
Malam harinya Galvin masih mengerjakan pekerjaan di ruang kerja, ia benar-benar dibuat pusing hari ini. Makan pun tidak berselera, akhirnya lelaki itu pun memilih melampiaskannya pada pekerjaan.
Kini galvin sungguh merasa cemas dan gelisah, pertemuannya dengan Abrian malah membuat Galvin dilanda rasa gelisah tak menentu.
Ia harus mencari cara agar Abrian dapat dipenjara dengan hukuman yang setimpal hingga lelaki itu tak bisa lagi mengusik kehidupan mereka berdua.
Galvin sangat mencemaskan marisa saat ini, ia tak ingin istrinya tersebut diganggu lagi oleh pria semacam Abrian.
Tok Tok Tok!
Suara ketukan pintu menghentikan aktivitas Galvin, alisnya mengernyit bingung. Galvin pun lantas menyuruh orang tersebut untuk masuk.
"Masuk!"
Clekkk....
Pintu terbuka, dan menampakkan sosok Marisa disana. Wanita itu tersenyum lembut sembari membawa Galvin secangkir teh panas.
"Apa aku menganggu mu?" Seru Marisa.
"Emm... Tidak, masuklah"
Marisa pun masuk ke dalam ruang kerja sang suami, ia meletakkan cangkir itu di atas meja.
"Ini sudah larut malam, apa kau tidak lelah?" Tanya Marisa yang ikut duduk di samping Galvin.
"Aku sudah terbiasa tidur malam, kau sendiri kenapa belum tidur??"
"Aku tidak bisa tidur.... " Ungkap Marisa.
Galvin tersenyum tipis, ia menggeser duduknya lebih dekat dengan Marisa.
__ADS_1
"Apa karena tidak ada aku??" Ucapnya sedikit menggoda Marisa.
Marisa jadi dibuat malu, ia memilih menyandarkan kepala di tengkuk Galvin guna menyembunyikan semburat merah di pipinya.
"I-iya........
Kenapa kau tidak tidur?
Apa kau masih memikirkan masalah itu?" Cicit Marisa pelan.
"Tidak" Jawab Galvin.
"Jangan berbohong.... Aku tau kau pasti masih memikirkan kejadian kemarin. Lebih baik jangan terlalu dipikirkan, aku tidak mau sampai kau sakit" Lirih nya memelas.
Galvin mencium pucuk kepala istrinya dan mengusap lengan Marisa dengan lembut.
"Aku tidak akan sakit, aku sedang mencemaskan mu. Jangan mengkhawatirkan aku, aku tidak apa-apa" Tambah Galvin.
Dirinya yang merasakan kejadian itu saja tidak terlalu dibuat stress, tetapi Galvin?? Bahkan pria ini terlihat berantakan meski sudah Marisa urus.
"Oh ya, emm....... Tadi....... Apa yang kau lakukan saat di kantor polisi?" Kini Marisa beralih ke lain topik.
"Aku menemui lelaki itu... " Jawab Galvin.
"Ish... Iya aku tau, tapi maksudku apa yang kau lakukan saat bertemu dengannya?" Ucap Marisa memperjelas pertanyaan yang ia ajukan.
"Kau tidak membuat kekacauan kan disana?" Tanyanya was-was.
"Emm............ Beri tau tidak ya.... " Galvin semakin suka menggoda Marisa, ia berpura-pura berpikir untuk membuat istrinya itu semakin kesal.
"Galvinnnnnn........ Jangan begitu... Cepat beri tahu aku!" Desak Marisa sembari memukul pelan dadaa bidang Galvin.
__ADS_1
"Hahaha.... Baiklah baiklah...
Kau tenang saja, sesuai perkataan mu aku tidak membuat kekacauan disana. Kami hanya berbicara serius tentang kejadian kemarin" Jawab Galvin jujur.
"Apa yang kalian bicarakan??" Tanya Marisa makin penasaran.
"Aku hanya bertanya alasan kenapa dia melakukan hal yang tidak pantas kepadamu, dan dia bilang jika dia mencintaimu sejak lama, dia berharap kau akan jatuh ke pelukannya. Dia benar-benar kecewa dan akhirnya dia melakukan aksi nekatnya itu" Jelas Galvin panjang lebar.
Marisa mendengarkan dengan seksama, jadi benar jika Abrian memang mencintai dirinya? Tapi kenapa harus dia? Padahal masih banyak wanita di luar sana yang pastinya bersedia untuk menjadi kekasih Abrian yang notabennya bukanlah pria biasa.
"Dia sangat terobsesi padamu, dia juga belum menyerah untuk mendapatkan mu. Aku khawatir dia melakukan yang tidak tidak pada mu lagi" Ungkap Galvin mengaku.
Marisa memeluk tubuh kekar Galvin, mencoba memberi ketenangan untuk suaminya. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa hanya berharap supaya Abrian mendapat hukuman yang setimpal.
"Maaf telah membuatmu khawatir.... " Lirih Marisa.
•
•
•
•
Mohon Maaf Kemarin Gak Up Episode 😥
Lagi Ada Masalah Di Real Life 😭
Mohon Doa nya Semoga Semuanya Selesai 🙏
Love ❤
__ADS_1