
"Kak, kenapa sih ijinin Awal tidur bareng kak Ela?" gerutu Fiya.
"Terus kakak harus gimana menolaknya? Kamu tau kan gimana kakak sama dia selama ini. Kakak itu sayang banget sama dia."
"Ya, tapi gimana kalau dia nanya aneh-aneh dengan Ela. Kakak udah tau kan gimana polosnya kak Ela? Kan aku udah cerita ke kakak?" cerocos Fiya. Ia sungguh gelisah saat ini. Takut Ela akan keceplosan, dan terbongkar lah siapa Nawal sebenarnya.
Bukan ia memikirkan diri sendiri tapi, pertama ia sudah terlanjur sayang sama Nawal. Sejak saat itu, saat pertengkaran hebatnya dengan Arion, ia mulai sadar. Ia mulai membuka hati untuk Nawal. Dan menerima segalanya dengan ikhlas. Ia takut Nawal membencinya bila ia sudah tau semuanya, lalu Nawal pergi dan meninggalkannya. Tidak, dia sungguh tidak mau itu terjadi.
Kedua, Fiya tak ingin nama baik keluarganya akan korban. Apa kata orang? Apa kata tetangga?
Lalu, terakhir ia tak ingin pernikahan kakaknya hancur. Ia tau, meski ia kesal dengan sang kakak, tapi ia tak tega kalau rumah tangga si kakak gagal karena kebohongan yang mereka coba tutupi selama ini. Bagaimana pun Ela adalah kakaknya, satu ayah satu ibu. Darah itu begitu mengalir kental di dalam tubuh mereka.
Sifat Ela yang polos, yang suka keceplosan membuatnya was-was.
"Kakak tau. Semoga saja Ela tak kebablasan nanti." Arion berharap. Begitu pun dengan Fiya yang mengiyakan dalam hatinya.
__ADS_1
"Ini pertama dan terakhir," ujar Fiya tegas.
****
Suara kicau burung bersahut-sahutan di pagi ini. Menjadi musik yang indah bagi telinga seorang bocah yang masih terbaring diatas ranjang, di dalam pelukan seorang wanita.
Ia bahkan tak terusik, meski hangatnya sinar mentari pagi telah menyengat kulit putih ya itu. Dalam benaknya, ia masih memeluk sang mama, Ela.
"Tante.... tante sayang nggak sama Awa? Kalau sayang, kenapa tante membuang ku? Kenapa tante kasih aku ke wanita itu? Ia, aku tau dia mamaku sekarang. Tapi tante, bukankah tante adalah ..." batin Nawal panjang lebar.
Nawal semakin mengeratkan dekapannya. Ia mengira bahwa yang ia dekap adalah Ela, tapi sayang ia hanya berhalusinasi.
"Kenapa tante?" tanyanya lirih.
"Tan..." panggilnya tersentak. Seketika ia membuka mata. Melihat sisi kirinya dimana sebelumnya tantenya berada. Ternyata kasur sebelahnya kosong.
__ADS_1
"Tante kemana?" batinnya. Ia langsung terduduk. Mencoba menetralkan pikirannya.
Nawal pun melihat sesuatu diatas bantal bekas Ela tidur, lalu dimasukkannya ke dalam kantong plastik yang kecil, lalu memasukkannya ke dalam sakunya.
Nawal lalu menghubungi seseorang lewat ponselnya. Biasanya, anak kecil seusia Nawal, pasti menyimpan banyak aplikasi game di ponselnya. Tapi tidak dengan Nawal. Entah apa isinya, mama Fiya dan papa Arion pun tak pernah tau itu.
"Aku sudah menemukannya. Besok kau bawa ya. Aku minta tolong ke kamu, bilang ke papa kamu mengenai semua yang pernah aku bilang," ucap gadis kecil itu. Tentunya dengan aura dinginnya.
Karena ke geniusannya, akhirnya Nawal dipindahkan ke sekolah khusus menangani anak dengan kecerdasan istimewa. Dan di sana, sangat beragam kecerdasan mereka. Ada yang kecerdasannya di bidang musik, memasak, designer, painting, sains dan teknologi, modeling dan masih banyak lagi.
Dan Nawal, selain dia memiliki indera yang bisa membaca isi pikiran manusia, dia juga cerdas dalam sains dan teknologi, serta musik dan modeling. Tetapi Nawal lebih suka sains dan teknologi.
Pernah suatu ketika, data sekolah siswa di sekolahnya terkuak ke permukaan. Dan guru-guru tidak menyadari siapa yang menyebar data itu. Untung saja hanya menyebar di sekitar sekolah saja.
Nawal lah pelakunya. Dia sudah merancang semuanya itu. Dia hanya ingin tau, karena ia belajar sendiri mengotak-atik komputer yang ada di sekolah.
__ADS_1
Nawal mempunyai tim khusus di bidang IT. Jadi mereka akan berdiskusi secara secret bila ada misi. Saat ini contohnya. Entah apa rencana Nawal dan timnya setelah Nawal menelpon seseorang tadi.
Nawal menamakan misi ini secret mision atau misi rahasia.