Anggap Aku Ada, Suamiku

Anggap Aku Ada, Suamiku
Wanita Yang Sama


__ADS_3

"Jangan pergi ya, temani aku disini... " Pinta Galvin pada sang istri, pria itu menyusupkan tubuhnya ke dalam dekapan Marisa seperti anak kecil yang minta ditiduri.


"Iya, aku tidak akan ke cafe hari ini. Tidurlah aku akan menemanimu" Ungkap Marisa sembari mengelus lembut rambut Galvin.


"Maaf ya, semalam aku tidak pulang. Tiba-tiba saja aku melihat office girl pingsan di dalam lift, mau tidak mau aku harus membawa dia ke rumah sakit" Ucap Galvin menjelaskan kejadian kemarin.


"Iya tidak apa-apa, tapi bagaimana dia bisa pingsan? Apa dia punya suatu penyakit tertentu?" Tanya Marisa.


"Tidak, kata dokter hanya kecapean. Dia terpaksa lembur karena harus membiayai adiknya sekolah" Ujar Galvin.


"Oh ya? Kasihan sekali....


Memang siapa wanita itu? Siapa namanya?" Tanya Marisa penasaran.


"Hmm... Namanya Nirmala... " Jawab Galvin.


"Nirmala???"


Marisa merasa nama itu tidak asing baginya, ia memang kenal beberapa karyawan Galvin di kantor. Tapi apakah ia kenal juga dengan wanita yang bernama Nirmala?

__ADS_1


"Nirmala...? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu" Gumam Marisa.


Ia kembali mengingat-ingat perempuan bernama Nirmala yang Galvin ucapkan.


"Apakah wanita itu orang yang sama yang ada saat acara ulang tahun perusahaan mu?" Ucap Marisa menduga-duga.


"Iya, dia wanita yang membuatmu cemburu padaku" Celetuk Galvin.


Marisa langsung terbelalak, antara terkejut karena mengetahui jika Nirmala yang dimaksud adalah Nirmala yang saat itu berbincang dengan Galvin di pesta ulang tahun perusahaan. Dan juga terkejut karena Galvin masih mengingat saat dirinya yang tiba-tiba marah ketika melihat Nirmala memegang tangan lelaki ini.


"C-cemburu? Mana mungkin aku cemburu?!" Elak Marisa tak mengakui.


"Jangan berbohong Marisa, jika kau cemburu artinya kau mencintaiku"


"Apa yang kau lakukan selama menemani dia di rumah sakit?" Seru Marisa ingin tau lebih dalam.


"Hanya menunggu sampai dia sadar, setelah itu aku tidur di sofa. Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang, aku merindukanmu" ucap Galvin mengeratkan pelukannya.


"Benarkah? Kalian pasti mengobrol tentang banyak hal. Iya kan?" Tanya Marisa dengan nada yang terdengar sedikit ketus.

__ADS_1


Galvin lantas mendongak dan menatap wajah istrinya, "Tuh kan, kau sudah cemburu dan menuduhku yang tidak tidak. Sudah mengaku saja!"


Dugaan Marisa justru menjadi boomerang baginya, ia memang merasa geram saat mendengar jika sang suami berdekatan dengan wanita lain. Lagipula siapa sih yang tidak kesal saat suaminya bersama dengan seorang wanita?


"Sudah ah, jangan dibahas lagi. Sekarang lebih baik kau istirahat, pasti lelah semalaman tidak tidur" Titahnya.


"Tapi aku ingin meniduri sebelum ditiduri" Ucap Galvin ambigu.


"Hah?? Tapi.... Kita kan sudah melakukannya di kamar mandi" Kata Marisa yang mengerti maksud ucapan Galvin.


"Itu hanya enam menit, aku ingin melakukannya enam puluh menit"


"Apa??! Tapi.... Kau pasti lelah, lebih baik kita istirahat ya" Bujuk Marisa penuh harap.


Tapi sayang, Galvin sudah mengukung tubuh wanita itu diiringi seringai tipis di bibirnya.


"Kita istirahat setelah ini selesai, aku jamin kita akan lebih pulas tertidur"


"Tapi.... "

__ADS_1


Belum sempat Marisa meneruskan perkataan nya, Galvin dengan cepat membungkam bibir merah itu yang sudah mengundang gairahnya sedari tadi.


Sedangkan Marisa hanya bisa pasrah dan melayani sang suami, membiarkan Galvin meluapkan perasaan rindu itu.


__ADS_2