Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 36


__ADS_3

...3.6 Pertemuan yang tak sengaja....


Kemudian manajer Anna pun menunduk lalu berkata kepada anaknya:


“Kau pernah bertemu dengan paman itu kan? Ayo beri salam.” Ucap Anna.


Seketika Richard pun membungkuk dengan sopan sebagai tanda memperlihatkan sifat sopan kepada anaknya Anna.


“Saya bertemu seseorang dan saya harus belanja sesuatu untuk tiket parkir. Jadi saya harus melihat-lihat makanan.” Ucap Anna kepada Richard.


“Saya punya waktu 1 jam, boleh tidak saya ikut jalan-jalan bersama anda?” Ujar Richard meminta izin.


Dan seperti itulah Richard dan Anna bertemu lagi di akhir pekan dan belanja bersama-sama, dan mereka membicarakan banyak hal yang menarik.


Berbelanja beer dan pangsit serta membicarakan tentang makanan yang hanya terlihat enak di iklan namun saat di cicipi tidak se-enak itu.


Richard pun senang namun juga merasa canggung ketika Anna memintanya untuk mencicipi sebuah makanan.


“Pak Richard, coba di makan.” Ujar Anna.


“Ah, lezat sekali.” Ucap Richard.


“Anda juga coba makan.” Sambung Richard meminta Anna untuk mencicipinya juga.


“Wah, lezat ya.” Ujar Anna yang juga setuju jika makanan itu memanglah lezat.


Seketika Richard pun mulai membayangkan tentang bagaimana kehidupan sepasang suami istri, apakah sama yang ia rasakan saat ini. Menami Anna berbelanja bersama, masak bersama, makan bersama dan tidur bersama.


Dan, itulah yang ada dipikiran Richard saat ini, dan andaikan saja hal itu betul-betul menjadi kenyataan, pasti ia akan sangat bahagia. Dan, ketika Richard memikirkan hal itu tiba-tiba saja ibunya muncul di tempat itu sehingga Richard pun kaget, terlebih lagi ibunya juga kaget mendapati anaknya sedang berbelanja bersama seorang wanita.


“Ah, ibu.” Ucap Richard.


“Anak ku! Kenapa tidak angkat teleponnya?!” Tanya sang ibu.


“Aku tadinya mau telepon.” Jawab Richard.


“Ibu kenapa kemari?” Sambungnya bertanya, dan kemudian melanjutkan dalam hati:


“Sial, aku terlalu sibuk sampai tidak sadar ibu telepon.” Ungkapnya dalam hati.


“Teman-teman ibu sudah ada yang pergi, ibu pikir kau sedang beli sesuatu, jadi ibu turun.” Pungkas sang ibu.


“Ibu juga menduga kau aka nada di sekitar sini.” Sambungnya.


“Ah… jadi bu.” Tutur Richard namun tiba-tiba ia ia melihat mata ibunya tertuju kea rah Anna dan ibu Richard begitu serius memperhatikan Anna yang berdiam diri sambil memegang anak.

__ADS_1


“Apa aku harus menjelaskan ini semua?” Ungkap Richard dalam hati mulai merasa bingung.


Richard benar-benar dihadapkan dengan situasi sulit saat ini dan ia benar-benar bingung harus berbuat apa dan harus berkata apa kepada ibunya.


“Apa aku harus memperkenalkan manajer Anna kepada ibu? Tidak, aku harus keluar dari situasi ini dulu.” Tuturnya dalam hati.


“Tapi, kalau aku menghindari situasi ini, di depan ibu aku pasti terlihat sedang melayani wanita yang sudah bercerai…” Sambungnya masih belum menemukan solusi.


Dan, tiba-tiba Anna pun mendekat lalu berkata:


“Selamat siang…”


Seketika suasana pun menjadi semakin tegang dan Richard pun hanya bisa menoleh ketika Anna mulai berbicara.


“Anda ibunya pak Richard ya?” Tanya Anna kepada ibu Richard.


Ibu Richard pun seketika terlihat bingung dan kemudian Anna melanjutkan:


“Saya rekan kerja pak Richard di kantor, nama saya Anna, saya banyak dibantu oleh pak Richard.” Ucapnya dengan sopan.


“Wah, anda rekan kerjanya. Anak saya tidak berulah kan? Hohoho.” Ujar ibu Richard.


“Anda punya anak. berapa tahun?” Sambung ibu Richard bertanya.


