
...1.8 “Hal Yang Memalukan...
Begitulah cerita yang terjadi antara Richard dan Anna di dalam ruangan studio. Dan, kini haripun berlalu tapi keseharian antara Richard dan Anna tidak banyak berubah. Mereka selalu fokus di jam kerja, dan seiring berjalannya waktu sesuatu terjadi dan mengubah hubungan mereka berdua.
“Jam tujuh…” Ucap Richard seorang diri kaget melihat waktu sudah berlarut.
“Ah, apa aku makan sekarang lalu pulang dan nonton film di rumah? Atau aku selesaikan pekerjaanku?” Sambung Richard berkata sendiri karena kebeutaln pada saat itu hanya tinggal dia sendiri saja yang ada di kantor.
Dan tiba-tiba saja ponsel Richard pun berbunyi dan pada saat ia lihat ponselnya tersebut, ternyata Anna yang menguhubunginya sehingga iapun dengan cepat mengangkat panggilan masuk dari Anna tersebut.
“Halo…”
“Iya halo.” Jawab Richard.
“Pak Richard, apa anda masih di kantor?” Tanya Anna dalam sambungan telepon tersebut.
“Iya masih.” Jawab Richard.
“Anu, apa anda bisa bantu saya? Anda bisa ke lantai parker B4?” Tutur Anna yang dari nada bicaranya terdengar panik dan tergesa-gesa.
“Apa ada barang bawaan yang berat? Saya akan turun sekarang.” Ujar Richard dan kemudian iapun bergegas menemui Anna.
Richard yang sementara jalan menuju ke tempat Anna berada itupun tiba-tiba mendapatkan pesan masuk dari Anna:
‘Pak Richard, bilang saja kalau anda tidak bisa melakukannya. Saya benar-benar minta maaf.”
“Sebenarnya dia perlu apa sampai minta maaf seperti ini?” Tanya Richard dalam hati bingung tentang apa yang terjadi dengan Anna.
Tiba-tiba ponsel Richard pun kembali berbunyi dan itu adalah pesan masuk dari Anna lagi. Namun kali ini Richard betul-betul tercengang ketika melihat isi pesan Anna tersbut yang mengatakan:
‘Apa anda bisa ke mini market dan membelikan saya pembalut. Pakaian dalam, tisu basah, obat penghilang rasa sakit dan air putih’ Ucap Anna Dalam isi pesan yang dikirimkan ke Richard itu.
Lagi dan lagi Anna pun kembali mengirimkan pesan kepada Richard.
‘Dan apa anda bisa ke shopping mall bawah tanah yang ada 1 blok dari sini lalu ke toko pakaian wanita untuk membelikan saya rok atau celana berukuran 55? Warna abu-abu atau hitam. Tapi saya tidak yakin ada yang jual pakaian di sana.’ Ujar Anna lagi dalam isi pesannya itu meminta bantuan Richard.
Rasanya kepala Richard kini mulai pusing seakan-akan darahnya mengalir dengan cpat ketika melihat isi pesan dari Anna tersebut.
__ADS_1
“Kenapa harus aku? Aku kan seorang pria.”
“Bukannya ini sesuatu yang sangat sulit diceritakan oleh seorang wanita pada seorang pria?” Tutur Richard dalam hati.
Dan, tiba-tiba Anna pun kembali mengirimkan dia pesan dengan mengatakan:
‘Ah tidak. Sepertinya memakan waktu terlalu lama. Maaf. Yang pertama saja, pakaian tidak perlu. Saya benar-benar minta maaf, dan tolong katakana kalau anda tidak bisa. Tidak apa-apa” Ucap Anna dalam isi pesannya tersebut.
“Dia kelihatan tidak baik-baik saja.” Tutur Richard dalam hati mengkhawatirkan Anna.
“Kalau memang canggung, kenapa dia minta maaf padaku? Sambung Richard.
Di dalam lubuk hati Richard yang paling dalam, dia ingin berbuat baik. Dia ingin membantu Anna sebisa mungkin dan ingin menolongnya. Sehingga, Richard pun membalas pesan Anna tersebut.
