Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 33


__ADS_3

...3.3 Sahabat Dekat Manajer Anna....


“Bukan untuk saat ini, tapi dalam kehidupan anda. Semoga anda bisa melupakan semua yang membuat hati anda terluka sampai saat ini.” Sambung Anna lagi.


Richard masih tidak menyangka jika hal itu bisa terjadi, denyut yang hampir pecah dan setiap sel saraf di tubuhnya yang mencoba mengingat seperti ingin membuktikan kalau ia masih hidup.


Dan saat iniliah Richard benar-benar akan melupakan segalanya demi Anna, sepertinya ia bisa mempertaruhkan nyawanya, dan ia serius akan hal itu.


Setelah usai menikmati bibir manis Anna, Anna pun kembali meminta Richard memasangkan kancing BH nya dengan berkata:


“Anu, apa bisa tolong pasangkan lagi?” Ujar Anna dan membuat Richard pun menjadi canggung dan kebingungan.


“Pasangkan di mana saja.” Sambung Anna.


“Aku baru pertama kali melakukan ini.” Tutur Richard dalam hati sambil memasangkan kancing BH Anna.


Setelah itu Anna pun kembali berkata kepada Richard:


“Baru deh sekarang ekspresi anda berubah.” Ucapnya dan membuat pipi Richard pun seketika memerah.


“Ah, iya.” Jawab Richard malu-malu.


“Di saat seperti ini aku harus bicara apa?” Sambung Richard dalam hati bingung harus berbuat apa.


“Saya tidak akan bicara panjang lebar, pulanglah sekarang.” Ujar Anna.


“Anu…” Tutur Richard dengan nada sedikit ragu.


“Terima kasih.” Sambungnya, dan Anna pun tersenyum sehingga Richard pun kembali melanjutkan:


“Ah, saya tidak tahu kata-kata yang harus saya katakan.” Ucap Richard melanjutkan dalam hati sambil sambil melangkahkan kaki untuk pulang.


“Apa aku harus bilang kalau aku mencintaimu? Apa kata yang tepat itu adalah cinta?” Sambungnya dalam hati.


Jika kemarahan, kekecewaan dan penyesalan hilang semua, dan sepertinya tempat di tempat ini dipenuhi dengan rasa syukur, cinta dan harapan.


Setelah berada di rumahnya Richard pun segera menghadap PC nya dan mengotak-atik file dalam PC tersebut sambil berkata:


“Saya sepenuhya memahami dan menghargai keputusan anda, saya harap proyek manajer JE berjalan lancer. Saya akan membagikan materi yang ada.” Ucapnya mau mengikhlaskan.


Namun tiba-tiba ponselnya pun berbunyi:


“Iya bu.” Ujar Richard menjawab telepon yang masuk dari ibunya.


“Ibu sudah makan malam?”

__ADS_1


“Iya, pasti akan cepat sembuh. Iya tidur yang nyenyak.” Ucap Richard.


Malam itu, untuk pertama kalinya sete;ah sekian lama Richard bisa tidur dengan nyenyak.


Ia merasa yakin bahwa ia bisa melakukan apa saja dank arena ia sudah memiliki keberanian, iapun memutuskan untuk berusaha yang terbaik dan mencoba menyeberangi sungai yang deras.


Di ke-esokan harinya, Richard yang baru terbangun dari tidur itupun terlihat sangat segar dan iapun mengawali pagi dan aktivitasnya penuh dengan semangat, jauh berbeda dengan apa yang terjadi kemarin hari ini Richard sangat bersemangat dan terlihat sangat gembira. Sehingga, sepanjang perjaanannya menuju kantor, hampir semua orang di jalan ia sapa dengan sopan.


Dan, iapun merasa untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa seperti manusia baru dan setelah membicarakan masalah itu pada anggota timnya, ternyata bisa selesai lebih baik dari dugaanny.


“Saya minta maaf tiba-tiba ada masalah seperti ini, kalian sudah bekerja dengan sangat baik.” Ucap Richard di hadapan anggota timnya.


Dan begitulah yang terjadi, proyek mereka di bubarkan tanpa penyesalan, walaupun setidaknya dari luar terlihat seperti itu. Selama beberapa bulan ketika ia tenggelam dalam pekerjaannya banyak juga hal yang terjadi pada manajer Anna.


