Anakku, Bukan Anakku

Anakku, Bukan Anakku
Bab 41. Dokter Mengancam Saya?


__ADS_3

"Pertemukan aku dengan Elfan," ucap Alya to the point.


"Untuk apa?" tanya Ela bingung.


"Banyak tanya," sahut Alya ketus.


Ela heran. Kenapa sekarang dokter Alya berubah. Ada apa dengannya? Dan kenapa dokter Alya ingin bicara dengannya. Sungguh Ela tidak mengerti dengan perubahan dokter Alya.


Teringat dulu, saat dokter Alya membantunya melahirkan Nawal, ia begitu anggun, manis dan lembut di hadapan mamanya dan juga dihadapan Ela.


"Dokter Alya kenapa? Kenapa tiba-tiba datang kesini?"


Masih saja Ela bertanya kepada dokter Alya meski satu pertanyaan pun tak ia dapatkan dari bibir dokter Alya.


"Sudah kubilang tadi pertemukan aku dengan Elfan," ujar Alya semakin kesal. "Dimana kalian sembunyikan dia?" tanyanya lagi.


"Maksud dokter?"

__ADS_1


"Iiih, kok telmi banget sih. Aku bilang mana Elfan? Beri aku nomor telpon atau alamatnya! Dimana dia sekarang?"


"Untuk apa dokter ingin bertemu adikku?" Sergah Ela. Ia seperti mencium sesuatu yang tidak enak dari gelagat dokter Alya.


Tatapan mata dokter Alya menyiratkan kekesalan.


"Ada hal yang ingin aku sampai. Menyangkut anak kandung kamu yang bernama Nawal Kahla itu." Alya berucap dengan lantang, tegas dan jelas.


"Apa maksud dokter?"


"Nggak usah banyak tanya. Kamu mau rahasia kamu tetap terjaga? Kalau mau ya turuti perintahku. Beritahu dimana Elfan sekarang berada atau rahasia mu akan terbongkar."


Dokter Alya hanya diam dan menatap lurus ke depan. Dalam hati ia berucap, semoga Ela takut dengan ancamannya. Dengan begitu akan mudah baginya untuk bertemu Elfan sang pujaan hatinya.


"Saya tidak takut," ujar Ela tegas. Dalam hati ia berdoa semoga semua ucapan dokter Alya tak jadi kenyataan. Ia semakin gusar. Apakah Alya main-main dengan ancamannya atau serius. Bila sampai dokter Alya melakukan ancaman itu, maka habislah. Nama baik yang selama ini ia jaga di hadapan mertua, suami dan orang-orang akan sirna seketika.


Mungkin Ela akan diusir dari rumah suaminya, mungkin ia akan diceraikan, dan mungkin orang-orang akan mencibirnya, membully ya. Dan banyak kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tak mau jujur. Aku akan berusaha mencari Elfan dengan cara apapun. Kalau sampai kalian semua berusaha menyembunyikannya maka bersiaplah untuk ditendang oleh suamimu sendiri " Panjang lebar Alya berkata. Setelah itu ia mengambil langkah meninggalkan Ela yang mematung.


*****


"Hmm, dasar orang dewasa! Kalau bukan mengancam, bukan orang dewasa namanya. Baik di luar, ternyata jahat di dalam Dasar serigala berbulu domba!" ujar Nawal.


Ternyata Nawal mendengar ancaman dan cibiran yang dilontarkan oleh dokter Alya kepada mamanya itu. Mama kandung yang melahirkannya.


Kalau saja tadi dokter Alya berbuat kasar kepada sang mama yang berstatus sebagai tantenya itu, ia akan turun tangan. Ia akan menunjukkan diri. Tetapi Nawal berpikir, kalau ia muncul maka masalahnya akan semakin runyam. Dan Ela pun akan tau bahwa Nawal selama ini sudah tau kalau dia itu putrinya.


Untung saja dokter Alya tak berbuat kekerasan.


"Nawal," panggil seseorang.


Mendengar suara bariton yang memanggil namanya, Nawal segera menoleh. Ia terkejut dengan kedatangan Hanai, suami dari Ela.


"Sedang apa, nak?" tanya Hanai.

__ADS_1


"Awal ..." ucap awal ragu. Ia masih berpikir melanjutkan ucapannya. Ia takut Hanai menyadari kehadiran Ela disana. Ia berpikir untuk mengalihkan perhatian Hanai.


__ADS_2