Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 16


__ADS_3

...2.6 Menghadiri Acara Pernikahan Mantan...


“Ah, selamat ya.” Ujar Richard.


“Aku ingin memberikan undangannya secara langsung tapi kakak nggak datang di pertemuan rutin.” Ujar Nina.


“Memangnya sekarang orang masih mengirim undangan yang dicetak ya? Aku sudah tahu tempat dan waktunya.” Balas Richard dan kemudian melanjutkan ucapannya dalam hati.


“Hmm, untuk apa aku datang ke pertemuan kalau tahu kau ada di sana?’


Seketika hal yang tak diinginkan pun terjadi ketika Nina berkata:


“Bisa ngak kita ketemu sebentar? Besok aku akan lewat kantor kakak.” Ucap Nina sehingga membuat eksperis Richard pun berubah.


“Sinting ya dia?” Ucap Richard dalam hati.


“Sepuluh menit saja, beneran deh.” Sambung Nina.


“Hei! Kau akan menikah kurang dari 10 hari lagi. Mana boleh kau bertemu mantan pacarmu! Kau kenapa sih?” Ujar Richard mengomeli Nina, namu Nina tetap saja ngotot ingin bertemu dengan Richard.


“Aku kan nggak mengajak kakak makan atau bertemu di malam hari. Hanya sebentar saja kok! Kakak ada waktu kan? Aku akan hubungi lagi besok.” Ujar Anna dan lalu mematikan panggilan teleponnya tersebut..


“Tu-tunggu..!” Teriak Richard.


“Ah, dia serius.” Sambung Richard pasrah.


Di keesokan harinya mereka pun Nina pun benar-benar menemui Richard dan Richard pun berkata:


“Kau beneran datang?!” Ucap Richard.


“Kau kekurangan orang untuk foto bersama? Atau terlalu banyak makanan, kenapa aku harus banget datang?!” Sambung Richard.


“Kenapa kakak bilang begitu? Kakak pikir aku akan menyuruh kakak datang karena kekurangan orang?” Balas Nina sambil mengotak-atik tasnya dan lalu mengeluarkan sebuah amplop undangan.


“Lalu kenapa! Apa alasan yang membuat aku layak datang ke sana?!” Tanya Richard lagi.


“Sebagai mantan pacar, kakak layak datang.” Ucap Nina dan kemudian Richard pun berkata:


“Logika seperti apa itu! Hei, kau jangan-jangan mengundang semua mantanmu? Kau senang kalau kami semua foto bersama?” Ujar Richard berprasangka buruk terhadap Nina.


:Tidak, tidak boleh begitu.” Sambungnya, dan tiba-tiba suara Nina pun lepas:


“Hei! Kakak ma uterus begini? Kakak itu satu-satunya mantan pacarku, bodoh!” Ujar Nina mengomel dan Richard pun tercengang lalu berkata dalam hati.

__ADS_1


“Ah, ternyata dia serius. Dia benar-benar ingin aku datang.” Setelah itu Nina pun kembali berkata:


“Kakak pasti senang kalau datang, dan aku juga mau kakak datang.”


Seperti duri yang membuat orang ketagihan. Nina membuat Richard ingat kenangan memalukan di saat masa mudanya yang bodoh. Nina tahu sosok Richard yang paling buruk. Orang yang paling tahu seberapa memalukan dan mengecewakannya Richard ketika berumur 20-an. Karena itu juga kenapa Richard ingin segera mengakhiri hubungan dengan Nina.


“Sepertinya dia berpikir aku harus memberikan dia tepuk tangan di hari pernikahannya untuk memastikan kalau hubungan kami benar-benar berakhir.” Tutur Richard dalam hati ketika Nina sudah pergi.


“Ya sudah, aku akan pergi. Tegakkan badan dan dengan percaya diri.”


“Lalu tatap mata mempelai wanita dan berikan tepuk tangan.” Sambung Richard dalam hati.


Setelah hari pernikahan mantan pacar tiba. Richard pun betul-betul mendatangi acara pernikahan mantan pacarnya itu. Sehingga beberapa teman Richard dan Nina yang menghadiri acara pernikahan tersebut pun mulai berbisik ketika melihat Richard ada di acara tersebut.


“Astaga, anak sinting. Dia benar-benar datang.”


“Hahaha, luar biasa dia.”


