
"AKU MENCINTAIMU MARISAAAAAA........ "
Deg!
Marisa seketika berhenti di tempat!
Matanya terbelalak diikuti ekspresi terkejut dari wajah cantiknya.
Wanita itu menatap ke arah Galvin dengan tatapan tak percaya.
Marisa masih mencoba meyakinkan dirinya jika memang ia tidak salah dengar.
Galvin mencintainya???
Ya! Lelaki itu menyebut namanya!
Benarkah ini bukan sebuah mimpi?!
"G-galvin.......
K-kau........ "
Marisa tak mampu melanjutkan kata-kata, tenggorokannya terasa tercekat akibat dirinya yang masih terlalu syok.
Sedangkan Galvin kembali berbalik dan mendekat ke arah sang istri.
Senyum di bibirnya semakin menambah keyakinan pada Marisa.
Setelah berdiri tepat di depan Marisa, Galvin lantas menangkup kedua pipi istrinya seraya berkata.
"Aku mencintaimu, Marisa.....
__ADS_1
I love you......
now and forever..... " Ucap Galvin memperjelas!
Namun Marisa masih diam membisu, sumpah demi apapun marisa tak pernah menyangka akan mendengar kata-kata itu!
Disaat mereka tengah berada di sebuah ikatan yang tak pasti, Galvin justru malah melontarkan sebuah ucapan yang kini hanya bisa membuat tubuhnya membeku.
"G-galvin.......
K-kau pasti salah bicara..... " Lirih Marisa ragu.
Tetapi dengan cepat Galvin menggeleng, ia semakin menatap intens pada sang istri. Dari tatapan matanya Galvin tengah dalam keadaan serius saat ini.
"Aku tak pernah mengatakan sesuatu yang salah, Marisa.
Apa yang aku katakan tadi memang benar adanya, aku mencintaimu!
Maaf..... Maaf atas semua yang telah aku lakukan padamu, aku tau kau pasti tak percaya dengan apa yang aku ucapkan.
Tapi tentu kau tau siapa aku, kau tau aku tak pernah mengatakan sesuatu yang tidak penting apalagi sebuah kepalsuan.
Sekarang dengarkan aku baik-baik!
Aku.... Galvin Emerson, pria yang menikahimu selama delapan tahun menyatakan jika aku benar-benar mencintaimu, tulus dari dalam lubuk hatiku yang terdalam.... Aku tidak peduli jika kau keberatan mendengarnya. Tapi hanya kau, Laudrya Marisa wanita yang aku cintai kini dan selamanya.
I love you...... My wife "
Air mata Marisa langsung menggenang dipelupuk mata, ungkapan Galvin menjadi sesuatu yang paling indah di telinganya. senyum pun terbit di bibir manis itu lalu menangis disertai tawa kecil bahagia.
"Aku juga mencintaimu Galvin.....
__ADS_1
Sangat mencintaimu.... Hiks....
I love you....... "
Cup!
Akhirnya ungkapan cinta mereka pun diakhiri oleh ciuman dari kedua belah pihak.
Ciuman yang sama sekali tidak melibatkan hasrat di dalamnya.
Semua murni atas dasar cinta dan kasih sayang dari kedua insan yang tengah dimabuk asmara.
Galvin maupun Marisa saling memejamkan mata dan memeluk tanpa jarak sejengkal pun, hingga kegiatan romantis itu tiba-tiba saja buyar tatkala seorang anak kecil sudah berdiri di dihadapan keduanya.
"Papah.... Mamah......."
Galvin dan Marisa terlonjak kaget, mereka lantas menyudahi ciuman tersebut namun tetap dalam posisi berpelukan.
"Papah mamah ayo kita kesana...
Disana banyak bunga-bunga bermekaran...
Ayok.... "
Galvin dan Marisa saling pandang dibuatnya, sedetik kemudian pasangan itu tertawa lucu.
"Ya sudah ayok kita kesana... "
"Ayokkkkk......... "
Mereka bertiga pun berlari dengan bersemangat ke tempat yang Devano maksud, keluarga kecil itu nampak bahagia apalagi ketika Galvin dan Marisa yang menuntun Devano di tengah-tengah. Semakin membuat orang lain tak menyangka jika dibalik kebahagiaan itu ada perjalanan panjang yang ditempuh.
__ADS_1