Anakku, Bukan Anakku

Anakku, Bukan Anakku
Bab 22. Curiga


__ADS_3

Lima tahun kemudian.


Bayi yang dulu imut dan menggemaskan itu sudah genap berusia lima tahun 3 bulan. Bahkan saat ini ja sudah bergabung bersama temannya di taman kanak-kanak.


Tetapi ia sangat jenuh. Ia merasa tidak seimbang dengan teman-temannya. Semua materi pelajaran khusus taman kanak-kanak sudah ia kuasai. Bahkan pelajaran sekolah dasar juga ia sudah kuasai.


Pribadi seorang Nawal adalah seorang gadis cilik yang introvert. Lebih suka sendirian dari pada bermain bersama dengan teman-temannya. Bahkan sering sekali marah kepada sang papa apabila membelikannya main-mainan untuk anak seusianya.


"Ih, apaan sih main kayak gitu? Emangnya aku anak kecil?" Begitulah selalu ucapan penolakan yang dilontarkan Nawal pada sang ayah.


Sementara sang mama - Fiya, tidak. Ia lebih suka memberikan barang sesuai permintaan Nawal. Walau permintaan sering di luar batas kemampuan Fiya, tapi ia tetap berusaha memberikannya meski ngutang sekali pun.


Fiya tau, Nawal adalah anak yang istimewa. Punya bakat dan minat istimewa. Diusianya yang baru menginjak 2 tahun dulu kala, ia sudah tau semua huruf dan angka. Bahkan ia seolah seperti orang dewasa.


Suatu hari Nawal pernah bertanya kepada sang mama.


"Mam, sebenarnya aku itu anak siapa sih?"

__ADS_1


Sontak pertanyaan itu membuat Fiya begitu terkejut. Bagaimana bisa seorang bayi yang masih sangat kecil menanyakan hal itu pada orang yang sudah membesarkannya selama ini.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, nak?" tanya Fiya hati-hati.


"Soalnya mam, pap dan Awal itu nggak ada mirip-miripnya sama sekali. Setauku kalau seorang anak, ya kalau nggak mirip dengan mamanya, dia pasti mirip dengan papanya. Kenapa Awal nggak ga, ma?" ucap Nawal panjang lebar.


Fiya tak bisa berkata apa-apa. Ia merasa tenggorokannya tercekat dan lidahnya terasa kaku. Walau ia sudah berusaha untuk menjelaskannya.


Tapi nyatanya, bisa belum ada berkata-kata walau sepatah kata pun.


"Eh, ya kamu anak pap dan mam lah. Kamu ada-ada saja sayang bertanya seperti itu."


"Tapi.... kok nggak mirip ya, mam?" sela Nawal lagi. Ia masih sangat penasaran.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana menjawabnya," batin Fiya.


Mendengar mamanya membatin, membuat Nawal semakin yakin bahwa ia bukanlah anak kandung dari Fiya maupun Arion. Ia hanya bisa tersenyum tipis, tapi dengan tanya dalam benaknya tentunya.

__ADS_1


Ya, gadis mungil itu bisa membaca isi pikiran orang. Tetapi tak ada yang tau itu. Ia menyembunyikannya dari sang mama, papa, dan semua orang.


Selain bisa membaca isi pikiran orang, Nawal juga sudah menguasai teknologi terutama bagian lacak melacak data atau identitas, memblokir bahkan meng-hack seseorang atau suatu perusahaan ia bisa.


Dan lagi-lagi, tak ada yang tau semua itu.


Ilmu komputer yang ia peroleh secara otodidak membuat dia lebih suka mengurung diri di kamar dengan fokus pada laptop tersebut. Laptop pemberian dari mama Fiya.


Bahkan diusianya yang sekarang ini, ia mampu menciptakan sebuah robot kecil yang bisa ia terbangkan untuk mencari informasi seseorang yang sangat ia perlukan. Dan lagi-lagi.... hanya dia yang tau semua itu.


Robotnya itu pun ia simpan rapi di dalam kamar, dengan desain yang lucu. Kadang kala bisa seperti boneka - saat mama dan papanya masuk ke kamar. Robot itu langsung berubah menjadi boneka Teddy bear hang lucu. Tetapi setelah mama dan papanya keluar kamarnya, ia akan kembali lagi menjadi robot yang kaku, tegang dan datar karena tak punya rasa.


Yang membuat Nawal semakin penasaran, kenapa dirinya, papa dan mamanya berbeda. Mengapa berbeda? Papa Nawal - Arion adalah seorang akuntan, sementara Fiya - mamanya adalah seorang aparatur sipil negara, yang tentunya tak berkaitan sama sekali dengan kemampuan luar biasa Nawal.


Sama halnya dengan sang nenek ataupun keluarga Arion lainnya.


Nawal semakin curiga. Berkali-kali ia mengirim robot kecilnya, berkelana ke tempat keluarga neneknya, tante dan omnya untuk mencari tahu siapa dirinya sebenarnya. Tapi sejauh ini ia belum mendapatkannya. Sering sekali robot itu pulang tanpa hasil.

__ADS_1


__ADS_2