Angel In The Office

Angel In The Office
Episode: 13


__ADS_3

...2.3 Pelukan Hangat Dari Anna....


Obrolan hangat yang terjadi diantara Rihcard dan Anna itupun berlangsung lama. Di ruangan baca yang bisa dikunjungi siapa saja, selain musik latar belakang, ruangan itu terdengar sunyi, dan ketika melihat ekspresi Anna menginggatkan Rihcard dengan yang terjadi pada tempo lalu ketika mereka berbincang di ruangan studio.


Dan, Anna pun tiba-tiba menunduk sehingga Richard pun spontan berkata:


“Manajer Anna, anda luar biasa dan sangat misterius dan penuh lika-liku”


“Tolong berikan semangat pada orang yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian ini.” Ucap Richard.


“Hmm” Anna mendehem lalu berkata:


“Mau saya belikan satu kotak ginseng?” Tutur Anna bercanda dan kemudian dibalas candaan juga oleh Richard:


“Semangat! Anda bisa mengatakan itu.” Anna pun tersenyum lalu berkata:


“Anda tidak mengharapkan saya menyanyikan lagu twinkle-twinkle kan? Anda kan tahu saya tidak bisa berlagak imut.” Ujar Anna.


“Ah saya ingin kuat.” Balas Richard, dan Anna pun membalas dengan senyuman.


Setelah itu suasana pun menjadi canggung, Richard tak tahu harus melanjutkan obrolan yang seperti apa lagi sehingga Richard pun berkata dalam hati:


“Kenapa dari awal aku menceritakan hal ini?


Dan tiba-tiba saja ponsel Anna pun bordering menandakan ada pesan yang masuk.


“Ah tunggu ada pesan.” Ucap Anna membuka pesan yang masuk itu, dan setelah membaca pesan tersebut Anna pun berkata:


“Wah, mereka mencari saya karena saya tidak ada di tempat dari tadi” Ujar Anna memberitahukan kepada Richard.


“Kalau begitu, saya harus kembali. Nanti kita lanjutkan lagi, ya. Semangat belajarnya.” Sambung Anna.


“Ah, iya.” Jawab Richard.

__ADS_1


Dan tiba-tiba hal yang tak terduga pun terjadi. Anna melirik serius menatap Richard dan lalu Anna pun memeluk Richard sehingga membuat Richard pun tercengang.


“Pak Richard.” Tutur Anna sambil menarik Richard.


“Ah?” Richard pun pasrah dan tak dapat berkata apa-apa lagi selain menikmati pelukan yang begitu hangat dari Anna.


Pelukan yang berlangsung 2 detik, dan tangan Anna yang menyentuh punggung Richard 1 detik, serta wajah Anna yang menyentuh wajah Richard 0,1 detik. Anna hanya memeluknya sesaat dan itu terasa lebih seperrti persahabatan daripada cinta, untuk memberikan kenyamaan dan semangat.


Setelah itu Anna pun melepas pelukannya dan lalu mengelus-elus kepala Richard seperti seorang anak kecil, sehingga Richard pun hanya bisa berkata:


“Ah, manajer Anna!?” Dan kemudian Anna pun menepuk pundak Richard sembari berkata:


“Semoga lulus ujiannya dalam satu kali coba! Sepertinya ujian itu bukan untuk diambil dua atau tiga kali.” Ujar Anna sambil berdiri dan lalu kembali berkata:


“Kabari ya kalau sudah ujiannya.”


“Tapi tentu saja itu bukan berarti anda tidak boleh menghubungi saya sebelumnya.”


“Kalau begitu saya deluan ya.” Sambungnya dan lalu Anna pun pergi untuk kembali bekerja.


“Wanita ini, tahu betul cara untuk merangsang perasaan pria.” Ucapnya dalam hati sambil memegangi dadanya yang berdetak dengan cepat.


Sentuhan yang sederhana yang sederhana seperti itu terasa sangat penuh dengan emosi, di ruangan itu Richard bahkan masih bisa mencium harum sampon Anna yang seperti lautan biru. Rasanya Richard tidak ingin meninggalkan ruangan tersebut. Karena, ruangan berharga itu membawa molekul-molekul dari parfum dan aroma manajer Anna.