‘Saya akan segera membelinya, saya akan menghubungi anda lagi kalau sudah beli.’ Ujar Richard dalam balasan pesannya tersebut.
Dan begitulah Richard, dia ingin menjadi seseorang yang berarti untuk Anna.
Untungnya di gedung kantor terdapat toko obat dan mini market. Sehingga, Richard pun tidak kesulitan untuk mendapatkan apa yang manajer Anna minta tadi. Namun meski begitu, rasa gugup dan malu pun terlihat di wajah Richard ketika sudah sampai di toko tersebut, dari cara ia berbicara tampaknya dia sedikit malu-malu untuk menyebut barang yang ingin dia beli.
“Pem..balut dan obat pereda sakit.” Tutur Richard ketika staf toko obat menanyakan apa yang ia inginkan.
“Yang besar? Sedang? Apa sayapnya?” Tanya staf toko obat tersebut.
“Ya-yang besar.” Jawab Richard kaku.
Begitpun ketika di mini market, ketika staf mini market menghitung barang belian Richard pun tidak berekspresi apapun ketika Richard membelikan Anna pakaian dalam.
“Apa anda perlu kantung plastik?” Dan itu saja yang dikatakan oleh staf itu.
Ini pertama kalinya Richard tahu kalau pakaian dalam dijual dijual di mini market.
Setelah selsai membeli semua kebutuhan Anna tadi, iapun dengan cepat menuju ke tempat Anna menunggu.
Richard yang sudah berada di tempat parker itupun mengambil ponselnya untuk menghubungi Anna.
“Halo manajer Anna..!”
__ADS_1
“Di sini!” Teriak Anna melambaikan tangan dari dalam mobil.
“Iya.” Dan Richard pun segera menghampiri Anna.
Seketika pada saat Anna sudah berada di samping pintu mobil Anna. Anna pun terlihat panik dan meminta Richard agar tidak mendekat dulu.
“Tunggu..! Jangan mendekat.” Teriak Anna dari dalam mobil yang hanya mengeluarkan tangannya dari jendela mobil untuk menghentikan Richard.
“Ah, gimana ni?”
“Ya sudah anda ke sini dulu.” Ucap Anna bingung.
“Turunkan dulu jendela anda. Saya akan memberikan barangnya sambil melihat kea rah lain.” Ujar Richard. Dan, setelah itu Richard pun memberikan barangnya dengan sambil membelakangi Anna.
“Terima kasih. Terima kasih banyak.” Ucap Anna.
“Saya bahkan tidak pernah meminta hal seperti ini pada suami saya.” Ungkap Anna.
“Aku juga tidak pernah disuruh beli ini oleh pacar.” Balas Richard dalam hati.
“Jangan lihat, jangan lihat.” Tutur Richard dalam hati berusaha berpikir positif.
Dan begitulah, perasaan Richard pun semakin bertambah campur aduk.
“Tapi sepertinya anda harus turun dulu dari mobil?” Tanya Richard, dan lalu Richard pun membuka kemeja putihnya dan memberikan kepada Anna dengan cara membelakangi Anna.
“Apa ini bisa membantu?” Sambung Richard memberikan kemeja putih yang telah ia lepas dari badannya. Sehingga tanpa ragu Anna pun mengambil baju Richard tersebut.
“Padahal ini kemeja kesayanganku yang aku beli ketika perjalanan bisnin ke amerika.” Ungkap Richard dalam hati.
Richard pun hanya berdiam diri seperti patung berdiri membelakangi Anna ketika Anna sedang mengganti pembalut dan pakaiannya.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya baik-baik saja. Tapi terima kasih anda tidak bertanya apa-apa.” Tutur Anna.
“Untung saja saya belum pulang kantor.” Ujar Richard, dan kemudian Richard pun melanjutkan dengan berkata:
“Di kantor tidak ada yang bisa diminta tolong, dan pas sekali tas kecil saya hilang di tempat rapat.”
__ADS_1
“Anda tidak perlu memberi penjelasan. Anda pergi dulu saja ke tempat yang lebih nyaman. Saya akan tunggu diruangan kantor. Nanti telepon saya.” Sambung Richard dan lalu iapun pergi untuk menuju ke kantornya kembali.
...Bersambung...