Richard pun seketika nampak gelisah dan rasanya dia ingin memberanikan diri untuk mengatakan kepada ibunya jika Anna lah orang yang pernah ia katakana pada tempo dulu.


“Ayo, beri salam.” Sambung Anna meminta anaknya untuk memberikan salam kepada ibunya Richard.


“Saya deluan tante.” Ujar Anna lagi berpamitan kepada ibunya Richard.


“Iya, tolong jaga anak saya di kantor ya.” Jawab ibunya Richard.


Tentu saja Richard pun semakin gelisah dan rasanya ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan kali ini. Namun, apalah daya, Richard memanglah tidak memiliki keberanian dan dia hanya bisa menatap Anna pergi tanpa mewujudkan keinginannya.


Setelah itu Richard dan ibunya pun juga pulang dan ketika sudah berada di mobil, ibu Richard pun bertanya:


“”Prang yang tadi rekan kerjamu? Akrab?” Tanyanya.


Ibu Richard terlihat begitu penasaran dengan Anna sehingga belum sempat Richard menjawab, sang ibu pun lagi dan lagi melontarkan pertanyaan kepada Richard:


“Yang bersama dia anaknya? Atau keponakannya?” Sambungnya.


“Jangan-jangan kau…” Lanjutnya lagi seperti sedang mencurigai Richard.


Dan dengan cepat Richard pun menjawab:

__ADS_1


“Tidak bu, dia sudah menikah.” Ujarnya menjawab.


“Dan lebih tua dari aku.” Sambungnya.


Sebetulnya Richard ingin memberitahukan sang ibu jika orang yang dia suka itu adalah Anna si wanita yang sudah punya anak satu. Namun, tidak tahu kenapa ia susah untuk mengatakan hal itu kepada sang ibu.


“Haa, dasar manusia penakut.” Ungkapnya dalam hati.


Saat baru saja menjalankan mobilnya, Richard pun kembali memikirkan Anna:


“Tadi manajer Anna pergi kea rah yang berlawanan dengan tempat parkir.” Ujarnya dalam hati.


“Dia kan sudah selesai belanja dan akan pulang ke rumah, apa dia sengaja menghindar karena takut bertemu aku lagi di tempat parkir.” Sambungnya menerka-nerka.


“Haa, anda sangat bijak.”


Dan tiba-tiba sang ibu pun kembali bertanya ke padanya dengan pertanyaan yang mungkin agak sulit dijawab oleh Richard.


“Katanya tidak sengaja bertemu, tapi kenapa kau belanja dengan orang yang sudah punya suami?”


“Hati-hati kau. Orang pasti curiga kalau kau pergi bersamanya seperti itu!” Ujar sang ibu memperingati Richard.


“Ha, zaman sekarang pria dan wanita pergi bersama itu aneh ya?” Ucap Richard.


“Kan bisa saja aku mau membantu bawa belanjaannya.” Tuturnya lagi.


“Wah, wah. Tidak aneh, tapi berbeda kalau dia sudah menikah! Kau sudah gila ya.” Ucap sang ibu merasa kesal dengan ucapan anaknya barusan.


“Wanita itu juga aneh. Dia sudah punya suami tapi malah belanja dengan pria lain yang lebih muda.” Sambung sang ibu sehingga Richard pun berkata:


“Haa, sudah deh bu.” Ucap Richard dengan nada kesal.


“Apa dia sudah cerai atau suaminya meninggal?” Tanya sang ibu lagi.


“Kau terlihat terlalu akrab dengannya.”


“Ha, sudah kubilang bukan.” Jawab Richard masih dengan nada kesal.


Richard yang semakin kesal dengan lontaran-lontara ucapan dan pertanyaan ibunya itupun membuatnya harus mengatakan yang sebenarnya:


“Dia sudah bercerai tapi tadi kami tidak sengaja bertemu.” Ungkap Richard.


Sang ibu pun tercengang ketika Richard berkata seperti itu, dan sepertinya dia kurang suka akan hal itu sehingga sang ibu pun berkata:


“Kau tidak mau bertemu orang yang mau dikenalkan teman ibu? Katanya orangnya lumayan.” Ujar sang ibu.

__ADS_1


“Keluarganya juga baik. Ayahnya dulu adalah dierktur kementrian dalam negeri. Anaknya sopan dan baik.” Sambung sang ibu berharap Richard mau.


...Bersambung....


__ADS_2