
Setelah melewati lampu merah kedua,
“Turunkan saya didepan saja direktur Li!” pinta Qia Kirana,
“Tidak bisakah aku mengantarmu sampai rumah?” tanya Ali Keenan,
“Akan sa...ngat ti..dak nyaman” kata Qia Kirana dengan gugup,
“Baiklah kalau begitu, ini kartu namaku..,” kata Ali Keenan sambil memberikan kartu nama pada Qia Kirana.
Setelah itu, mobil berhenti di tempat yang dimaksud Qia Kirana. Qia Kirana turun dan mengucapkan terimakasih karena Ali Keenan telah mengantarkannya.
“Aku tunggu kabar makan malam darimu kapanpun itu” kata Ali Keenan dengan wajah serius.
Ben melihat Qia Kirana tidak menanggapi Ali Keenan lalu pergi. Didalam mobil Ben melihat Ali Keenan yang terlihat bahagia setelah bertemu dan mengobrol dengan Qia Kirana meskipun dia harus membatalkan janji makan dengan klien penting.
Sesampainya di rumah Qia Kirana menaruh makanan di kulkas dan sisanya dirapihkan oleh Ailaa.
Dalam perjalanan menuju apartemen Ali Keenan.
“Bagaimana perkembangan informasi mengenai Qia Kirana?” tanya Ali Keenan pada Ben,
“Maaf direktur Li..., karena kejadian belangan ini saya melupakan itu..,” jawab Ben menyesal,
“Tidak apa, nanti kamu berikan padaku jika sudah mendapatkannya!” perintah Ali Keenan memasang wajah dinginnya,
“Baik direktur Li!” kata Ben,
“Lagi pula dia tidak mengingatku, aku yang menyukainya dan tidak mampu melupakan dia” kata Ali Keenan dengan suara pelan,
“Direktur Li apa yang anda bicarakan?” tanya Ben sambil melihat Ali Keenan melalui spion dalam mobil,
“Mengemudilah dengan baik!!, aku sangat lelah hari ini..” kata Ali Keenan sambil bersandar dan menutup matanya,
“Baik direktur Li!!, maafkan aku sebelumnya tidak hati-hati...” kata Ben melihat ke spion dalam,
“Tidak apa.., lain kali jangan ulangi lagi” kata Ali Keenan memperingatkan.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen pribadi milik Ali Keenan, dengan segera Ali Keenan berendam dalam bathtup. Ali Keenan kembali memikirkan pelukan bersama Qia Kirana yang tidak disengaja tadi, rasanya jika bisa dia ingin berlama-lama Qia Kirana berada dipelukannya, kalau perlu dia bawa pulang dan membiarkan Qia Kirana terus disisinya.
Keesokan harinya Ben dan Ali Keenan pergi ke perusahaan, diperjalanan menuju ke perusahaan Ali Keenan terlihat sedang mengurus beberapa dokumen kerjasamanya dengan klien yang kemarin ia batalkan.
“Jadwalkan makan siang hari ini bersama klien kemarin, dan katakan kita akan mengganti waktu yang terbuang kemarin apapun yang pihak kedua minta!” perintah Ali Keenan pada Ben dengan wajah serius,
“Baik direktur Li, akan saya jadwalkan!” jawab Ben.
Sesampainya di perusahaan Ali Keenan disambut oleh semua karyawan Li Group. Ali Keenan tidak menanggapi sambutan karyawannya hanya lewat seperti biasa, dan langsung masuk ke ruangan kantornya.
“Ehh..!! apa kalian tahu baru-baru ini informasi di kantor direktur dicuri..?, tapi langsung bisa diselesaikan dengan cepat oleh direktur Li” kata salah seorang karyawan wanita di perusahaan bagian pemasaran,
“Keren sekali..., direktur Li memang pantas untuk menjadi direktur kita” kata salah seorang karyawan wanita yang lain terkagum-kagum,
“Juga aku lihat media baru-baru ini membuat sorotan untuk wanita yang menggunakan produk ekslusif dari Love Destiny..., apa kalian...” kata seorang karyawan wanita lainnya yang tidak sempat menyelesaikan katanya ketika Ben datang,
“Eheemmm..!!, lanjutkan kerja kalian jangan bergosip!” kata Ben mengingatkan.
Ben masuk ke ruangan Ali Keenan, dia memberitahu Ali Keenan bahwa klien kerjasama meminta pertemuan makan siang di hotel Horison dan membacakan garis besar informasi mengenai Qia Kirana.
