Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 11


__ADS_3

...2.1 Selamat Tinggal Tim TF...


Dan, tiba-tiba saja seseorang dari meja sebelah memanggil rekan Richard tersebut. Sehingga dengan cepat Richard berkata:


“Sepertinya ada yang mencari anda.”


“Eh? Saya ke sana. Manajer Richard, sampai jumpa lagi.”


Dan rekan Richard itupun pergi sehingga Richard pun merasa sedikit legah.


Richard hampur saja menceritakan kehidupan pribadi manajer Anna, jika terus bicara sambil minum. Richard mungkin bisa keceplosan, karena baginya itu merupakan situasi yang sangat berbahaya.


“Hati-hati kalau minum, hati-hati mulutku.!” Ujar Richard dalam hati, dan kemudian Richard pun mengambil hp nya dan berkata:


“Lebih baik aku chek hp ku kalau sudah lebih tenang.” Ungkap Richard dalam hati. Dan, ketika dia mengecek hp nya, ternyata terdapat satu pesan baru yang masuk.


‘Saya akan ke kantor lebih awal untuk beres-beres dan kembali ke departemen awal, jadi mungkin kita tidak bisa bertemu. Jangan munum berlebih, saya jadi tidak enak pada anggota tim yang lain. Kalau begitu sampai jumpa besok.” \


Ungkap isi pesan yang baru saja di baca oleh Richard, yang mana pesan itu adalah pesan dari Anna.


Richard pun tercengang dan sejenak terdiam ketika membaca isi pesan dari Anna, dan lalu membalas pesan Anna dengan ucapan:


‘Iya, hati-hati di jalan. Walaupun anda sibuk, semoga kita bisa bertemu lagi sesekali. Minum kopi bersama atau tidak makan di resto.’ Ujarnya membalas pesan Anna, dan kemudian ia melanjutkan dengan berkata dalam hati:


“Walaupun aku bilang begini, kami pasti akan sulit bertemu”


Setelah itu Richard pun berdiri sambil mengambil tas nya dan kemudian Kris yang melihat Richard itupun menegur dengan berkata:


“Eh? Manajer Richard, sudah mau pulang?” Ujarnya bertanya dan kemudian Richard pun melemparkan senyum lalu mejawab.

__ADS_1


“Iya, saya sudah terlalu banyak minum.” Balas Richard.


“Pulangnya nati saja.” Ucap Kris mencoba menahan Richard dan kemudian di sahuti oleh rekan-rekan nya yang lain yang berada di meja yang sama.


“Iya, nanti saja pulangnya.”


Richard pun menggaruk kepala dan sepertinya sedikit tidak enak dengan rekan-rekan nya yang lain. Namun karena karena tidak ingin terlalu banyak minum iapun tetap memutuskan untuk pulang deluan.


Sesungguhnya, Richard merasa akan melakukan kesalahan jika minum lebih banyak lagi, dan ingin mengucapkan sleamat tinggal pada orang-orang yang ada di ruangan TF. Tapi paling penasaran dengan barang yang ditinggalkan oleh manajer Anna, sehingga iapun kembali ke ruangan TF.


Dan, setibanya diruangan TF, Richard pun mengotak-atik seisi meja kerjanya untuk mencari barang yang tinggalkan oleh manajer Anna, dan setelah membuka salah satu kotak yang ada di situ iapun menemukan sebuah kertas yang bertuliskan:


‘Pak Richard, terima kasih. Saya bisa ertahan di saat yang sulit berkat ada manajer Richard yang ada di sebelah saya’ Tutur Anna yang dituliskan di kertas tersebut.


Tentu saja Richard pun tercengang ketika melihat ungkapan Anna yang ditulis pada kertas tersebut, sehingga iapun berkata dalam hati:


“Persaan apa ini? Selama 5 bulan terkahir, baginya aku orang yang seperti apa? Lalu, apa yang sudah orang ini tinggalkan dalam hatiku?” Tanya Richard dalam hati karena begitu penasaran dengan Anna.


