Anggap Aku Ada, Suamiku

Anggap Aku Ada, Suamiku
Malu-malu


__ADS_3

"A-akuuuu............ "


"Aku apa? Kenapa kau terlihat gugup seperti itu?" Tanya Galvin mendekat.


Marisa makin dibuat tegang, ia meremass jari-jari tangan hingga terasa sakit dan memerah.


"A-aku........... Aku ingin kau........ "


"Kau menginginkan aku apa? Kata dengan jelas Marisa" Ucap galvin penasaran, Marisa begitu terbata-bata saat berbicara membuat dia tidak mengerti apa yang ingin Marisa katakan.


"Aku......... Aku ingin kau memijat tubuhku. Ya! Badanku pegal-pegal, tolong pijat punggungku. Kau mau kan??" Ucap Marisa beralasan, ternyata ia belum berani meminta duluan pada Galvin. Marisa terlalu malu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Galvin nanti, pasti lelaki itu akan menertawakan nya sama habis.


"Kau sakit?! Apa perlu kita ke dokter saja??" Tanya Galvin panik, ia berjalan cepat ke arah Marisa dengan tubuh bagian atas yang belum menggunakan pakaian sama sekali, membuat Marisa makin dipenuhi gairah yang besar.


"Tidak tidak!! Aku tidak sakit, hanya saja badanku terasa pegal. Aku cuma butuh sedikit pijatan, dengan begitu tubuhku akan segar seperti semula" Kata Marisa memperjelas.


Galvin menghela nafas lega, ia pikir Marisa sakit dan butuh penanganan medis. Tapi jika dilihat Marisa nampaknya sehat-sehat saja, mungkin memang Marisa hanya sedikit kelelahan dan perlu dipijat.


"Baiklah, baringkan tubuhmu aku akan memijatnya sekarang" Titah Galvin.


Akhirnya Marisa pun merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap membelakangi sang suami.


Galvin yang masih bertelanjangg dada itu dengan sigap naik ke atas tubuh istrinya dan mulai memberi pijatan pijatan kecil di punggung Marisa.

__ADS_1


Marisa mencoba untuk rileks, walaupun sebenarnya ia sedang dilanda rasa gugup.


"Galvin pelankan sedikit pijatan nya"


"Oh baiklah, maaf.... "


Galvin pun menuruti keinginan Marisa, tangan kekar itu nampak lihai memberi kenyamanan pada Marisa, tidak ada satu kata pun untuk Galvin mengeluh.


Lama kelamaan tangan Galvin menelusup ke dalam baju tidur yang dipakai istrinya, kini kedua tangan Galvin bersentuhan dengan kulit mulus Marisa secara langsung.


Marisa hanya diam, ia mencoba menikmati apa yang Galvin lakukan, Marisa juga sama sekali tidak protes.


Jari-jari Galvin menggelitik punggung Marisa hingga membuat sang empu geli dibuatnya.


Dengan cepat Marisa berbalik dan berhadap-hadapan dengan Galvin yang masih berada di atas tubuhnya.


Anehnya mereka justru menjadi canggung, dengan segera Galvin turun dari tubuh istrinya itu.


"Emm..... Marisa sebenarnya aku agak kesulitan memijat tubuhmu jika kau memakai pakaian, jadi........ "


"Apa aku harus membuka pakaianku?" Tanya Marisa memotong ucapan Galvin.


"Emm... Ya, kau cukup memakai pakaian dalam saja"

__ADS_1


"Oh... B-baik, aku akan membuka nya" Seru Marisa menurut.


Ia pun lantas membuka pakaian tidurnya dan menyisakan braa serta ****** ***** berwarna hitam.


Galvin yang melihat itu langsung panas, air liurnya memproduksi lebih banyak serta gejolak hasratt yang muncul secara bersamaan.


Marisa sangat seksi dan menggoda, sudah lama ia tidak bercumbu dengan istrinya ini. Jiwa kelelakian nya lagi-lagi hadir ketika melihat pemandangan yang menggugah selera.


Marisa menatap Galvin dengan malu-malu sembari membaringkan lagi tubuhnya di atas kasur.


Namun belum sempat Marisa berbaring Galvin tiba-tiba saja menarik tubuhnya dan mencium bibir Marisa dengan rakus.


Tangannya pun tak tinggal diam, Galvin menjelajahi tubuh Marisa dengan tidak sabaran sampai Marisa hampir tak bisa mengimbanginya.


"Hmphh......... Hmmphhhh.........!"


Marisa tetap menyambut ciuman Galvin tak kalah hebat, ia mengalungkan tangannya pada pundak Galvin membuat tubuh mereka semakin menempel satu sama lain.


"Aku sudah tidak tahannn..... Kau begitu menggoda Marisa.... " Ucap Galvin mengeram.


Marisa tersenyum penuh kemenangan, ia pun kembali mengecup bibir suaminya.


"Kalau begitu sentuh aku, aku juga merindukanmu Galvin.... "

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi Galvin lantas menguasai Marisa dan membuat wanitanya terbang hingga ke langit ke tujuh.


__ADS_2