Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 35


__ADS_3

...3.5 Memberanikan Diri!...


“Di foto itu dia tulis momen terbaik dalam hidup.” Ungkap Anna penuh kesedihan.


“Aku tidak tahu apa rasanya…” Sambungnya.


Richard pun turut merasa sedih akan ungkapan Anna tersebut sehingga ia tidak bisa lagi bicara apa-apa selain mendengarkan ungkapan Anna tersebut.


Manajer Anna pun kembali melanjutkan:


“Beberapa minggu kemudian anak saya lahir tapi dia mengepos foto tanda tangan tawaran bekerja dari perusahaan, dan kalau tidak salah dia bilang semakin dekat dengan mimpi.”


“Dia kan sudah menjadi seorang ayah. Tapi dia tidak membicarakan soal itu sama sekali! Padahal anaknya sudah lahir!” Ungkap Anna.


Sedih, emosi dan air mata kini beraduk menjadi satu diwajah Anna. Sungguh begitu pilu dan sedih ketika Richard mendengar cerita Anna tersebut.


“Kelakuannya seperti pria single yang hebat!” Lanjut Anna lagi.


“Kenapa aku yang malu…” Bisik Richard dalam hati.


“Lalu kenapa orang itu menikah dengan manajer Anna, narasis yang punya dua kehidupan! Kalau dia akan meninggalkan wanita yang cantik dan bijak ini sendirian dengan anaknya dan hanya peduli terhadap diri sendiri saja?” Sambungnya dalam hati sambil memperhatikan Anna yang terlihat begitu sedih.


“Baru pertama kali aku melihat manajer Anna marah seperti ini.” Sambung Richard lagi dalam hati.


Sungguh Richard tak mengerti mengapa manajer Anna bisa menikah dengan pria seperti itu.


Untungnya mertua manajer Anna merasa kasihan terhadap cucunya dan setuju memberikan apartemen yang mereka tinggali sekarang.


“Asata” Ucap Anna dan Richard pun tercengang.


“Anak saya hebat kan? Umurnya bahkan belum sampai 10 tahun tapi sudah punya apartemen besar.” Sambungnya dan kemudian melanjutkan:


“Orang tua saya menyuruh saya menolak tawarannya, tapi kan mertua saya memberikan itu untuk cucunya, bukan untuk saya.”


“Tapi…”


“Masalahnya, apa itu akan tetap berlaku kalau saya menikah lagi…”


“Neneknya berusaha memberikan sesuatu, jadi saya sulit untuk melakukan hal lain, dan baru saja saya bercerai, saya tidak bisa langsung membicarakan soal pernikahan lagi.” Ungkap Anna malnjutkan.


Rasanya ucapan itu sangat menusuk ke hati Richard, ungkapan Anna tentang sulit utuk menikah lagi itu rasanya membuat dia sulit untuk mempersunting Anna. Namun, meski begitu Richard pun mencoba untuk tetap memberanikan diri.


“Hari sabtu depan ibu akan bertemu teman dan mengambil sesuatu…” Ucap ibu Richard yang sedang asik menukmati sebuah cemilan sambil menonton TV bersama Richard.


“Aku hanya perlu antar sampai departemen store kan?” Tanya Richard.


Ketika sabtu tiba Richard pun mengantar ibunya ke departemen store, dan terlihat rekan-rekan ibu Richard pun sudah ada di tempat itu. Sehingga, setibanya Richard disana, semua teman-teman ibunya Richard pun membicarakannya dengan cara memuji.


“Wah, sejak kapan anakmu menjadi pria tampan seperti ini?” Ucap salah satu teman ibu Richard.

__ADS_1


Richard pun tersenyum mendengar sanjungan tersebut.


“Baru lihat lagi setelah kakakmu menikah ya?”


“Dulu aku tidak tahu, tapi setelah bekerja dan mempunyai uang sendiri, dia jadi seperti ini ya.”


“Dia kan sudah lama bekerja, kenapa masih membicarakan soal itu?” Tegur ibu Richard.


“Hahahaha.”


Dan tiba-tiba sebuah ucapan yang tak enak dan tak dinginkan Richard pun terucap dari bibir teman ibunya Richard:


“Oh iya, dia sudah waktunya menikah ya?” Tanya teman ibu Richard.


“Punya pacar?” Tanya salah satu teman ibunya Richard lagi.