“Lihat, itu mantan pacarnya Nina.”


Seperti itulah orang-orang berbisik-bisik ketika melihat Richard menhadiri acara penikahan Nina. Sehingga mata Richard pun hanya bisa tertuju ke bawah dan membungkukkan badan.


Bukan hanya itu, orang tua mantan pacar pun terlihat syok ketika melihat Richard.


“Astaga, kenapa dia ada di sini? Kok bisa.” Ujar orang tua mantan pacarnya dengan ekspresi terkejut.


Seketika Richard menjadi pusat perhatian ketika menghadiri acara pernikahan pacarnya itu.


“Tante, anda elegan sekali.” Ujar Richard.


“Terima kasih, jangan langsung pulang. Makan dulu di sini.” Balas orang tua mantan pacarnya sehingga Richard pun berkata dalam hati:


“Sudah kuduga, aku seharusnya tidak datang.” Tuturnya dalam hati.


Setelah itu Richard pun duduk di salah satu meja kosong yang ada di acara tersebut. Dan, seketika beberapa teman kuliahnya pun datang menghampiri dan berkata:


“Wah, kok kau ada di sini?” Tegur salah satu teman kuliah Richard dan Richard pun tidak menjawab melainkan hanya melemparkan senyum kepada temannya itu.


“Apa Nina yang mengundangmu? Aku juga kehabisan kata-kata karena dia memberikan undangannya.” Sahut salah satu temannya lagi.


“Hahahah”


“Nanti waktu acara berlangsung kau nggak bakal loncat menerjang Nina kan?” Ucap temannya lagi bercanda dengan ledekan dan kemudian di sahuti oleh temannya yang lain.

__ADS_1


“Salah satu dari kita harus jaga dia supaya dia nggak dekat-dekat dengan mempelai wanita.”


Richard yang merasa risih itupun menjawab dengan nada sinis:


“Berisik, aku akan makan. Jadi jangan ganggu aku, oke?” Ujar Richard.


Setelah beberapa waktu kemudian, mempelai wanita pun datang dengan pengantin pria nya. Namun Richard tidak merasakan apa-apa selama acara berlangsung. Memperlai prianya tampan dan jauh lebih tinggi dari Richard.


Sontak orang-orang pun bertepuk tangan ketika memperlai wanita dan pria datang dan begitupun Richard dengan ekspresi kosong ia juga memberikan tepuk tangan kepada mempelai. Selain itu Rcihard juga mendengar bisik-bisik dari tamu-tamu yang lain.


“Wah, pria nya tampan ya.”


“Iya, katanya dia pengacara.”


Mendengar bisikan itu Richard pun berbisik dalam hati.


“Pengacara? Hmm, apa dia kaya? Yah, Nina juga kaya. Mereka pasti tidak bawa mobil sendiri, sebaiknya aku minum wine saja.” Ungkap Richard dalam hati.


Seketika fotographer pernikahan pun teriak:


“Waktunya foto.” Sontak, teman-teman Richard yang lain pun menariknya naik ke atas panggung pengantin untuk mengambil foto bersama. Namun, Richard sebisa mungkin berontak karena tidak mau ikut berfoto.


“Ayo cepat!” Ujar teman-teman Richard yang menariknya.


“Hei, biarkan aku simpan harga diriku yang terkahir ini.” Ujar Richard terus memberontak.


“Kumohon.” Sambung Richard memohon agar tidak di paksa ikut berfoto bersama.


Karena terus memberontak, teman-teman Richard itupun melepasnya dan lalu pergi sambil berkata kepada Richard:


“Aku biarkan kau kali ini saja!” Ungkap teman-temannya.


“Para manusia sialan. Seharusnya aku tidak datang.” Ucap Richard kesal, dan kemudian Richard pun kembali ke mejanya tadi sambil memperhatikan mempelai dari meja tersebut.


Dari meja itu Richard pun menekuk dagu memperhatikan Nina sambil berkata dalam hati:


“Dia memang cantik sih. Ini benar-benar yang terakhir” Ucap Richard dalam hati.


Kemudian Richard pun memperhatikan sekeliling di sisi ruangan lain yang ramai dengan para tamu. Namun, tiba-tiba Richard pun terkejut ketika melihat manajer Anna ada di acara itu dan dia pun berkata:


“Ha..? Aku nggak salah lihat?” Ujar terkejut.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2