Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 14


__ADS_3

...2.4 Ingin Menjadi Hebat...


‘Manajer Richard. Kemarin sepertinya anda cuti, apa anda akan masuk hari ini? Saya belum menerima balasan anda mengenai ulasan bisnis amerika. Tolong kirim secepatnya.’


“Manajer, anda tidak ada di tempat ya? Tolong hubungi saya kalau sudh sampai di kantor.’


Pesan itu pun terus masuk sehingga Richard yang tak bisa membendung emosi itupun mematahkan hp nya dan lalu melempar hp tersebut, namu itu hanyalah pikiran Richard saja. Meskipun ia mau mematahkan dan melempar hp itu tetapi hal itu tidak mungkin ia lakukan, melainkan ia hanya berkata:


“Seharusnya aku cuti satu hari, bukan setengah hari. Aku ingin kabur.” Ungkapnya dalam hati sambil memandangi isi pesan yang masuk tadi.


Kemudian Richard pun beranjak dan bermaksud untuk kembali ke kantor denga keragu-raguan. Dan, ketika sudah berada di taxi Richard pun berkata dalam hati:


“Apa aku berhenti di tengah jalan dan mampir ke warnet?”


“Apa aku ganti jadi cuti seharian dengan alasan sakit?”


“Apa tidak ada tempat minum di siang hari ya?” Ucapnya penuh keraguan.


“Apa perasaanku akan membaik kalau aku pergi ke sauna?” Sambungnya terus memikirkan tempat yang bisa menenangkan pikirannya.


Karena terikat pada rasa tanggung jawab, Richard pun kembali ke kantor. Tapi di dalam taxi dia tidak bisa tenang dan hanya bisa memainkan hp saja.


Richard melihat kembali pesan yang dikirimkan manajer Anna padanya beberapa minggu lalu, dan saat itu:


‘Saya tadi ada di lantai 7 dan berniat untuk menyapa anda, tapi semua orang terlihat sibuk jadi saya hanya lewat saja. Jaga kesehatan dan hubungi saya setelah ujiannya selesai.’


Richard terus memperhatikan kata hubungi saya dan rasanya ia telah terhipnotis oleh kata itu sehingga matanya terus melototi kata tersebut.


Setelah sampai di kantor Richard pun keluar dari taxi dengan semangat yang telah kembali dan lalu berkata:


“Ini yang perlu saya lihat.”


“Aku akan menghubunginya karena dia minta aku menghubunginya!” Sambungnya penuh semangat.


Dan benar saja Richard pun mengirimi Anna pesan dengan ucapan:


‘Manajer Anna, saya baru saja sampai di kantor.’


Setelah beberapa menit kemudian, manajer Anna pun datang dengan melambaikan tangan:

__ADS_1


“Pak Richard!” Ujar Anna yang masih berada jauh dihadapan Richard, dan Richard pun tersenyum lalu berkata:


“Manajer Anna.” Ucapnya.


“Astaga, anda terlihat kurang sehat dan lemas. Anda seperti orang lumpuh.” Tutur Anna kepada Richard.


“Anda lelah ya? Atau anda kecewa karena ujian anda gagal?” Sambung Anna sambil memperlihatkan ekspresi kekhawatiran.


“Wah, bau rokok. Anda merokok?” Ujar Anna lagi dan membuat Richard pun hanya tercengang seperti sedang menyaksikan ibunya memarihanya.


“Kenapa aku mengajaknya ketemu?” Ucap Richard dalam hati.


Setelah itu perbincangan antara Anna dan Richard pun berlangsung. Setelah mengatakan kegagalannya kepada Anna, kemudian Anna pun menanggapi:


“Anda tidak akan coba ujian lagi? Memangnya sesulit apa?” Tutur Anna dan kemudian Richard pun menjawab:


“Hmm, saya memang tidak bisa ujiannya tapi, saya malah berpikir kenapa saya mengambl ujian itu.”


“Rumit. Kelihatannya konyol karena saya seperti ini pedahal saya baru sekali menjalani ujian.” Sambung Richard dengan ekspresi lesu.


“Tapi itu yang saya rasakan sekarang.” Sambungnya lagi.


