
Qia Kirana pulang ke rumah sangat larut, dia memeriksa di kamar Aileen dan Ailaa yang sudah tertidur pulas. Qia Kirana bergegas tidur karena besok dia masih harus bekerja seperti biasanya.
Disaat yang sama Ali Keenan menyadari tidak adanya kehadiran dari Qia Kirana, kemudian dia mencari ke setiap sudut aula.
Dalam hati Ali Keenan “Apakah perempuan itu pergi lagi? Apakah masih akan bisa bertemu dengannya?” dengan penuh harap,
“Ben!, apakah kamu melihat nona Qia Kirana yang tadi mengenakan gaun?” tanya Ali Keenan dengan raut wajah gelisah,
“Tidak direktur Li, saya akan mencoba mencarinya” jawab Ben dan pergi mencari Qia Kirana,
Ben bergegas mencari informasi lewat ruang pengamat CCTV hotel, dengan seksama Ben memperhatika rekaman CCTV dan dia melihat Qia Kirana masuk ruang ganti kemudian setelah beberapa lama pergi dengan baju kerjanya.
“Direktur Li!, saya lihat nona Qia Kirana pergi” kata Ben memberitahu Ali Keenan,
“Pergi?, pergi begitu saja?!” tanya Ali Keenan khawatir,
“Tidak Direktur Li, silahkan ikuti saya!” jawab Ben sambil menunjukkan jalan pada Ali Keenan ke ruang ganti.
Ali Keenan melihat gaun yang tergantung rapih dan perhiasan yang masih utuh diatas meja rias, dia juga melihat sepucuk surat yang ditinggalkan oleh Qia Kirana.
“Tulisannya sama sekali tidak berubah, dan dia masih saja meminta maaf sama seperti 6 tahun lalu” kata Ali Keenan dengan suara pelan,
“Direktur Li, apa yang tertulis dalam surat itu?” tanya Ben penasaran karena raut wajah Ali Keenan yang menjadi tenang setelah membaca surat,
“Bukan apa-apa!” kata Ali Keenan sambil memasukkan surat kedalam saku jasnya,
“Besok kamu cari tahu semua informasi tentang nona Qia Kirana dan laporkan padaku sesegera mungkin!!” perintah Ali Keenan sambil melangkah pergi dari ruang ganti,
“Baik direktur!” jawab Ben menyusul langkah Ali Keenan.
Keesokan harinya, Qia Kirana bekerja seperti biasanya. Tapi berita mengenai Qia Kirana dan Ali Keenan menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan sampai kepada kakeknya Ali Keenan di Prancis.
__ADS_1
Qia Kirana masih belum mengetahui mengenai berita itu, sampai ketika dia akan pulang kerja semua orang di ruang ganti staf hotel membicarakannya.
Sesampainya di rumah Qia Kirana membuka Handphonenya, melihat berita mengenai dirinya yang sudah menjadi pencarian nomor 1 di internet. Danisha Azkia mengetahui hal itu dan menanyakan kebenaran yang terjadi pada Qia Kirana.
“Kiranaku!, sekarang dirimu dicari oleh seluruh awak media, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Danisha Azkia saat menghubungi lewat ponsel,
“Tidak ada yang terjadi antara aku dan direktur Li, dia hanya menyuruh aku menjadi model untuk gaunnya saja” jawab Qia Kirana dengan tenang,
“Sebenarnya bukan beritanya yang bermasalah, tapi komentar dari berbagai pihak yang tidak jelas banyak yang tidak menyenangkan” kata Danisha Azkia mulai kesal,
“Sudahlah Danisha!, nanti juga akan berlalu begitu saja, lagi pula aku tidak akan bertemu dengan direktur Li lagi” kata Qia Kirana berusaha meyakinkan sahabatnya yang khawatir.
Aileen dan Ailaa mendengar pembicaraan ibunya dan Danisha Azkia.
“Kak! Kamu dengar itu? Memang ibu ada masalah apa?” tanya Ailaa penasaran,
“Ibu tidak akan memberitahu kita, karena itu aku akan berusaha mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi” kata Aileen bersemangat,
Dengan segera Aileen membuka laptop rahasia miliknya, dia terlihat mencari berita di pencarian internet. Aileen memperlihatkan berita itu pada Ailaa, dan terlihat ibu mereka yang terpotret cantik bersama seorang Ceo muda tampan.
