Anakku, Bukan Anakku

Anakku, Bukan Anakku
Bab 23. Aku Anak Siapa?


__ADS_3

Akan tetapi suatu ketika, Nawal menemukan sebuah kejanggalan di layar iPad nya. Layar itu memberitahukan bahwa mini robotnya menemukan informasi. Antara Nawal dan tantenya - Ela ada kemiripan secara identik. Dari bentuk pipi, hidung minimalis, rahang yang panjang, pipi yang tirus dan bibir yang tipis.


Kenapa selama ini Nawal tak kepikiran untuk melacak itu? Mengapa ia tak berpikir untuk menyelidiki tantenya itu. Selama ini ia hanya fokus pada keluarga mama Basagita - neneknya dan juga keluarga mama Heera - neneknya dari papa Arion.


Akhirnya ada momen juga ia berjumpa dengan Tante Ela, saat mama Fiya libur kantor dan papa Arion juga libur. Kesempatan itu mereka gunakan untuk pulang ke kampung halaman dan tentunya bertemu dengan Ela juga Hanai.


Nawal semakin bertanya-tanya, ada hubungan apa sebenarnya antara dirinya dan sang Tante. Dan yang menjadi inti pencariannya sekarang adalah siapa papanya yang sebenarnya. Ya, Nawal akan fokus ke sana sekarang.


"Sayang, kenapa melamun?" tanya sang mama kepada Nawal. Ia sedang asyik memperhatikan Ela yang sedang mondar-mandir kesana kemari melayani mereka yang sedang makan.


"Dari hidungnya, mirip banget. Pipinya juga sama kayak aku. Lalu hidungnya. Hmmmm, benar ada sesuatu yang disembunyikan mama, papa, Tante dan yang lainnya. Aku harus caritau," batin Nawal.


"Awal," panggil mama Fiya. Ia mencoba menepuk pelan bahu sang putri.


"Sayang, makan dulu," titah sang mama.


Tentu Arion juga jadi beralih fokusnya pada Nawal. Bahkan ia membiarkan sendok yang sedari tadi hendak masuk menggantung di udara. Ia urungkan menyuapkan ke mulutnya.


"Naw," panggil sang papa.


"Iya, pap. Kenapa?" ujarnya terkejut.


"Liatin apa sih, sayang?" tanya papa Arion.


"Ini, pap. Lagi liatin tante."

__ADS_1


"Memangnya kenapa dengan tante?" tanya Fiya penasaran.


"Awal baru tau, mam, pap, ternyata Awal itu mirip banget sama tante Ela. Kenapa ya, mam, pap?" celetuk Nawal sedang polos.


Mendengar perkataan Nawal, seketika Fiya dan Arion terdiam. Mulut mereka serasa di kunci, lidah serasa kaku untuk berucap. Bahkan rahang ikut mengeras.


"Kenapa dengan pap dan mam Awal nggak mirip?"'tanya Nawal lagi.


Semakin membuat Fiya dan Arion tak mampu berkutik.


Fiya semakin yakin, jika Nawal berbeda. Dia yakin Nawal itu seorang bocah yang mempunyai bakat istimewa. Bagaimana dia bisa bertanya hal sebijak itu kepada mereka.


"Mam, pap, kok pada diam sih?" tanya Nawal sembari mengamati kedua wajah orang tuanya itu dengan seksama. Ia bahkan bersiap mendengar bisikan hati mereka. Tapi sayang, tak ada yang berucap dalam hati.


"Te-tentu saja mirip, sayang. Kan tante Ela kakaknya mam. Ya pasti mirip lah," ujar Fiya menjawab. Takut ia Nawal semakin curiga dan bertanya hal-hal yang ia belum siap untuk membongkar semuanya.


"Cuma dagu doang yang mirip, mam. Memanjang. Selain itu nggak ada yang mirip. Mam salah lihat. Coba perhatikan baik-baik," celetuk Nawal lagi. Ia bahkan mengarahkan tubuh Fiya agar berbalik, supaya bisa melihat Ela secara lengkap dan seksama dari atas ke bawah.


"Apa mungkin Awal itu anaknya tante Ela ya mam, pap?"


"Ya nggaklah, nak. Kamu ada-ada saja," sela Arion cepat.


"Kenapa nggak mungkin? Mungkin saja. Di dunia ini tak ada yang tak mungkin, pap, mam," sela Awal lagi. Ia masih tak bisa menerima begitu saja jawaban papa dan mamanya itu.


tap tap tap

__ADS_1


"Lagi bahas apa sih? Serius banget? Tegang gitu lagi wajahnya? Boleh nenek tau?" tanya seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Ya, mama Basagita melihat gelagat Fiya dan Arion yang begitu tegang. Ia pun penasaran dan berniat mencari tau apa yang terjadi pada keluarga kecil Fiya. Diikuti oleh Elfan di belakangnya.


"Nenek, sebenarnya Awal anaknya siapa? Anaknya mam atau tante Ela?" tanyanya langsung tanpa basa-basi.


Mama Basagita begitu pun dengan Elfan terpaku dengan tanya Awal. Tak jauh beda dengan apa yang dirasakan Arion dan Fiya Mereka tak menyangka, anak sekecil Awal bisa menanyakan hal seperti itu.


Dari mana ia dapat pertanyaan seperti itu? Apakah ada orang yang menghasut dirinya sehingga ia mampu bertanya akan hal itu? Lalu, apakah sudah waktu rahasia itu terbongkar? Apakah dengan cara itu Nawal nantinya tau siapa dia sebenarnya?


"Om, Elfan! Awal sayang sama om. Awal adalah satu-satunya keponakan om yang paling menggemaskan. Bisakah om menjawab pertanyaan Awal?" Nawal beralih ke Elfan yang mematung.


"Ma-mau tanya apa, Awa?"'


Ya, itu adalah panggilan sayang Elfan terhadap Nawal. Beda dari papa, mama, nenek dan keluarga lainnya.


"Benar nggak sih dugaan Awa kalau tante Ela itu seperti ibu kandung dari Awa?"


Elfan semakin terpaku. Ia mengira jika Nawal akan bertanya yang lain. Awalnya ia mulai merasa leg. Tetapi setelah menyadari pertanyaan Awal masih tentang kemiripannya dengan Ela, ia pun merasa dirinya terpojok.


Ia meras manusia yang bodoh. Anak sekecil Nawal bagaimana bisa bertanya seperti itu.


Semakin banyak tanya dalam benak Fiya, Arion, mama Basagita dan juga Elfan. Dari mana Nawal tau bertanya seperti itu. Apakah ada orang yang sudah menghasutnya atau apakah ia mendengar obrolan orang dewasa itu yang tak sengaja keceplosan bercerita?


Rasanya tidak mungkin. Mereka bahkan sudah tak pernah membahas itu sudah sangat lama, bahkan ketika Awal sudah dijauhkan dari Ela.

__ADS_1


Jadi darimana Awal bertanya hal se-sensitif itu kepada keempat orang dewasa itu.


__ADS_2