
Di tempat lain, terlihat Abrian tengah berada di dalam cafe Marisa bersama dengan mila si pegawai cafe.
Mereka berdua nampaknya tengah menunggu Marisa sembari menyusun sebuah rencana yang akan mereka lakukan.
"Kau sudah mematikan CCTV?"
"Sudah Tuan, semua sesuai dengan apa yang anda perintahkan"
"Bagus! Pastikan tidak ada yang tahu hal ini, aku tidak mau sampai aksi yang aku lakukan terlihat orang lain. Maka kau juga akan terimbas akibatnya" Ancam Abrian pada Mila.
Mila meneguk salivanya kuat-kuat, ada rasa ragu untuk melakukan ini. Tapi sebagai manusia biasa ia benar-benar tergoda dengan imbalan yang Abrian tawarkan.
"Saya yakin tidak akan ada yang tahu, Tuan" Lirihnya berusaha meyakinkan Abrian.
"Baik, sebentar lagi Marisa akan datang. Kita harus bersembunyi sekarang"
Mila maupun Abrian dengan cepat mencari tempat sembunyi, dalam hitung beberapa menit lagi Marisa pasti akan sampai dan mencari keberadaan Mila.
***
Mobil putih mengkilat itu terlihat terparkir rapi di depan cafe, seorang perempuan cantik nampak keluar dari kendaraan dan masuk ke dalam tempat makan miliknya.
Suasana sangat sepi, tak ada siapapun disana. Cafe juga sudah rapi dan bersih, Marisa juga tak melihat ada sesuatu yang aneh disana.
Apa sebenarnya yang terjadi? Dan kemana semua pegawainya???
Marisa pun masuk lebih dalam dan meneriaki nama pegawainya.
__ADS_1
"Milaaaaaa..........!!"
"Mila aku sudah sampai, dimana kauuu......??"
"Milaaaaaaaa.....??"
Tak ada siapapun yang muncul, hanya suara hewan-hewan malam di luar sana yang terdengar nyaring mengisi seisi cafe.
Marisa memutuskan untuk masuk ke dalam ruangannya, dan ketika Marisa baru saja meletakkan tas miliknya tiba-tiba saja seseorang masuk dan menutup pintu ruangan itu dengan cepat.
Brakkk!!
Marisa seketika berbalik dan mendapati Abrian disana!
Matanya terbelalak sekaligus terkejut dengan kehadiran Abrian.
"A-abrian....?? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Marisa tak percaya.
Dengan spontan Marisa berjalan mundur dengan rasa takut yang mulai menjalar di tubuhnya.
"Aku ingin bertemu denganmu...
Sudah lama kita kita bertemu" Ucap Abrian.
Marisa terus mundur hingga terhenti oleh meja kerjanya.
"K-kau mau apa...?! S-sebaiknya kau pergi...!"
__ADS_1
Seketika Abrian berhenti tepat di depan Marisa, pria itu memasangkan wajah sendu saat mendengarkan perkataan Marisa.
"Oh... Marisa, kau tega sekali!
Aku sangat merindukan mu, tapi kau justru mengusirku..... Apakah kau tidak merindukan aku seperti aku merindukanmu?" Tanyanya sedih.
Marisa semakin bingung dengan sikap Abrian, Abrian seperti orang yang tengah frustasi sekarang ini.
"Abrian aku tidak mengerti apa yang kau katakan, sebaiknya kau pergi. Aku juga sedang ada urusan dengan pegawai ku"
Namun Abrian tetap berdiri ditempat dan tak berniat selangkah pun untuk pergi.
"Siapa yang kau cari?? Apakah....... Itu Mila?" Tanya Abrian diiringi seringai jahat.
Mata Marisa makin membola, bagaimana Abrian bisa menebak?? Dari mana pria itu tahu?
"Kau tahu?? Kau melihat Mila??"
"Ya, aku melihatnya. Tapi sayangnya.... Dia sudah pergi dari sini"
Deg!
Jantung Marisa seketika terasa berdebar, sesuatu yang aneh benar-benar terjadi saat ini! Ia sangat takut sekarang...... !
"K-kalau begitu.... A-aku akan pulang saja" Marisa pun hendak menjauh dari sana.
Tetapi dengan cepat Abrian menahan Marisa dan menghimpit nya ke meja kerja.
__ADS_1
"Aku dengar Galvin sedang pergi ke luar negeri, lantas kenapa kau begitu buru-buru??
Bukankah.... Ini kesempatan kita untuk melepas rindu??"