
Di motel yang disewa Qia Kirana, Aileen menerima sebuah email sore itu.
“Dari mana dia mendapatkan emailku?” kata Aileen karena kaget dengan email yang dikirim Ali Keenan padanya,
Dengan cepat Aileen menjawab email Ali Keenan dan menyembunyikan hal itu dari Ailaa.
‘Baik boleh saja..., kita di restoran yang terakhir kali, pukul 11 siang’ balas Aileen.
Ali Keenan bahagia saat melihat balasan dihalaman utamanya adalah dari Aileen. Akan tetapi Ali Keenan cukup khawatir karena Aileen bagaimanapun masaih anak-anak.
‘Bisakah kamu memberikan alamat rumah?!’ balas Ali Keenan berniat menjemput Aileen,
‘Tidak jauh dari hotel Horison’ jawab Aileen pada Ali Keenan.
Keesokan harinya Ali Keenan menyuruh Ben untuk memakai mobilnya yang lain dan berangkat ke hotel Horison, dengan alasan ada seorang klien yang harus dijemput disana.
Ben mengendarai mobil audi milik Ali Keenan dan berangkat ke hotel. Setibanya di depan hotel Horison, Ben kembali menghubungi Ali Keenan menanyakan seperti apa klien yang akan dijemputnya.
Ali Keenan mengatakan bahwa klien yang akan dia jemput adalah seorang anak kecil yang mirip dengan Ali Keenan. Ben langsung mengingat anak kecil yang dibawa oleh Qia Kirana di pesta pertunangan terakhir kali.
Tiba-tiba di sebrang jalan terlihat Aileen yang menunggu mobil online pesanannya, tapi dengan segera Ben menemui Aileen dan mengatakan Ali Keenan menyuruhnya untuk menjemput Aileen.
Dalam perjalanan menuju restoran Art.
Dalam hati Ben “Makin lama aku melihat anak kecil ini, makin mirip seperti direktur Li” sambil mengendarai mobil.
Sesampainya di depan restoran Art, Ali Keenan terlihat menunggu Ben dan Aileen di luar restoran. Aileen berjalan ke arah Ali Keenan dan pura-pura memperlihatkan sifat anak kecilnya.
“Paman!, menungguku sudah lama?” kata Aileen menyapa Ali Keenan,
“Ayo kita masuk!” ajak Ali Keenan menawarkan tangannya pada Aileen untuk menuntun,
Aileen mengabaikan tawaran Ali Keenan, dan berjalan ke dalam restoran. Ali Keenan tersenyum karena tingkah Aileen padanya, Ben yang melihat hal itu kaget karena senyuman Ali Keenan.
Ali Keenan telah memesan banyak makanan dan juga es krim untuk Aileen.
“Ehem.., apa yang ingin kamu katakan?” kata Aileen menatap Ali Keenan serius,
“Aileen benarkah ini ibumu?” tanya Ali Keenan memperlihatkan foto Qia Kirana saat di pesta peluncuran produk bersamanya.
__ADS_1
“Iya, kenapa?” tanya Aileen,
Dalam hati Aileen “Apa saja yang sudah dia tahu? Dan dari mana dia tahu?” dengan tatapan kaget dan bingung,
“Ibumu sekarang ada dimana?” tanya Ali Keenan pada Aileen,
Aileen terdiam tidak menjawab Ali Keenan. Di saat yang sama, Ali Keenan menyadari Lisa Rahardian yang memasuki restoran bersama kedua orang tuanya.
“Ben siapkan mobil! Ini kuncinya!” perintah Ali Keenan pada Ben yang siap pergi,
“Pergi? Pergi kemana?” tanya Aileen yang kemudian mulutnya dibungkam oleh Ali Keenan,
“Usssttt!!, kecilkan suaranya atau tidak kamu akan bertemu keluarga Rahardian” kata Ali Keenan bergegas menggendong Aileen ditangannya dan langsung membawanya keluar.
Ali Keenan masuk bersama Aileen ke dalam mobil, dan menyuruh Ben untuk membawanya ke mall di dekat situ. Aileen melihat Ali Keenan yang begitu melindungi privasi dirinya dari keluarga Rahardian yang telah menyakiti ibunya.
Ali Keenan membawa Aileen untuk makan sesuatu di foodcourt BIP, karena melihat Aileen tidak sempat makan apapun. Ketika Aileen sedang makan, Ali Keenan menatap Aileen dan merasa bahagia hanya karena melihatnya saja.