Seperti dasar hukum Avogadro dan gerak brown. Yang mana, hukum avogrado: hukum yang menyatakan bahwa semua gas memiliki jumlah molekul yang sama dalam volume yang sama pada suhu dan tekanan yang sama. Sedangkan gerak brown: gerakan tidak teratur partikel dalam cairan atau gas.


“Aku harus mengingat harum ini, aku tidak mau melupakannya.” Ucap Richard dalam hati.


“Aku tidak boleh lupa.” Sambungnya.


Setelah pulang dari kantor. Richard sudah berada di rumah itupun mulai belajar, namun ntah kenapa rasa malas pun menghampirinya. Akibatnya, yaitu ia terus memikirkan kejadian yang terjadi tadi pada saat manajer Anna memeluknya.


“Haa aku malas sekali belajar.” Ujar Richard.

__ADS_1


“Saya sekali, meskipun aku sudah mendapatkan dukungan darinya, belajar tidak pernah terasa menjadi lebih muda.”


“Sibuk dengan pekerjaan kantor, ibu sedang dirawat di rumah sakit, dan senior yang lain bilang kalau melanjutkan studiku di umur 30-an bukanlah hal yang baik.” Sambungnya mengeluh dalam hati sambil meletakkan wajahnya di atas meja belajarnya.


“Aku tidak bisa fokus, tidak bisa.” Kemudian Richard pun berdiri dan bermaksud untuk mencari udara segar diluar.


Malam yang indah dihasi oleh bintang-bintang itupun menjadi saksi, betapa gundahnya Richard pada malam itu. Richard pun kemudian mengambil sebatang rokok lalu membakarnya dan kemudian berkata:


“Haa, apa ini pilihan yang tepat? Aku bukan orang yang cerdas atau hebat. Mungkin aku sedang menghabiskan waktu dan membuat stress diri sendiri.” Ucapnya.


“Padahal aku sudah berhenti merokok, apa seharusnya aku tidak memulai ini semua?” Sambungnya ragu-ragu atas pilihannya.


Dan betul saja di luar kekhawatiran Richard, waktu pun terus berlalu dan hari ujian pun sudah di depan mata. Kemarin ia sempat mengambil cuti satu hari dan hari ini ia cuti setengah hari lagi untuk pergi ke tempat ujian.


“Kenapa aku terlambat di hari ujian yang penting ini? Aku memang akan gagal.” Ungkap Richard panik.


Dan tentu saja hasil ujiannya adalah kacau alias tidak membuahkan hasil yang baik.


Richard yang telah gagal itupun memasuki sebuah café untuk merenungi nasibnya dengan menikmati kopi di café tersebut.


“Anda mau pesan apa?” Tanya si pelayan café.


“Cafe mocha, tambah shot ya, ukuran grande.” Ucap Richard.


Sambil meminum kopi yang ia pesan tadi, ia juga sambil memikirkan kegagalannya. Rasanya Richard begitu putus asa dan kehilangan arah setelah kegagalannya dalam ujian tersebut.


“Betul, untuk apa aku sekolah di luar negeri? Aku kan hanya perlu fokus bekerja supaya bisa tetap dapat gaji.” Ungkap Richard dalam hati sambil menundukkan kepala.


Jika biasanya orang-orang mendaftar ulang ujian masuk GMXT atau CRE, tapi Richard tidak bagi Richard. Ia tidak mau mendaftar ujian lagi. Richard tidak punya keinginan untuk mengulang lagi dan juga tidak sedang ingin memikirkan fakta bahwa dia harus kembali ke kantor, karena itu ia sengaja tidak mengeluarkan hp nya karena kepalanya kini oenuh dengan kepenatan.


Namun tiba-tiba saja hp nya pun berbunyi, meskipun tidak ingin mengeluarkan hp tapi rasa penasaran mendorongnya untuk mengeluarkan hpnya dari tas nya. Sehingga Richard pun menghianati dirinya sendiri karena pada saat itu iapun dengan cepat mengeluarkan hp dari tasnya untuk memastikan pesan yang masuk tadi.


‘Manajer Richard! Maaf, hari ini anda akan datang ke kantor kan? Anda harus ikut rapat jam setengah 4 nanti. Saya sudah mengirimkan bahannya, jadi tolong dicek sebelum ikut rapat.’

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2