Anakku, Bukan Anakku

Anakku, Bukan Anakku
Bab 44. Berita Viral


__ADS_3

"Ayo cepat makan! Nanti terlambat ke sekolahjya," titah papa Arion pada Nawal. Sementara di tv sekarang sedang menayangkan reklame.


Fiya dan Nawal merasa kecewa. Untuk menunggu reklame selesai, sepertinya tak mungkin lagi. Akan sangat terlambat mereka pergi bekerja dan sekolah.


Klik


Arion langsung menekan tombol off pada remote tv dan tombol yang ada di samping kanan bawah tv itu. Sehingga layar tv itu sudah menghitam. Fiya dan Ela merasa kecewa. Tetapi keduanya sama-sama tak ingin menunjukkannya.


Dengan kompaknya pula keduanya mengakhiri makannya. Meski masih tersisa nasi goreng itu di dalam piring masing-masing.


"Lho, kenapa udahan? Kan belum habis?" tanya Arion. Ia menatap intens pada anak dan istrinya itu. Ia tersenyum melihat tingkah keduanya yang kompak hari ini.


****


"Eh, eh ibu ibu. Udah tau gosip baru belum?" ucap seorang ibu yang memakai make up tebal, dan lipstik tebal.


"Gosip apa?" sahut salah satu dari ibu yang sedang berkumpul itu. Ya, mereka sedang berkumpul di sebuah ruangan terbuka yang dikhususkan untuk para orang tua yang akan menunggu anaknya atau sekedar duduk santai sambil memperhatikan anaknya yang sedang belajar.

__ADS_1


Tetapi ruangan terbuka itu seringnya ramai pada pagi hari saat mengantar anaknya ke sekolah dan akan sepi kembali saat anak-anak belajar dan akan ramai kembali saat jam anak pulang sekolah.


Seperti pada pagi ini, seorang ibu yang mengenakan make up tebal itu menghebohkan suasana.


"Ih, lagi viral lho ibu ibu," timpalnya lagi. Kunci mobilnya masih menggantung ditangannya.


"Apa sih jadi penasaran deh," sahut ibu yang lainnya. Saat ini masih sedikit ibu-ibu itu disana. Karena memang jam kelas masih ada sekitar dua puluh menit lagi.


"Iya, penasaran banget deh," sahut ibu yang lainnya.


"Kalian udah pada nonton berita nggak pagi ini?" tanya ibu itu lagi. Masih belum berniat mengakhiri gosip pagi ini.


"Apa sih?" tanya seorang lagi. Karena memang dia jarang nonton televisi pagi hari.


"Ini lho bu ibu, ternyata di sekolah anak kita ini ada anak yang lahir tanpa ayah. Jadi kayak anak haram gitu lho," seru ibu dengan make up menor itu. Sarah namanya. "Iya kan, Bu?" katanya pada ibu muda yang modis tadi meminta dukungan.


Ibu modis bernama Diana itu pun mengangguk setuju.

__ADS_1


"Perempuan lagi," timpalnya malah. Meneruskan ucapan Bu Sarah.


"Ihh, kasian banget."


"Ya ampun, perempuan nggak benar tuh ibunya."


"Nggak pantes dia sekolah disini, bukan jadi contoh orang tuanya."


Begitulah cibiran - cibiran yang mereka lontarkan pada berita yang sedang viral itu.


"Kira-kira siapa ya orangnya?" tanya ibu lainnya.


Dalam sekejap, ruang terbuka itu semakin ramai. Lagi-lagi, mudah sekali mengumpulkan orang-orang. Hanya dalam hitungan menit, bahkan tidak sampai 15 menit, orang-orang sudah berdatangan. Ada yang mencaritahu yang belum dia tau. Ada yang memberitahu apa yang ia tau.


Intinya pembahasan mereka tak lepas dari kisah seorang ibu yang melahirkan anak tanpa ayah, bahkan diluar nikah.


Setiap orang yang ada disana sangat antusias membahas hal itu. Bahkan selain orang tua perempuan, para lelaki pun ada disana.

__ADS_1


"Kalau nggak salah namanya....."


__ADS_2