Richard pun membalikkan wajanya tanpa ekspresi.


“Mau tante kenalkan?” Sambung teman ibu Richard lagi.


Dan kemudian teman-teman ibunya Richard itupun mendekati Richard, dan Richard seketika merasa diserang mendadak.


“Teman kuliahku yang tinggal di jamsil! Anaknya tahun ini berumur 30 tahun…”


“tahu, tahu! dia kan cantik, anaknya juga pasti cantik.” Sahut salah satu teman ibunya Richard lagi.


“Dia guru SMP?” Sahut salah satu teman ibu Richard lagi.


“Hohoho, mau lihat fotonya?”


Richard yang sudah tak tahan berlama-lama disitu pun dengan cepat berkata:


“Anu, saya pergi dulu ya sebentar.” Ujarnya dan buru-buru pergi untuk menghindar dari teman-teman ibunya itu.


“Nanti hubungi aku ya bu kalau sudah di parkiran.” Sambung Richard memberitahukan ibunya.


“Nanti tante kirim fotonya ke ibumu, jangan lupa dilihat ya.” Teriak teman ibunya Richard.


“Kirimkan juga fotomu yang bagus. Oke?” Sambungnya.


Richard pun pergi meninggalkan ibunya dan teman-teman ibunya serta sesekali ia menoleh kebelakang dan turut bahagia melihat ibunya kini sudah bisa kembali tersenyum seperti sedia kala.


“Untung saja ibu lebih cepat sembuh dari perkiraan. Dan sepertinya ibu senang sudah boleh keluar dari rumah sakit.” Ucap Richard dalam hati sambil tersenyum melihat ibunya.


Kemudian Richard pun kembali terikat kondisi ibunya pada saat masih dirawat di rumah sakit.


“Waktu itu ibu terlihat sangat kesepian..”


“Ibu akan bilang apa ya… kalau aku bilang aku pacaran dengan wanita janda?” Lanjutnya.

__ADS_1


“Gila, gila. Aku kan mau memberanikan diri!” Sambungnya sambil menepuk-nepuk pipinya.


Richard pun seketika kembali memikirkan manajer Anna sambil berkata dalam hati:


“Aku tidak layak mendapatkan manajer Anna. Dia kan pintar dan cantik!”


Richard yang tak mau pikirannya kemana-mana itupun memutuskan untuk mencari temapt bersantai sambil menikmati sebuah kopi.


“Lebih baik aku ke kafe saja deh.” Ucapnya.


Sambil menunggu ibunya, Richard pun menikmati kopi di kafe yang tidak jauh dari tempat ibunya tadi berada, namun setelah hampir satu jam di kafe itu, ibunya tak kunjung menghubunginya sehingga iapun mulai merasa bosan.


Richard yang mulai bosan itupun mengambil telepon genggamnya dan mencari kontak manajer Anna dan lalu iapun mengirimi manajaer Anna sebuah pesan.


‘Manajer Anna lagi apa?’ Tanya nya melalui pesan yang ia kirimkan.


Tak lama kemudian pesan dari Anna pun masuk.


‘Wah! DI daerah Sam ya! Saya juga.’


Seketika mata Richard pun melotot ketika melihat pesan Anna tersebut dan sesegera mungkin iapun menelepon Anna.


“Yang benar?! Dia ada di sini?” Tanyanya pada diri sendiri.


“Halo manajer!”


“Iya halo.” Jawab Anna.


“Kok anda ada di sini?” Tanya Richard melalui telepon.


“Saya ada di basement!” Sambungnya.


“Ah, saya juga ada di basement bagian makanan.” Jawab Anna.


“Saya ada urusan, jadi saya sekalian beli makanan.” Sambung Anna.


“Mau ketemu sebentar?” Tanya Anna.


Tentu saja itu adalah ucapan yang diinginkan Richard. Sehingga, dengan cepat Richard pun beranjak dan pergi ke basement makanan untuk menemui Anna.


Baru saja ia tiba, Anna pun sudah melambaikan tangannya sambil berteriak memanggil namanya:


“Pak Richard, di sini.” Ujar Anna.


Dan ternyata Anna tidaklah sendiri kali ini, ia membawa putrinya bersamanya sehingga Richard pun membalas lambaian tangnnya sambil berkata dalam hati:


“Wah, anda… selalu terlihat menawan.” Ucapnya dalam hati.


... Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2