“Hmm, sepertinya kurang leluasa kalau bicara di sini.” Ujar Anna sambil melihat-lihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh orang banyak.


“Mari kita pergi ke tempat lain.” Sambung Anna, dan kemudian mereka pun pergi.


Seketika pada saat Anna membuka sebuah pintu ruangan Richard pun tercengang dan bingung sehingga Anna pun berkata:


“Ini jalan pintas menuju tempat penitipan anak, hanya orang tua saja yang lewat sini.” Ujar Anna.


“Kalau naik tangga itu bisa langsung sampai ke tempat penitipan anak.”


“Ruangan yang ada di sini sepertinya digunakan sebagai gudang satpam gedung.” Sambung Anna menjelaskan mengenai ruangan yang mereka masuki itu.


“Saya baru pertama kali ke sini, saya tidak tahu ada tempat seperti ini.” Ucap Richard dan kemudian melanjutkan dalam hatinya:


“Sampai berhenti kerja pun, kebanyakan orang di sini tidak akan tahu tempat ini.” Sambungnya dalam hati.


“Ngomong-ngomong.” Ujar Richard belum selesai berbicara Anna pun memotong.

__ADS_1


“Hmm, sepertinya banyak yang sedang anda pikirkan.” Ucap Anna memotong ucapan Richard barusan dan lalu Anna pun mendekatkan wajahnya kedepan muka Richard kemudian berkata:


“Kalau bisa membantu, saya ingin minum bersama anda, tapi saya tidak bisa.” Ucap Anna.


Kemudian Richard pun mulai menceritakan saat ia bertemu dengan para alumni, lalu soal mempersiapkan kuliah tingkat 2 setelah mengobrol dengan seniornya. Soal ia merasa gagal karena tidak bisa belajar, dan keinginannya untuk membanggakan diri di depan orang lain.


“Apa aku hanya sekedar ingin sukses?” Ujar Richard.


“Aku tidak yakin.” Sambungnya dan Anna pun terlihat serius mendengarkan ia bercerita.


“Karena motivasiku tidak jelas, aku tidak bisa belajar dengan fokus, dan aku baru sadar setelah mengikuti ujian.” Ungkap Richard berekspresi putus asa.


Seketika hati Richard pun tersentak ketika melihat Anna begitu serius mendengarkannya dan lalu iapun berkata dalam hati.


“Kenapa aku mau mengikuti ujian itu?”


“Ah, betul aku di depan wanita ini, di depan manajer Anna, aku ingin terlihat hebat.” Ungkapnya dalam hati.


“Aku ingin membuktikan kepada wanita yang luar biasa ini bahwa aku bisa diterima di sekolah bisnis ternama.” Sambung Richard, sehingga Anna yang melihat Richard seperti sedang melamun itupun menegur:


“Pak Richard? Tegur Anna namun masih saja Richard terus melamun sambil berkata dalam hati:


“Aku orang yang hebat, aku orang yang punya potensi dan bisa bekerja di wall street atau slicon valley. Aku ingin diakui olehnya.” Tutur Richard dalam hati.


Richard pun mencoba memotivasi dirinya sendiri dan ia sebisa mungkin tidak ingin terlihat lemah dihadapan manajer Anna.


“Bisa-bisanya sekarang aku aku menceritakan semua ini di depan manajer Anna, tidak bisa. Aku tidak bisa bicara lagi.” Sambung Richard dalam hati.


“Pak Richard, apa anda baik-baik saja?” Tegur Anna lagi.


‘Aku ingin terlihat hebat di depan manajer Anna. Aku ingin punya potensi. Aku ingin terlihat keren, dan aku akan melakukannya untukmu’


Itulah yang ada di benak Richard saat ini, kata-kata itu terus mendorong semangatnya dan ia akan sebisa mungkin berusaha untuk membuktikan itu kepada manajer Anna.


Dan, Rohchard ingin mengatakan itu kepada manajer Anna. Tapi kata-kata itu tidak bisa keluar dari mulutnya sehingga iapun hanya bisa berkata:


“Ah, sebenarnya…”


“Pekerjaan saya sedang berat, ibu juga sakit.” Tutur Richard.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2