Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 10


__ADS_3

...2.0 Semakin Dekat...


Setelah melewati akhir pecan, mereka kembali bekerja dan anggota tim yang lain pun juga sudah kembali dari liburannya.


Kini Richard pun merasa jika dia dan manajer Anna sudah menjadi dekat, hal itu terlihat dari tatapan manajer Anna yang terlihat dimata Richard.


“Saya pulang deluan ya.” Tutur Anna saat jam pulang telah tiba, tapi masih saja tidak pernah minum atau makan bersama di luar kantor.


“Saya juga.” Ujar Celine juga ingin pulang.


Selain minggu kemarin dan pada saat pertama pergi bersama di tim TF. Richard dan Anna tidak pernah ketemu di luar kantor. Namun meski begitu perasaan yang dirasakan Richard tidaklah berkurang sedikitpun. Melainkan ia kini berharap jika hubungannya dan Anna tidaklah hanya sekedar rekan kerja di kantor.


“Pak Richard, bagaimana kalau kita saja yang minum?” Tutur Kris.


“Hahahah” Balas Richard dengan tertawa.


Begitulah hari-hari selanjutnya yang dilewati oleh Richard. Dan tiba-tiba, di suatu hari. Richard yang ingin lebih dekat lagi dengan manajer Anna pun mencoba memberanikan diri untuk mengajaknya keluar seperti sedang mengajak kencan.


“Ah, manajer Anna. Anda sudah pernah dengar risto xx belum?” Ujar Richard menoleh kepada Anna.


“Ah, saya pernah dengar.” Jawab Anna.


“Kalau ada waktu, akhir pecan ini mau coba perg ke sana bersama?” Tutur Richard sehingga Anna pun tercengang.


“Ah, sayang sekali. Maaf, di akhir pekan saya harus bersama anak saya.” Ucap Anna sambil melemparkan senyum kepada Richard.


“Saya tidak bisa membuat janji di akhir pekan.” Sambung Anna.


“Ah…” Sayangnya upaya Richard untuk mengajak Anna pergi bersama kali ini tidak berhasil.


Sangat disayangkan, dan Richard pun merasa jika semua ini seperti terhalang sebuah dinding besi dan seperti tidak ada kesempatan lagi. Dengan mendengar ucapan tidak bisa buat janji itu sangat membuat Richard putus asa.


Dan begitulah, wanita yang sudah menikah ini sangat sulit ditaklukkan oleh Richard. Walaupun hidup terpisah, dia masih punya suami.


“Aku tidak boleh seperti ini. Mana boleh mengajak kencan” Ujar Richard tertunduk berkata dalam hati berusaha menyngkirkan perasaannya itu.

__ADS_1


Walaupun sudah membuat konklusi seperti itu, Richard masih tetap mencoba melanjutkan hubungan emosional mereka di dalam kantor. Contohnya, diam-diam Richard menaruh segelas kopi atau sebungkus kue di atas meja kerja Anna.


“Selamat pagi manajer Anna.” Ucap Richard menyapa Anna ketika baru saja sampai kantor di hari selanjutnya.


“Selamat pagi kembali pak Richard.” Sahut Anna menjawab sapaan Richard tadi.


“Hari ini sedikit dingin ya?” Sambung Anna.


“Ah, iya.”


Awalnya Richard tidak sadar, tapi ternyata manajer Anna diam-diam datang ke kantor lebih awal dari orang lain, dan mengelap meja keyboard milik Richard dengan tisu basah sehingga rasanya Richard pun merasa jika mempunyai seorang istri di kantor. Tapi, meski begitu hubungan mereka bukanlah hubungan yang romantis.


Seiring bejalannya waktu, mereka pun terus memanggil satu sama lain sesuai dengan posisi mereka di kantor. Dan mereka saling menghormati.


“Pak Richard.” Teriak Anna ketika Richard berada di luar kantor sehingga Richard pun menoleh dan membuat matanya tak dapat berkedip melihat kecantikan Anna.


“Di sini.” Sambung Anna melambailkan tangan dan setelah itu Anna pun mendekat padanya.


“Apa anda mau beli makan siang? Ayo pergi bersama.” Ujar Richard.


“Di tempat yang baru buka di depan sini.” Sambung Richard.