‘Aku sudah bercerai.” Ucap Anna mengirimi Richard pesan singkat.


Meskipun Richard belum mendengar cerita detailnya, tapi sekarang mereka bisa keluar dari masalah ikatakan moral dan bisa melanjutkan hubungan mereka.


“Aku harus bertemu dan mendengarkan ceritanya.” Ujar Richard dalam hati sambil menikmati makan siang bersama seniornya.


“Hei, kau tertimpa kesialan ya? Berapa lama waktu yang kau habiskan untuk mengerjakan proyek itu?” Tanya senior Richard.


“Mereka juga harusnya merasakan semua itu…” Sambung senior Richard dan Richard pun hanya tersenyum.


“Hai manajer Anna!”


Dan benar saja ternyata Anna juga ada di situ sehingga Richard pun sedikit terkejut.


“Wah sudah lama tidak ketemu, kulitmu terbakar sekali. Sepertinya kau liburan ke tempat yang menyenangkan? Kau masih bekerja di bagian M&A?” Tanya senior Richard kepada Anna.


“Masih, aku sangat stress, karena itu aku ingin berhenti dari tim strategi.” Jawab Anna, dan Richard pun menanggapi dalam hati.


“Kulitmu terbakar karena pergi ke hawai untuk berselancar di musim panas.” Ucap Richard dalam hati.


“Aku harus belajar setidaknya sekali, bagaimana kabar yang lain? Ucap Anna.


“Ayo sesekali berkumpul.” Ujar senior Richard yang terlihat sudah akrab dengan Anna.


“Boleh.” Balas Anna.


Tentunya Richard pun sedikit risih melihat Anna dan seniornya itu terlihat akrab sehingga iapun berkata dalam hati:


“Apa ini? Kenapa intim sekali?”


“Haha, kalau begitu sampai jumpa lagi.”

__ADS_1


“Iya, aku deluan ya.”


“Apa karena sekarang manajer Anna sudah menjadi jiwa yang bebas begitu..?” Sambung Richard dalam hati.


Setelah Anna pergi, Richard pun melanjutkan obrolannya bersama seniornya itu.


“Kau kenal manajer Anna?” Tanya senior Richard.


“Ah iya, tahun lalu kami kerja di tim TF.” Jawab Richard.


“Berapa lama? 3 Bulan?” Tanya senior Richard terlihat penasaran dan kemudian iapun mendekati wajahnya dengan Richard dan melanjutkan dengan berkata:


“Kau nggak naksir sama dia kan?” Sambungnya semakin penasaran.


Richard pun tercengang dengan pertanyaan senironya itu sehingga Richard pun menjawab dengan sedikit gugup.


“Kau tahu kan dia sudah menikah? Dia juga sudah punya anak.” Jawab Richard sambil berusaha menutupi kegugupnnya.


“Memangnya senior kenal dia darimana?” Sambung Richard bertanya.


“Dia?”


“Kami dulu satu klub di kampus. Aku lebih tua setahun karena aku mengulang ujian.” Jawab senior Richard.


Dan kemudian senior Richard itupun menceritakan tentang kedekatannya dengan manajer Anna kepada Richard mulai.


“Kami kenal satu sama lain sudah hampir 20 tahun.” Tuturnya.


“Hubungan kami tidak pernah terputus. Bisa dibilang kami sahabat dekat.” Sambungnya, dan Richard pun hanya bisa serius mendengarkan meskipun hatinya sedikit tidak suka mendengar cerita seniornya itu.


“Terus kenapa?” Ungkap Richard dalam hati mulai merasa kesal.


“Hmm. Sahabat dekat 20 tahun, dia pasti mau membuatky kesal dan cemburu.” Sambung Richard dalam hati, dan kemudian melanjutkan.


“Pasti dia kira aku suka manajer Anna.”


“Mari kita lihat seberapa tahu dia soal manajer Anna. Aku juga penasaran masa-masa sekolah manajer Anna.” Tutur Richard lagi dalam hati.


Dan kemudian Richard pun mulai memancing senironya untuk mengetahui apakah seniornya itu benar-benar tahu tentang manajer Anna.


“Anda kenal dekat ya dengan manajer Anna? Dia sangat pandai bekerja, saya sangat menghormatinya.” Ucap Richard.


“Wah, tahu dong. Kita kan sahabat dekat.” Jawab senior Richard.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2