“Setelah ini, apa Aileen ingin main?” tanya Ali Keenan menawarkan pada Aileen,
“Main sesuatu yang mengasikkan..,” jawab Ali Keenan sambil mengelap sudut bibir Aileen membersihkan sisa makanan,
“Kenapa? Kenapa Aileen?” tanya Ali Keenan yang melihat Aileen seperti akan menangis,
“Tidak ada...” kata Aileen sambil berusaha untuk tidak menangis.
Setelah itu Ali Keenan membawa Aileen bermain timezone, hari itu seperti menyenangkan untuk Aileen. Ditengah-tengah saat Aileen sedang bermain,
“Ibu..., dia pergi dari rumah bibi Danisha” kata Aileen tiba-tiba berbicara pada Ali Keenan,
Ali Keenan kaget dan kemudian menatap Aileen,
“Ibu sekarang sedang bekerja, aku dan Ailaa tinggal di motel utuk sementara.., ibu bilang kita akan pindah jika sudah menemukan tempat baru” kata Aileen menambahkan sambil terus bermain.
Dalam hati Ali Keenan “Dia tinggal bersama anak-anak di motel, tapi pengeluarannya akan sangat besar jika terus seperti ini, bagaimana mereka makan?, dan apakah semuanya akan terjamin?” wajahnya berubah menjadi sangat khawatir.
Setelah puas bermain, Ali Keenan membeli beberapa makanan dan beberapa kebutuhan untuk dibawa Aileen. Kemudian Ali Keenan mengantarkan Aileen pulang ke motel.
“Ben segera pergi ke motel melati!” perintah Ali Keenan pada Ben,
__ADS_1
“Baik direktur Li!” jawan Ben dengan segera mengendarai mobilnya.
Sesampainya di motel, Ali Keenan membantu Aileen membawa makanan dan beberapa ke butuhan ke kamar Aileen. Ali Keenan datang ke kamar 102 yang dipesan Qia Kirana.
Tok... tok... tok...
“Iya sebentar!” Ailaa mencoba membuka pintu kamar dengan menaiki kursi,
“Hai Ailaa!” sapa Ali Keenan pada Ailaa,
Ailaa kaget dengan kehadiran Ali Keenan yang bisa bersama dengan kakaknya.
“Paman ini kenapa bisa bersamamu, kak?” tanya Ailaa pada Aileen dengan berbisik,
“Ceritanya panjang..,” kata Aileen membisikan lagi,
Ali Keenan memberikan makanan dan beberapa kebutuhan yang dibelinya. Tidak lama kemudian Ali Keenan pergi untuk menunggu Qia Kirana pulang.
Sepulang bekerja Qia Kirana merasakan akan terjadi sesuatu dan bergegas kembali karena menghawatirkan anak-anaknya. Sesampainya di depan motel Qia Kirana melihat ada mobil Ali Keenan terparkir, berusaha pergi tapi Ali Keenan menyadari kehadirannya.
“Qia!” kata Ali Keenan memanggil Qia Kirana,
“Direktur Li.., kenapa anda bisa ada disini?” tanya Qia Kirana dengan wajah kagetnya,
“Aku mencarimu ke hotel.., tapi kamu tidak ada disana, kemudian aku mencari informasi dan mengetahui kamu ada disini” kata Ali Keenan dengan wajah cemas dan refleks memegang tangan Qia Kirana,
“Direktur Li.., kita tidak sedekat itu” kata Qia Kirana sambil melepaskan tangan Ali Keenan,
“Maafkan aku.., Qia bisakah kamu ikut denganku ke suatu tempat?” tanya Ali Keenan dengan wajah serius,
“Tapi...” kata Qia Kirana pada Ali Keenan, yang di dalam hatinya meneruskan kalimat “ini sudah akan malam.., dan juga anak-anak tidak bisa aku tinggalkan” sambil memperlihatkan wajahnya yang khawatir.
“Tenang saja anak-anakmu ada Ben yang menjaganya!” kata Ali Keenan mengisyaratkan pada Ben,
“Baiklah direktur Li! Tapi aku tidak bisa berlama-lama” kata Qia Kirana sambil melirik motel karena menghawatirkan anak-anaknya,
Ali Keenan mempersilahkan Qia Kirana masuk dan duduk di kursi depan, kemudian dia naik dan mengendarai mobil. Selama perjalanan Qia Kirana terdiam dan Ali Keenan menyadari seperti banyak beban di benak wanita yang duduk di sebelahnya.
“Aku tahu yang terjadi padamu di pesta pertunangan itu...” kata Ali Keenan memasang wajah sedih dan Qia Kirana menyadarinya.
__ADS_1
...~ Bersambung... ~...