
“Maaf aku sedang bekerja, tidak bisa berbincang bersama kalian” jawab Qia Kirana berusaha melangkah pergi,
“Tunggu kak, apakah kakak masih marah padaku masalah 6 tahun yang lalu? Tapi aku sudah mencari kakak kemanapun” kata Lisa Rahardian sambil berusaha menahan Qia Kirana tetapi bicara seolah-olah lemah lembut,
“Sebenarnya ada apa 6 tahun yang lalu? Dan pergi kemana kamu selama ini Qia Kirana?” kata Haris Permana sambil menahan Qia Kirana untuk pergi.
Saat itulah Ali Keenan yang sedang berbincang melihat Lisa Rahardian dan Haris Permana yang menahan pergi seorang pelayan. Entah kenapa hati Ali Keenan tergerak untuk menolong pelayan itu.
“Maaf tuan dan nona, apa pelayan ini melakukan suatu kesalahan?” kata Ali Keenan sambil membalikkan badan melihat kearah Qia Kirana.
Seketika itu Ali Keenan membatu, hatinya berdebar tidak karuan dan teringat kejadian 6 tahun yang lalu. Wajah pelayan itu membuat Ali Keenan tidak dapat mengalihkan pandangan.
Dalam hati Ali Keenan “Itu dia, dialah wanita 6 tahun lalu yang lancang mencuri ciuman dariku dan bersamaku malam itu” dan langsung tersadar kembali,
“Kami adalah teman, direktur Li!” jawab Haris Permana kaget karena kedatangan Ali Keenan,
“Tapi aku lihat kamu menahannya untuk pergi melakukan pekerjaanya” kata Ali Keenan dan melangkah mendekati Haris Permana,
Kemudian mereka berdua pergi dengan hati Lisa Rahardian yang merasa aneh pada sikap dari direktur Li yang membela Qia Kirana.
“Terimakasih anda sudah menolong saya, direktur Li” kata Qia Kirana menundukan kepalanya,
“Tidak apa nona, jika anda bersikeras ingin berterimakasih saya butuh bantuan” kata Ali Keenan tersenyum dan hati bahagia,
“Silahkan direktur Li, apa yang bisa saya bantu?” tanya Qia Kirana,
“Mudah, nanti ada seseorang yang akan memberi tahukannya” jawab Ali Keenan sambil memberi kode pada Ben.
Ben mengarahkan Qia Kirana ke ruang ganti,
Dalam hati Ben “Sepertinya direktur Li sudah menemukan wanita pemilik gaun itu”.
“Silahkan nona mengganti pakaian dan juga kenakan perhiasan yang telah disiapkan!, sisanya serahkan pada penata rias!” pinta Ben dengan sopan,
“Boleh aku tahu sebenarnya ada apa?”tanya Qia Kirana dengan muka gelisah,
__ADS_1
“Tenang nona direktur tidak akan melakukan hal yang tidak diinginkan, hanya meminta nona untuk mengenakan saja” jelas Ben mempersilahkan Qia Kirana masuk ke ruangan,
“Baiklah..,” kata Qia Kirana.
Saat Qia Kirana keluar dengan gaun, perhiasan, dan dandanan natural Ben melihatnya dengan terpana. Lalu setelah tersadar Ben mempersilahkan Qia Kirana untuk kembali ke aula.
“Apakah begini tidak apa-apa?” tanya Qia Kirana dengan gugup,
“Nona anda sangat cantik hari ini, ini memang benar-benar cocok untuk nona, jadi tidak perlu sungkan karena saya hanya menjalankan perintah saja” jawab Ben mempersilahkan untuk menuju ke aula.
Dengan gugup Qia Kirana melangkah dan pintu aula terbuka, semua mata tertuju padanya. Sorotan kamera dari berbagai media mengambil gambar, Qia Kirana merasa ada yang aneh kenapa dia menjadi sorotan seluruh orang yang hadir dan banyak yang berbisik.
“Pertama kalinya melihat perpaduan gaun dan perhisan yang sangat cocok digunakan perempuan, siapa dia?” pertanyaan dari seluruh orang yang hadir dan terpana dengan kehadiran Qia Kirana.
Dengan segera Ali Keenan datang dan menyambut Qia Kirana, Qia Kirana merangkul tangan yang Ali Keenan tawarkan. Banyak media mengabadikan momen itu dan banyak pertanyaan yang terlontar.
