mobilnya dan melihat Qia Kirana sedang bersama seorang pria, dia menghampiri Qia Kirana untuk mengajaknya pulang.


“Kirana!” kata Rafka Gavin memanggil Qia Kirana,


Rafka Gavin melihat wajah Qia Kirana yang penuh dengan pemikiran, kemudian menatap Ali Keenan.

__ADS_1


“Dia?” tanya Rafka Gavin,


“Perkenalkan namaku Ali Keenan, direktur perusahaan Li Group” kata Ali Keenan memperkenalkan diri,


“Aku Rafka Gavin teman masa kecil Qia Kirana...” kata Rafka Gavin dengan kalimat terpotong,


“Dia adalah calon tunanganku direktur Li” jawab Qia Kirana menyambung kalimat dengan cepat, sambil pergi bersama Rafka Gavin.


Hati Ali Keenan hancur seketika mendengar perkataan Qia Kirana, perasaannya bercampur aduk dan seketika hilang arah pandang.


Dalam hati Ali Keenan “Aku kira kita memang ditakdirkan seperti tulisan pada giok biru yang aku berikan.., setidaknya kenali aku yang pernah menghabiskan malam bersamamu 6 tahun lalu".


Ali Keenan yang tidak pernah datang ke pub, malam ini langkah kakinya membawa dia ketempat itu.


Ali Keenan memesan minuman paling manis dan memabukkan seperti pertemuannya dengan Qia Kirana, kemudian dia memesan minuman paling pahit dan sedikit pedas seperti kejadian hari ini dengan Qia Kirana terus berseling sampai dia mabuk.


Tiba-tiba...


“Qia Kirana.., Qia Kirana..,” gumam Ali Keenan dalam mabuknya,


“Pria tampan..!!, siapa yang kamu sebut itu? Dari pada menyebut wanita tidak tahu diri yang menolakmu, lebih baik bersamaku!” ajak salah satu wanita malam pada Ali Keenan.


Ali Keenan memandang wanita itu, memfokuskan matanya.


“Pergi!!!, kamu bukan Qia Kirana!!” kata Ali Keenan tegas.


“Aiya.., pada awalnya pasti menolak tapi akhirnya, ayolah!!” kata wanita malam merayu,


Dengan segera Ali Keenan memegang leher wanita itu, dan berkata.


“Dengar baik-baik..!!, bahkan sehelai rambutnya tidak bisa dibandingkan dengan seluruh tubuhmu!!!” kata Ali Keenan mulai sedikit mencekik wanita malam itu,


“Lepaskan! Kau gila!! Tolong!!” kata wanita malam itu.


Tiba-tiba Ben datang dan mencoba membantu wanita malam itu.


“Tampan.., siapa dia? Beraninya mencekikku!” kata wanita malam itu marah,


“Diam!! Dan pergilah jika tidak ingin lenyap dari sini” kata Ben membisikan.


Wanita itu pergi dengan wajah yang pucat, kemudian Ben membawa Ali Keenan kedalam mobil.


Sesampainya di apartemen Ali Keenan masih mengigau tentang Qia Kirana dan didengar oleh Ben.


“Orang yang begitu dikagumi banyak wanita, bisa seperti ini karena satu wanita” kata Ben sambil menyelimuti Ali Keenan.

__ADS_1


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2