Sungguh, rasanya Richard tidak bisa terima dengan apa yang terjadi dan tak dapat mempercayai dengan semua ini. Rasanya begitu hampa dan hatinya begitu kosong ketika mengetahui jika manajer Anna memanglah sudah tidak lagi berada di sampingnya ketika memulai [ekerjaan di hari-hari selanjutnya.


“Kenapa? Aku sudah rindu lagi padanya?” Ujar Rihcard kembali dalam hati.


Meskipun begitu, Richard tidaklah bisa berbuat apa-apa selain menerima kenyataan yang ada. Namun, meski begitu Richard masih saja memikirkan manajer Anna, hal itu terlihat ketika Richard sudah berada di rumahnya pada saat ia meninton sebuah acara televisi, ia melihat actris yang mirip dengan Anna dan lalu berkata:


“Wah, dia mirip sekali dengan manajer Anna.” Tuturnya berkata di depan televisi seorang diri.


“Ah, dia kan bukan manajer Anna. Meskipun mirip, tapi auranya berbeda.” Sambung Richard kembali.


Richard pun terus menyaksikan acara televisi yang dibintangi oleh actris yang mirip dengan Anna tersbeut, dan mencoba untuk menemukan kesamaan actris tersebut dengan manajer Anna.

__ADS_1


“Dia cantik juga sih.” Ucap Richard dalam hati.


Meskipun Richard sudah berada di rumah, ia masih merindukan manajer Anna, dan kesulitan dalam menenangkan hatinya. Seolah-olah wajah Anna terus terbayang di benaknya, dan wajah it uterus menghantuinya dan tak mau hilang dari ingatannya.


Richard yang tidak bisa menghilangkan sosok Anna itupun menghayalkan dirinya sedang bermain film dengan Anna, dan adapun adegan yang dibayangkan oleh Richard itu adalah adegan yang terjadi ketika di kantor.


“Manajer Anna! Wah, sudah lama ya, apa kabar?” Ujar Richard dalam hayalannya sedang berinteraksi dengan Anna.


“Hehe sudah selama itu ya?” Balas Anna.


“Bukannya baru sekitar 2 minggu? Tapi betul juga sih, dulu kan kita ketemu setiap hari.” Sambung Anna dalam dunia khayalan Richard.


Namun itu hanyalah khayalan semata dan bukanlah sebuah kenyataan. Saat Richard sudah benar-benar kembali ke departemen awal, ternyata departemennya sudah disusun ulang, yang awalnya ruangan Richard ada di lantai 10, tapi sekarang sudah pindah ke lantai 7, rekan-rekan yang dulunya cocok bekerja dengannya sudah dipindahkan ke tim lain, dan saat ini adalah saat yang tidak menyenangkan bagi Richard.


“Anda sudah ada di lantai 7?” Tanya salah satu rekan Richard di departemen saat ini.


“Ah, iya.” Jawab Richard singkat.


Sekarang ini betul-betul hari yang tidak menyenangkan untuk Richard lalui. Apalagi ketua tim nya yang sekarang adalah orang yang sangat perfeksionis dan Richard masih belum terbiasa dengan tim ini.


Richard sering teringat masa-masa ketika sedang bekerja dengan menyenangkan di tim TF, saat ia mengajak Anna untuk makan bersama, saat bekerja di samping Anna dan bahkan saat ia membelikan barang-barang yang diminta Anna pada saat Anna sedang mens, kala itu. Bagi Richard itu adalah hari yang menyenangkan daripada hari yang ia lalui saat ini.


Setelah jam makan siang tiba, Richard pun buru-buru menuju kantin kantor. Sesuai janji manajer Anna makan siang bersamanya.


“Pak Richard! Di sini.” Tegur Anna sambil melambaikan tangan kepada Richard.


Rasanya energy Richard benar-benar terisi kembali pada saat melihat Anna, dan di sela-sela menikmati makan siang bersama. Richard pun berbagi cerita yang ia alami saat ini.


“Setelah tim TF bubar, anggota tim saya yang sekarang dicampur dan situasi sedang berantakan.” Ungkap Richard curhat kepada Anna.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2