
Terik matahari semakin memanas, menyoroti rumah sepasang suami istri di tengah pukul 12 siang yang mana saat itu sang surya berada tepat di atas kepala.
Sengatnya sedikit mengalahkan hembusan dingin ruangan di dalam kamar, hingga pemilik kamar tersebut pun terusik akan hal itu.
Galvin yang baru saja keluar dari alam mimpinya bergerak mencari sosok yang tadi tidur bersamanya.
Dimana dia??
Tangannya terus menelusuri ke segala arah tanpa berniat membuka mata, jari-jari nya pun ikut meraba sampai ke ujung ranjang.
Kosong??
Dengan cepat kedua kelopak mata Galvin terbuka nan lebar, arah matanya kian tertuju pada samping ranjang yang kosong melompong tanpa ada penghuni disana.
Galvin seketika terjaga dan merubah posisi menjadi duduk, kepalanya mengedar ke penjuru kamar yang hanya terisi oleh dirinya sendiri.
Dimana Marisa?
Itu kata pertama saat ia bangun dari tidurnya.
Kemana wanita cantik yang tadi mengusap kepalanya sampai ia tertidur sangat pulas??
Dengan mata dan rambut khas bangun tidur, Galvin beranjak lalu keluar mencari keberadaan istrinya.
Aroma harum dari arah dapur tiba-tiba melewati indera penciuman Galvin yang mana membuat pria itu berjalan cepat ke sana.
Saat masuk Galvin sudah bisa melihat seorang perempuan yang sedang memasak sambil membelakangi dirinya, hatinya bergetar seperti ada magnet yang membuat Galvin melangkah mendekat.
Tanpa menyapa dulu, Galvin langsung memeluk tubuh Marisa dari belakang hingga yang dipeluk terlonjak kaget.
"Astaga....!!"
Marisa lantas menoleh ke belakang dan mendapati sang suami berdiri dibelakangnya.
"Galvin??... Aku kira siapa.
Sudah bangun?" Tanya Marisa sambil melanjutkan acara memasak.
__ADS_1
"Hmm.... Ya.
Kenapa meninggalkan ku?" Kata Galvin serak.
"Tentu karena aku harus memasak" Jawab Marisa apa adanya.
"Biarkan pembantu yang melakukan itu" Lirih Galvin yang terpejam di pundak Marisa.
"Tapi aku ingin melakukan sesuatu selama di rumah, lagipula aku bosan jika hanya menunggumu tidur. Yang ada nanti aku malah jadi mengganggu mu" Ungkap Marisa memberi pengertian.
Galvin tak mampu menjawab, ia hanya mempererat pelukannya dan menunggu Marisa selesai memasak dengan posisi seperti itu.
***
Setelah selesai makan Galvin dan Marisa memilih untuk menjemput putra kesayangan mereka ke sekolah.
Mereka melarang sang supir untuk menjemput Devano, karena mereka ingin memberi kejutan dengan datang bersama ke tempat dimana putra tunggalnya itu bersekolah.
Sesampainya di depan sekolah Galvin dan Marisa turun dari mobil dan menunggu kemunculan Devano.
Marisa dan Galvin bukan lah satu-satunya orang tua yang berada disana, banyak Ibu dan Bapak yang juga menunggu anak-anak mereka untuk pulang.
"Kenapa mereka semua memandang ke arah kita?" Bisikan Galvin ditelinga Marisa.
"Entahlah, biarkan saja" Ujar Marisa.
Sekitar lima menit barulah mereka bisa melihat Devano yang sedang berjalan beriringan bersama teman-teman sebayanya.
Bocah kecil itu tak menyadari jika Ibu dan Ayahnya sedang menunggu tepat di gerbang sekolah.
"Devano.... !" Marisa dan Galvin berteriak memanggil bocah tersebut.
Devano yang merasa namanya terpanggil lantas melihat ke arah sumber suara.
Seketika Devano membelalakkan matanya dan tersenyum gembira.
"PAPAH........ MAMAH.......!!"
__ADS_1
Devano kemudian berlari ke arah dua manusia itu berada, memeluk Marisa dan juga Galvin secara bersamaan.
"Papah mamah kok bisa ada disini??" Tanya Devano antusias.
"Iya sayang, papah dan mamah sedang libur bekerja. Jadi kami memutuskan untuk menjemput kamu kesini, Devano senang??" Kata Marisa ikut bahagia.
"Senang...!! Devano senang sekaliii........."
"Syukurlah jika Devano senang, kalau begitu bagaimana jika kita pergi ke sebuah tempat?" Ucap Galvin pada Devano dan Marisa.
"Tempat? Kemana pah?"
"Kita lihat saja nanti... " Ucap Galvin yang enggan memberitahu.
"Galvin kau akan membawa kita kemana?" Tanya Marisa yang juga penasaran dibuatnya.
"Yang pasti kalian akan senang melihatnya, sekarang kita masuk dulu ke dalam mobil" Titah Galvin.
Akhirnya Devano dan Marisa pun menurut dan mereka pun pergi dari sana.
•
•
•
•
Mohon Maaf Baru Up Akhir-akhir Ini 🙏
Adik Othor Sakit Dan Baru Di Rawat Selama Seminggu Ini, Jadi Othor Belum Punya Waktu Untuk Menulis Lagi. 😭
Ini Pun Othor Sempet-sempetin Nulis Meski Cuma Sedikit, Tapi InsyaAllah Akan Tetap Othor Lanjut Ceritanya. 🥺
Mohon Dimaklumi Dan Maaf Sekali Lagi🤧
Minta Doanya Semoga Adik Othor Cepet Sembuh Ya. Aminn... 🤲
__ADS_1
Love❤