Ali Keenan berkerjasama untuk memasarkan produk Love Destiny dengan klien, dia juga teringat Qia Kirana bekerja di hotel itu tapi tidak tahu sebagai apa Qia Kirana bekerja.
Ali Keenan yang masih bersama klien melihat Qia Kirana pulang bekerja, dia berlari setelah klien kembali ke hotel, tapi dia tidak dapat mengejar Qia Kirana yang sudah pergi. Ali Keenan mencari tahu pekerjaan Qia Kirana yang ternyata bekerja sebagai service room hotel.
Ali Keenan dengan kecewa kembali ke perusahaan bersama Ben, dan setelah hari itu berlalu dia pulang ke apartemennya.
Keesokan harinya Qia Kirana bekerja seperti biasanya, setelah selesai bekerja Syifa memberitahu Qia Kirana bahwa seseorang mencarinya.
Qia Kirana mengganti bajunya dan menemukan bahwa yang mencarinya adalah Ali Keenan. Disaat yang sama Ali Keenan menyadari Qia Kirana keluar dan menghampirinya, dia begitu terlihat bahagia.
“Direktur Li mencari saya?” tanya Qia Kirana dengan sopan,
“Ehem.., aku menunggu nona Qia Kirana menghubungiku tapi tidak juga menghubungi” kata Ali Keenan dengan nada yang sedikit kecewa,
“Maafkan saya direktur Li, ini... itu... saya sangat sibuk dengan beberapa hal dan juga tidak enak jika saya berhubungan dengan direktur Li yang merupakan orang terhormat” jawab Qia Kirana dengan kepala tertunduk dan nada yang sopan,
Dalam hati Ali Keenan “Jika itu wanita lain akan langsung bersandar pada lenganku dan meminta maaf karena telat menghubungi..., tapi dia berbeda”,
__ADS_1
“Baiklah, aku memaafkanmu untuk itu, tapi tolong jangan lihat statusku yang begitu tinggi karena pada dasarnya aku juga sama sepertimu..,” kata Ali Keenan dengan nada bicara lembut,
“Tapi direktur Li..,” kata Qia Kirana segan,
“Tidak ada tapi-tapian, lain kali hubungi aku anggap saja aku ingin berteman dengan nona Qia Kirana” kata Ali Keenan menundukan sedikit kepalanya ke arah Qia Kirana,
“Satu hal lagi aku sangat lapar bisakah nona Qia Kirana mentraktirku makan siang? Terserah dimanapun itu” kata Ali Keenan sambil memegang perutnya,
“Benarkah dimanapun itu..? Apa tidak masalah?” tanya Qia Kirana dengan sedikit gugup,
“Iya tentu saja..,” jawab Ali Keenan dengan yakin,
Dalam hati Qia Kirana “Aku masih bisa makan di rumah, aku berikan saja bekal makan siangku pada direktur Li.., lagi pula aku berhutang banyak padanya..,”
“Kalau begitu ikuti aku direktur Li..,”kata Qia Kirana.
Qia Kirana mengajak Ali Keenan ke rooftop hotel, dan memberikan makan siang yang sederhana miliknya.
Ali Keenan menyangka Qia Kirana akan membawa dia ke rumahnya atau ke restoran kecil untuk makan, tapi ternyata malah memberikan makan siang miliknya pada Ali Keenan.
“Direktur Li, saya tidak dapat memberikan makan siang mewah pada anda..,” kata Qia Kirana sambil memberikan sendok yang telah di lapnya,
“Bukankah ini makan siangmu?” tanya Ali Keenan sambil mengambil sendok yang diberikan Qia Kirana,
“Tidak apa direktur Li.., aku bisa meminum ini” kata Qia Kirana menjawab sambil membuka susu kotak untuk diminum,
“Baiklah.., tidak apa aku menyukai makanan ini” kata Ali Keenan sambil makan.
Setelah makan siang Ali Keenan dan Qia Kirana terdiam, kemudian...
“Bolehkah aku menceritakan sesuatu?” kata Ali Keenan sambil memandang awan,
“Silahkan direktur Li” kata Qia Kirana menoleh melihat Ali Keenan,
“Aku sedang mencintai seorang wanita, tapi...” kata Ali Keenan terpotong,
“Dia melupakanku..,” kata Ali Keenan menambahkan dengan nada yang berat.
__ADS_1
...~ Bersambung... ~...