Mungkin Richard tidak tahu kapan Anna akan berbagi cerita yang mendalam, menunjukkan sisi lemahnya, atau meminta permintaan sulit lagi. Dan, seperti itulah sampai musim panas berlalu dan musim gugur datang, dan kini tim TF akhirnya beroperasi lebih dari 4 bulan dan berlangsung hampir 5 bulan


“Manajer Richard! Kenapa anda di sini sendirian?” Tanya Kris di hari selanjutnya.


“Kami akan pergi berpasangan dan naik taksi.” Sambung Kris yang kebetulan akan pergi bersama Celine sehingga Richard pun hanya bisa tercengang.


“Ah?”


“Apa anda kecewa karena proyek tim ditunda?” Tanya Kris kembali.


“Ti-tidak, sangat disayangkan tapi pekerjaan kantor kan memang bisa seperti itu.” Jawab Richard.


“Aku hanya sedikit sedih karena semuanya akan kembali ke departemen masing-masing.” Sambung Richard.

__ADS_1


“Jangan bilang begitu! Kita kan bekerja di perusahaan dan di gedung yang sama. Kita bisa bertemu kapan saja.” Sahut Celine terharu.


“Betul, dan mungkin saja aka nada proyek baru yang seperti ini lagi!” Sahut Kris.


“Kita juga bisa bertemu di jam istirahat.” Sambungnya lagi.


Meski begitu, bukanlah hal itu yang membuat Richard nampak seidh. Tetapi manajer Anna lah yang membuat ia berpikir seperti itu, yang mana ia berpikir itu mungkin akan sulit bagi manajer Anna, karena manajer Anna yang selalu bekerja di jam istirahat dan langsung pulang jika sudah selesai bekerja, dia juga tidak bisa hadir di acara makan malam penutupan hari ini.


“Sayang sekali.” Tutur Richard dalam hati memikirkan hal itu.


Dan waktu untuk berpisah dengan manajer Anna pun akhirnya datang juga. Orang yang tidak bisa ditemui di luar kantor, antara Richard bisa melupakan perasaan nya itu dengan mudah atau tidak benar-benar menyukainya dari awal. Richard tidak tahu yang mana.


Tiba-tiba saja pada saat sedang asik-asiknya bersama dengan rekan-rekannya yang lain di acara perpisahan itu. Sebuah pesan pun masuk, dan ituadalah pesan dari Anna.


‘Meja anda belum dibereskan, ya? Laptop dan buku anda masih di sini. Kalau begitu anda ke sini lagi?” Ujar Anna dalam isi pesan yang di kirimkan kepada Richard.


Richard pun tercengang saat membaca pesan dari Anna itu, dia benar-benar tak menyangka jika Anna mengiriminya pesan seperti itu, yang mana ia pikir jika dirinya yang sudah melupakan Anna itu ternyata salah besar.


Tiba-tiba saja salah satu rekan Richard yang berada di situ tidak sengaja melihat isi pesan dari Anna sehingga orang itu pun berkata:


“Wah, manajer. Anda sudah bekerja dengan baik.” Ucapnya sehingga pada saat Richard menoleh iapun menutup matanya seakan-akan sedang mengejek Richard.


“Loh? Kok… Upss maaf saya tidak sengaja melihatnya.” Ucapnya.


Sehingga Richard pun terkejut dan buru-buru membalikkan pnsel yang ia pegang.


“Manajer Anna tidak datang?” Tanya orang itu lagi.


“Ah, haha. Iya, jadi…” Jawab Richard malu-malu karena sudah tertangkap basah sedang mengirim pesan kepada Anna.


“Manajer Anna bilang dia tidak bisa ikut makan malam kali ini.” Sambung Richard menjawab.


“Sayang sekali. Menajer Anna orang yang pintar jadi saya ingin belajar darinya. Tapi saya belum mendapatkan waktu yang pas.” Ucap orang itu dan lalu melanjutkan lagi.


“Harusnya saya minta tolong padanya waktu bertemu di tempat kerja, tapi sifatnya kelihatan dingin. Jadi saya kira dia kurang paham.” Sambung orang itu dan membuat Richard pun tak terima lalu berkata:

__ADS_1


“Apa!? Tidak, dia bukan orang yang seperti itu. Dia sangat sibuk.” Ujar Richard.


...Bersambung...


__ADS_2