
"Pak Anwar tolong antar saya ke cafe ya, saya ada perlu sebentar" Pinta Marisa pada supir di rumahnya.
Pak Anwar nampak ragu untuk mengantar majikannya itu, apalagi Marisa tengah mengandung besar atasannya ini tidak boleh terlalu banyak kegiatan.
"Tapi Nyonya, anda harus istirahat. Memangnya anda ada perlu apa? Biar saya ke sana sendiri dan meminta pegawai anda yang melakukan sesuatu" Bujuk Pak Anwar pada Marisa.
"Saya ada perlu sebentar saja Pak Anwar, tidak usah terlalu khawatir. Lagipula ada yang ingin saya bicarakan langsung dengan pegawai saya"
"Emm...... Apakah Nyonya sudah bilang pada Tuan Galvin?" Tanyanya.
"Ponsel suamiku tidak aktif, tapi aku sudah mengirim pesan padanya jika hari ini akan ke cafe sebentar" Jawab Marisa.
Mendengar jawaban Marisa Pak Anwar semakin tidak karuan, bagaimana pun Galvin belum memberi Marisa izin meski Marisa sudah mengirim pesan pada suaminya itu.
"Ayo Pak Anwar kita berangkat sekarang" Marisa langsung berjalan ke arah mobil miliknya, dan mau tak mau Pak Anwar pun terpaksa mengikuti kemauan sang atasan.
Mobil yang mengantarkan Marisa pun pergi hingga sampai di depan rumah makan tersebut, Marisa menyuruh Pak Anwar untuk menunggunya sebentar.
"Saya tidak akan lama, Pak Anwar tunggu saja di mobil. Jika ada apa-apa aku ada di dalam... " Ucap Marisa sebelum masuk ke cafe miliknya.
"Baik Nyonya.... " Ucap Pak Anwar menurut.
***
Sedangkan di tempat yang jauh disana tepatnya di Amerika, Galvin nampak baru selesai mengikuti pertemuan dengan kolega internasional.
Selepas pertemuan itu Galvin langsung pergi menuju kamar hotel tempat ia tinggal, diikuti oleh Martin yang juga turut menemani bos besarnya di acara penting ini.
Di dalam lift Galvin menyempatkan untuk melihat ponsel yang selama pertemuan tadi ia bisukan.
Terdapat panggilan dari Marisa sebanyak lima kali, ia pun membuka pesan dari istrinya yang memberitahu Galvin jika ia akan pergi ke cafe sebentar, Marisa berpesan agar tidak perlu khawatir karena ia diantar oleh supir.
Galvin seketika menelpon balik Marisa, panggilan pertama hingga ketiga kali tidak Marisa angkat, Sampai lift terbuka Galvin tetap fokus pada ponselnya yang masih berusaha menghubungi nomor sang istri.
__ADS_1
Hal itu membuat Galvin menubruk seseorang hingga ponselnya terpental jauh.
BRUKKK!!
"Oh my God! I'm sorry..... " Ucap lelaki yang bertubrukan dengan Galvin.
"It's okay... "
Galvin pun membiarkan pria tersebut pergi, Martin yang berada disana segera mengambil ponsel Galvin dan memberikannya pada si pemilik.
"Tuan ponsel Anda retak"
Galvin mengambil dan benar saja layar ponselnya retak, namun masih bisa berfungsi dengan baik.
"Hahhh....... Ada-ada saja!" Umpat Galvin.
"Lebih baik anda jangan berjalan sambil melihat ponsel Tuan" Ucap Martin menasehati.
"Hmm.... Baiklah" Galvin pun melanjutkan langkahnya menuju pintu kamar yang dituju.
***
Marisa menatap awan hitam yang sudah lebat, tapi jika mereka menunda kepulangan Marisa takut akan susah pulang karena banjir dibeberapa tempat.
"Sepertinya kita langsung pulang saja Pak, saya takut kita malah tidak bisa pulang"
"Anda yakin Nyonya? Jujur saja saya sedikit takut... "
"Sudah tidak apa-apa Pak, lebih cepat lebih baik" Ujar Marisa.
Akhirnya mobil itu pun melaju di jalanan.
Ditengah-tengah perjalan tiba-tiba hujan turun dengan deras, banyak kendaraan yang menepi untuk menghindari bahaya saat menyetir ditengah hujan seperti sekarang.
__ADS_1
Pak Anwar pun kembali bertanya, "Nyonya apa kita menepi dulu sebentar sampai hujannya sedikit reda?" Tanya Pak Anwar sambil fokus menyetir.
"Sebentar lagi kita akan sampai, Pak Anwar teruskan saja menyetir nya... "
"Emm.... B-baik Nyonya"
Mobil terus melaju, hujan lebat membuat pandangan tidak begitu jelas tapi Pak Anwar tetap berhati-hati karena ia sedang membawa Marisa yang tengah mengandung besar.
Ketika mobil akan melewati persimpangan dari arah berlawan sebuah mobil sport nampak berjalan dengan cepat, cahayanya begitu terang hingga menganggu penglihatan sang supir.
Pak Anwar membanting mobil ke kiri berusaha menghindar.
"PAK ANWAR AWASSSSS....... !!!"
BRAKKK!!!
"AAAAAAAAAA..........!!"
Tak bisa dihindari mobil sport itu akhirnya menabrak mobil yang Marisa tumpangi.
Saat itu juga semua kendaraan berhenti dan mulai mengerumuni kedua mobil yang mengalami tabrakan.
"Tolong...... Tolongggg.....!!'
"Cepat telpon ambulan!!'
Sejumlah orang berusaha mengeluarkan orang-orang yang berada dalam mobil.
Pak Anwar nampak terluka parah di area kepala karena terlalu keras menghantam stir mobil.
Sedangkan Marisa terluka di beberapa bagian tubuhnya, namun darah terlihat mengalir banyak dari area bawah.
Sebelum Marisa tak sadarkan diri ia berusaha untuk melihat beberapa orang yang tengah menolong dirinya, kemudian berucap..
__ADS_1
"Tolong..... S-se..... lamatkan.... Ba.... Yi... Nya..... "