Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Pernyataan Cinta dan Lamaran Ali Keenan


__ADS_3

Semua orang yang hadir pada makan malam hari itu terdiam sekaligus kaget dengan sikap marah dari Ali Keenan.


Dalam hati Lisa “Sihir apa yang sudah diberikan si rubah penggoda ini pada Ali Keenan sehingga dia sangat tergila-gila?” sambil menatap Kirana,


“Meski begitu bukan berarti direktu Li harus membela Kirana, bukan?, dengan masa lalunya....” kata Lisa yang geram karena Keenan berada di pihak Kirana,


“Lisa!!!” kata Evan yang mulai mengingatkan Lisa untuk berhenti dengan ucapannya,


Qia Kirana berdiri dan berusaha menenangkan Ali Keenan. Ali Keenan tiba-tiba tersadar dari marahnya dan duduk kembali di kursi.


“Aku tidak peduli dengan masa lalu Qia, dan juga kakekkupun pasti akan setuju jika aku bersama dengannya dibandingkan dengan wanita lain...” kata Keenan berusaha melihat ke arah Lisa dan Riska,


“Kamu....” kata Lisa merasa tersinggung oleh ucapan Keenan,


“Direktur Li.., mohon anda redakan amarah anda..., maafkan anak dan istriku yang kurang sopan hari ini..., biasanya mereka tidak seperti ini” kata Evan meminta maaf kepada Keenan mewakili Lisa dan Riska.


Ali Keenan tidak menjawab dan hanya meneruskan memberi makan Aileen juga Ailaa. Kemudian Ali Keenan dengan isyaratnya menyuruh Ben untuk memberikan hadiah itu pada Evan Rahardian dan Riska Sintia.


Ali Keenan dan Aileen saling tersenyum pertanda Aileen suka dengan gayanya malam ini.


Disaat semua orang menerima hadiah, tiba-tiba Ali Keenan berdiri dan berjalan kearah Qia Kirana.


“Aku juga memiliki hadiah untukmu!” kata Keenan berbisik di telinga Kirana yang menunduk di belakang kursi tempat Kirana duduk.


Ali Keenan memberikan sebuah kotak pada Qia Kirana. Haris Permana dan Lisa Rahardian yang tengah makan langsung berhenti dan melihat ke arah Qia Kirana.


“Direktur Li ini....?” kata Kirana sambil membuka kotak pemberian Keenan padanya,


“Sini aku pakaikan untukmu!” kata Keenan mengambil gelang indah yang dia desain sendiri untuk Kirana.


Qia Kirana memberikan tangannya pada Ali Keenan.


Ali Keenan berjongkok di samping Qia Kirana untuk memakaikan gelang, sentuhan lembut tangannya membuat Qia Kirana tersipu malu. Ali Keenan menatap Qia Kirana lalu memegang tangan yang sudah memakai gelang, dia mengecup lembut tangan milik wanita cantik di hadapannya.


Semua orang memandang Qia Kirana, bahkan Lisa memandangnya seolah kesal dan juga iri.


Setelah makan malam itu berakhir, dalam perjalanan pulang ke apartemen Ali Keenan jadi lebih sering menatap Qia Kirana.

__ADS_1


“Ada apa direktur Li? Apa ada sesuatu di wajahku?” tanya Kirana sambil memegang wajahnya,


Ali Keenan tersenyum tapi arah pandangnya tidak melihat Qia Kirana. Qia Kirana yang menyadari hal itu, entah mengapa dan tanpa alasan ikut tersenyum seolah hatinya ikut tergerak untuk tersenyum.


“Tidak ada apa-apa Qia!, bisakah... kita... berbicara setelah sampai di apartemen nanti?” kata Keenan bertanya dengan sedikit gugup,


“Baiklah direktur Li!” jawab Kirana langsung mengiyakan permintaan Keenan.


Sesampainya Qia Kirana di apartemen, dia menunggu anak-anaknya tertidur. Ali Keenan memperhatikan sosok Qia Kirana, wanita yang membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi.


Setelah Qia Kirana melihat kedua anaknya tertidur, dia melihat Ali Keenan yang berdiri di pintu kamar.


“Direktur Li apa yang mau anda bicarakan?” tanya Kirana dihadapan Keenan,


“Ohhh..., jangan bicara disini biarkan anak-anak tidur!” kata Keenan yang tersadar Kirana sudah ada dekat dengannya.


Qia Kirana berjalan di ruang tengah kemudian Ali Keenan menyusulnya.