“Direktur Li bolehkah aku bertanya?” tanya Qia Kirana memberanikan diri dan berbisik,
“Iya.., ada apa?” kata Ali Keenan menanggapi dengan suara pelan,
“Kenapa mereka semua melihat saya dengan tatapan seperti itu?” tanya Qia Kirana gugup,
“Apa? Direktur Li bukankah aku hanya pelayan, aku pasti tidak akan cocok mengenakan gaun ini, bagaimana jika rusak?” tanya Qia Kirana dengan kaget dan melihat ke arah Ali Keenan,
“Tenanglah nona!!, semua yang kamu kenakan milikku, lagi pula aku yang memintanya dan tidak akan berguna jika hanya disimpan” kata Ali Keenan menjelaskan dengan wajah mendekati wajah Qia Kirana,
Dalam hati Ali Keenan “Ternyata begini sikap dari perempuan ini, mungkin karena dulu dia ada dibawah pengaruh obat”,
“Jadi nona bolehkan aku mengetahui namamu?” tanya Ali Keenan sambil berhadapan,
“Namaku Qia Kirana direktur Li” jawab Qia Kirana sambil tersipu malu,
“Baiklah nona Kirana, maukah sekarang kau berdansa denganku?” ajak Ali Keenan dan mengulurkan tanganya,
“Tapi aku tidak bisa berdansa” jawab Qia Kirana,
__ADS_1
“Tidak apa, aku akan mengajarimu” kata Ali Keenan sambil tersenyum tipis.
Qia Kirana menerima ajakan dansa dari Ali Keenan, semua awak media juga merekam moment itu dengan segera.
Lisa Rahardian memperhatikan ke sekeliling mencari sosok Qia Kirana dengan membawa minuman ditangannya. Dia mendengar kekaguman orang-orang terhadap sesosok wanita yang menari dengan direktur Li, dan mengenakan gaun eksklusif pertama Love Destiny.
Lisa Rahardian penasaran dan melihatnya, awalnya Lisa Rahardian tidak mengenali Qia Kirana yang berubah cantik tapi tidak beberapa lama dia menyadari itu adalah Qia Kirana. Lisa Rahardian merasa aneh dan bertanya-tanya dari mana Qia Kirana dapat mengenal direktur Li.
Sambil pergi melangkahkan kaki mencari Haris Permana, Lisa Rahardian juga iri pada Qia Kirana. Mengapa harus Qia Kirana yang menggunakan produk ekslusif itu?, dan atas dasar seberuntung apa Qia Kirana bisa mendapatkan perhatian direktur Li?.
Setelah berdansa, Ali Keenan menyampaikan sambutan dan dengan bangga telah menemukan wanita yang pantas mengenakan produk Love Destiny yang pertama kali dirancang, dia juga mengatakan bahwa itulah produk yang akan dijual dalam jumlah yang tidak akan mencapai 15 buah di Indonesia.
Semua orang yang hadir memberikan tepuk tangan atas sambutan Ali Keenan.
Disaat yang sama, Qia Kirana mengambil makanan dan Lisa Rahardian datang menghampirinya.
“Kak Kirana! ,” sapa Lisa Rahardian,
Qia Kirana membalikan badannya, dia hendak pergi tapi ditahan oleh Lisa Rahardian.
“Kak, jangan pergi!!, kakak bisa mengenal direktur Li dari mana?” tanya Lisa Rahardian,
“Kamu juga melihatnya tadi, ketika kamu dan Haris Permana menahanku” kata Qia Kirana mengatakan kebenarannya,
“Tidak mungkin kak bisa sesederhana itu..,” kata Lisa Rahardian meragukan perkataan Qia Kirana,
Dalam hati Lisa Rahardian “sepertinya akan sulit mendapat informasi darinya”,
“Kak.., kalian baru bertemu dan aku tahu direktur Li adalah orang yang sulit didekati” kata Lisa Rahardian menjelaskan,
“Aku tidak berbohong padamu, tapi terserah mau percaya atau tidak” kata Qia Kirana sambil melangkah akan pergi,
Saat tubuh Qia Kirana akan melewati Lisa Rahardian,
“Kakakku, apakah direktur Li tahu kamu suka menghabiskan malam dengan laki-laki tidak jelas?” kata Lisa Rahardian sambil membisikkan kata ditelinga Qia Kirana.
__ADS_1
Qia Kirana pergi dengan segera melewati pintu aula, dan mulai berlari kekamar ganti wanita. Qia Kirana mengganti baju yang dikenakannya dan melepaskan semua perhiasan. Qia Kirana pergi dan meninggalkan catatan ‘Direktur Li tolong maafkan aku dan terimakasih... tertanda Qia Kirana’.
...~ Bersambung... ~...