Anakku, Bukan Anakku

Anakku, Bukan Anakku
Bab 21. Penabalan Nama


__ADS_3

Kring kring kring


Handphone Kai berdering. Ia yang sedang sibuk nge-babu kebetulan memang hari Minggu, langsung berlari saat mendengar ponsel itu berbunyi nyaring.


"Hallu," sahutnya layaknya seperti biasa ia menyahut sahabatnya itu. Sapaan lama yang tak kan pernah mereka lupa.


Tanpa melihat siapa yang menelepon, Kai sudah tau itu karena dia membuat dering khusus untuk sahabatnya itu.


Fiya tersenyum mendengar sahutan Kai.


"Mamen, kau lagi dimana?"


"Di rumah. Kenapa?" tanya Kai kepo.


"Ke rumah, yuk!" ucap Fiya singkat. Ia sengaja. Ia ingin membuat Kai penasaran.


"Ke rumahmu? Jangan canda lah, Mamen. Kan jarak kita sekarang jauh walau hati kita dekat.."


"Weak, mual aku dengarnya," sela Fiya.


"Ya terus, gimana. Kan emang fakta begitu. Kalau ke rumahmu kayaknya nanti deh saat libur panjang. Kau tau kan gimana keadaan kita masing-masing. Ketemunya kalau ada libur panjang. Itupun kalau nggak sibuk dengan keluarga masing-masing," timpal Kai.


"Ke rumah mama... "


"Apa? Ke rumah mama? Kau disini, Mamen? Kau libur?" pekik Kai. "Beneran?" tanyanya lagi ingin memastikan.


"Iya, lho. Datang, ya. Ajak Ken dan Cicakmu," sahut Fiya menjawab tanya Kai.

__ADS_1


"Apa sih cicak cicak."


"Kan itu Cicakmu. Cicak kesayangan mu. Yang suka nempel terus dan merayap di tubuhmu," goda Fiya lagi.


Cicak maksud mereka di sini adalah Kamadev - suami dari Kaianna. Mereka di karuniai seorang putra yang bernama Kenzie, biasa dipanggil Ken.


"Datang ya. Lagi ramai nih di rumah," imbuh Fiya.


"Tapi sekarang aku nggak bisa, Mamen. Aku lagi ada deadline," lirih Kai.


"Nggak apa-apa. Lagian acaranya besok kok."


"Acara apa memang?" tanya Kai penasaran. Saat ini sedang tidak ada libur panjang ataupun libur karena tanggal merah. Bagaimana bisa Fiya bisa pulang ke rumah mamanya sementara jarak tempat tinggal mereka cukup jauh.


"Penabalan nama Awal sekalian membawa ia secara resmi kepada neneknya," sahut Fiya.


"Oh. Ya udah deh. Besok kami kesana," sahut Kai kemudian.


"Oke."


Panggilan pun berakhir. Kedua sahabat itu mengakhiri percakapan mereka.


Keesokan harinya.


Sesuai janjinya, Kai bersama Dev dan Ken, pergi berkunjung ke rumah mama Basagita. Mereka turut mengikuti acara demi acara yang sudah tersusun dengan rapi.


Banyak ucapan dan doa dari para tamu yang hadir untuk seroang Nawal Kahla. Ada yang mengharapkan Nawal jadi anak yang bijak, anak yang baik, berbakti kepada orang tua, tidak sombong dan banyak doa lainnya.

__ADS_1


Sementara Ela dan Hanai, sibuk melayani mereka yang ingin menikmati hidangan yang ada dalam acara tersebut.


"Kak, belum kakak gendong Nawal lho. Dari tadi sibuk terus," ujar Arion kepada Ela setelah acara resmi selesai. Bahkan para tamu satu persatu sudah mulai pulang ke rumah mereka masing-masing. Kebetulan memang tetangga lah yang diundang untuk hadir dalam acara ini, selain keluarga inti, dari pihak keluarga Arion maupun Fiya.


"Semoga Ela segera nyusul, ya," celetuk ibu-ibu tetangga yang memang ramah orangnya.


"Amin." Yang lain menyahut.


Kai yang mendengar celetukan ibu-ibu itu tersenyum dalam hati ia berucap, " Nyusul apa? Wong itu anaknya."


Sungguh tegar dan kuatnya hati Ela saat ini. Kai salut banget dengan mental Ela.


Acara hari ini berjalan lancar dan tak ada yang curiga. Tak ada gosip yang Kai dengar karena memang ia sengaja duduk bergabung dengan para tetangga mama Basagita.


Kai ingin memastikan bahwa tak ada yang menjelek-jelekkan keluarga sahabatnya itu.


Kemudian, Ela mengehentikan sejenak kegiatan membereskan gelas dan piring yang berserakan. Lalu ia menggendong baby Nawal. Hampir saja ia meneteskan air mata. Untung saja Fiya segera mengalihkan.


"Nah, dari ante. Untuk beli bajumu, ya," ucap Ela dengan suara bergetar.


Berat, sungguh berat rasanya ia menyebutkan dirinya sebagai Tante terhadap anaknya sendiri.


Kai yang menyaksikan itu semua merasa iba, begitu pun dengan mama Basagita dan juga Fiya. Tapi bisa apa mereka? Inilah yang terbaik sekarang.


Mama Basagita, Ela dan juga Hanai mengantarkan Fiya, Arion dan Nawal ke teras karena mereka ingin kembali ke tempat mama Heera mertua dari Fiya. Tak Ketinggian juga Kaianna, Dev dan Kenzie.


Tak ada yang menduga jika Nawal bukanlah anak kandung yang lahir dari rahim seorang Fiya. Untung saja selama ini, Fiya tak pernah curhat lewat sosmed, lewat tetangga kalau dia selama ini sedang menjalani promil. Tak ada yang tau memang.

__ADS_1


Begitu mahirnya Fiya, Ela, mama Basagita memainkan peran mereka. Seolah-olah benar, baby Nawal adalah anak yang berasal dari rahim Fiya.


Entah sampai kapan kebohongan ini akan bertahan.


__ADS_2