“Ibu memang sangat cantik meski tanpa menggunakan gaun dan perhiasan ini sekalipun” jawab Aileen datar.
Aileen yang biasanya akan terlihat sedikit usil, hari itu dia sangat serius mencari informasi mengenai Ali Keenan. Ailaa memperhatikan dengan seksama, dan merasa jika Aileen mirip dengan direktur Li.
“Kak! Wajahmu mirip sekali, seperti versi mini darinya” kata Ailaa sambil menunjuk kearah layar lalu kearah muka kakaknya,
“Aku tahu itu!” jawab Aileen dengan serius,
“Dia menyebabkan keributan di kehidupan ibu, maka aku akan mengajarinya sesuatu!!!” kata Aileen dengan senyum licik,
“Ohhh tidak!!, aku tidak akan ikut-ikutan, aku takut menyebabkan masalah lebih lagi” kata Ailaa seperti tahu maksud jahil kakaknya,
__ADS_1
“Jika begitu.., aku akan melakukannya sendiri!” kata Aileen serius.
Aileen dengan serius mencari tahu perusahaan Ali Keenan, dengan segera dia menemukan bahwa perusahaan dibawah kepemimpinannya adalah Li Group yang baru saja pindah 6 tahun yang lalu.
Aileen membuka seluruh akses yang berhubungan dengan perusahaan Li Group, dan menemukan jika Ali Keenan menjalin kerjasama dengan perusahaan Xx untuk produk yang digunakan ibunya.
Aileen memutuskan untuk masuk pada data internal perusahaan dengan memalsukan e-mail dari perusahaan Xx, ketika e-mail dibuka maka dia dapat mencari celah untuk mengacaukan data pusat di kantor Ali Keenan. Tidak beberapa lama Ben di perusahaan Li Group mendapat e-mail dari perusahaan Xx, kemudian dibukanya e-mail itu ternyata kosong dan tidak ada satupun dokumen.
“Ikan telah menangkap umpannya!, sekarang aku tinggal menariknya ke darat” kata Aileen tahu jika e-mail yang dikirimnya telah dibuka oleh orang lain,
“Apa semudah itukah kak?, awas jangan membuat masalah lagi dan menambahnya pada ibu!” kata Ailaa mengingatkan,
“Aku tahu!, aku akan meninggalkan sesuatu agar tahu perkembangan di perusahaan itu” kata Aileen menjawab adiknya,
“Sudah aahhh.., aku pergi! Jangan cari aku untuk mencari masalah yang tidak perlu” kata Ailaa melangkah pergi dari kamar.
Aileen menunggu beberapa saat untuk melakukan sesuatu pada kantor Ali Keenan.
Disaat yang sama Ben melaporkan kepada Ali Keenan bahwa dirinya mendapatkan e-mail kosong dari perusahaan Xx. Ali Keenan mengecek dengan komputernya dan benar saja e-mail yang dikirimkan oleh perusahaan Xx kosong.
Kemudian Ali Keenan memerintahkan Ben untuk memastikan hal itu ke perusahaan Xx, tapi pihak perusahaan Xx mengatakan jika hari itu mereka belum mengirimkan e-mail pada Li Group.
Aileen tahu jika e-mailnya sudah dibuka di komputer pusat dari perusahaan atau komputer yang digunakan Ali Keenan. Aileen mulai mengotak ngatik laptop dan mencari celah pada data pusat perusahaan Li Group, tidak lama kemudian dia menemukan celah itu.
Aileen mengambil semua data penting dan mengosongkan komputer Ali Keenan dan dalam sekejap komputer Ali Keenan menjadi blank.
Di perusahaan Li Group komputer yang digunakan di ruangan Ali Keenan mengalami blank, Ali Keenan berusaha mencari sebab dari komputer di ruangannya bisa seperti itu.
Kemudian Ali Keenan memanggil Ben dan menyuruhnya mengecek kesalahan yang terjadi.
Dengan segera Ben memeriksa komputer lain diperusahaan apakah mengalami hal yang sama atau tidak, tapi ternyata hanya komputer di kantor direktur yang mengalami blank.
__ADS_1
Ben memeriksa lewat komputer miliknya, dan menemukan sebuah e-mail lain tanpa pengirim yang mengatakan ‘Data komputermu aman dan ada padaku, jika ingin komputer itu kembali seperti semula temui aku!’.
...~ Bersambung... ~...