“Jadi apa yang ingin anda bicarakan direktur Li?” tanya Kirana yang sudah tepat berada di ruang tengah,


“Sebenarnya bukan hanya gelang itu yang ingin aku berikan padamu, aku menyiapkan ini untuk melamarmu..., tapi aku malah emosi dan tidak sempat mengatakannya” kata Keenan menjelaskan pada Kirana,


Tiba-tiba air mata Qia Kirana mengalir dari mata indahnya, dan menetes di atas tangan Ali Keenan. Ali Keenan langsung menyalakan lampu ruangan itu dan melangkah mendekat pada Qia Kirana.


“Kenapa?” kata Keenan menyeka air mata Kirana,


“Jangan menangis, ya?” kata Keenan berusaha meminta agar Kirana tidak menangis,


Qia Kirana merasakan tangan hangat milik Ali Keenan yang mengusap air mata di wajahnya. Qia Kirana menatap mata Ali Keenan dan berkata dalam hatinya “Berapa banyak kebahagian yang kau bawa untukku?” sambil meneteskan beberapa air mata lagi karena terharu.


Ali Keenan tidak tahan melihat Qia Kirana menangis, tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya pada wajah wanita yang ada hadapannya. Ali Keenan mencium bibir Qia Kirana lembut, dan Qia Kirana memejamkan matanya.


Ali Keenan melepaskan ciumannya dan menatap Qia Kirana, dia merasa terhipnotis oleh pesona wanita di hadapannya. Ali Keenan menciumnya lagi tapi kali ini lebih dalam dan cukup lama, satu tangannya lagi merangkul pinggang Qia Kirana agar lebih dekat dengannya.


Qia Kirana merasakan sesak dan mencengkram pundak Ali Keenan. Ali Keenan melepaskan ciuman itu, dan memeluk Qia Kirana erat.


“Jangan pernah menangis tanpa sepengetahuanku..., mengangislah tapi jangan terlalu lama..., karena hatiku hancur melihat air matamu yang mengalir” kata Keenan berusaha mendekap erat Kirana dan tidak melepaskannya,

__ADS_1


“Direktur Li?” kata Kirana merasa ada yang menetes di pundaknya.


Ali Keenan melepaskan pelukannya dan menyeka air mata yang keluar dari matanya.


Qia Kirana kaget dan membulatkan matanya melihat Ali Keenan menangis. Tiba-tiba dirinya ingin mendekat ke arah Ali Keenan, dia sedikit mendongak melihat wajah laki-laki di hadapannya.


Dalam hati Kirana “Jelas-jelas dia adalah direktur dingin.., jelas-jelas dia bagai raja yang dipuja..., tapi dia menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya untukku”, tangan kecil Qia Kirana menyentuh wajah Ali Keenan dan menyeka air mata.


Ali Keenan merasakan tangan kecil Qia Kirana yang dingin, dia mengerakkan wajahnya dan mencium pergelangan tangan Qia Kirana.


“Aku suka dengan semua perlakuan yang kamu lakukan padaku.., maukah kamu menikah denganku?” tanya Keenan sambil memegang tangan kecil Kirana yang berada di wajahnya,


“Aku adalah anak yang dibuang keluarganya” kata Kirana pada Ali Keenan,


“Maukah kamu memberikan hatimu padaku, dan menikah denganku?” kata Keenan pada Kirana,


“Aku tidak memiliki apapun..., dan mempunyai dua orang anak” kata Kirana pada Keenan,


Ali Keenan memberikan selembar kertas pada Qia Kirana. Qia Kirana melepaskan tangan dari wajah Ali Keenan dan mengambil kertas itu.


Qia Kirana melihat tulisannya 6 tahun lalu yang dia simpan untuk laki-laki yang tidak di kenal.


“Iya Qia, laki-laki itu adalah aku!, maaf aku baru mengatakannya..., padahal dulu aku mau mengatakannya tapi kamu pergi dengan Rafka dari hadapanku” kata Keenan menjelaskan,


“Jadi Qia apakah kamu mau menikah denganku?” tanya Keenan pada Kirana.


Hai para pembaca setia Jade Sign of Love ^_^


Gimana nih sejauh ini masih penasaran dengan kelanjutannya?


Penasaran sama respon Qia Kirana untuk Ali Keenan?


Nantikan terus ya...


Ohhh iya jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiah untuk terus mendukung author ya ^_^


...~ Bersambung... ~...

__ADS_1


__ADS_2