Anggap Aku Ada, Suamiku

Anggap Aku Ada, Suamiku
Alasan


__ADS_3

Keesokan harinya Marisa melakukan visum terkait tindakan pelecehan Abrian terhadapnya, Marisa ditemani oleh Galvin yang setia berada di sisinya setiap waktu.


Dokter mengatakan jika visum akan keluar sekitar dua puluh hari.


"Apa tidak bisa jika hasilnya keluar dalam satu minggu saja?" Tanya Galvin menawar, ia merasa waktu dua puluh hari adalah waktu yang sangat lama.


"Waktu dua puluh hari akan menghasilkan hasil yang akurat, tapi kami akan tetap berusaha melakukannya dengan cepat agar hasil bisa keluar dengan segera" Ucap dokter menjelaskan.


Marisa menatap wajah Galvin dari samping, dapat dilihat jika suaminya memendam rasa kecewa yang besar. Tapi mau bagaimana lagi, Marisa pun tak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah, saya mohon kerjasama nya. Kalau begitu kami permisi" Galvin dan Marisa akhirnya pamit dari sana.


Setelah keluar dari ruang dokter Galvin nampak murung dan seperti banyak pikiran, terlihat wajah lelah disertai kantung mata yang menghitam.


Marisa jadi tidak tahu harus berbicara apa, Galvin pasti sedang tidak mood saat ini.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari pekarangan rumah sakit.


"Aku ingin menemui Abrian di kantor polisi, tapi sebelumnya aku akan mengantarmu pulang terlebih dulu"


Mendengar itu Marisa langsung menoleh dan terbelalak saat Galvin mengatakan ingin menemui Abrian.


"U-untuk apa, Galvin??"


"Ada yang ingin aku selesaikan dengannya, tapi kau tak boleh ikut. Aku tak mau kalian saling bertemu" Jawabnya.

__ADS_1


Marisa terdiam seketika, perasaannya mulai tak karuan. Gelisah pun menyelimuti jiwa lemah lembut itu.


"Tapi kau harus janji jika kau harus mengontrol emosi mu, jangan berbuat kekerasan disana. Aku tidak mau sampai kau kenapa-napa, kau harus berhati-hati Abrian itu orang licik" Ujar Marisa memperingati.


"Ya, aku akan berusaha" Jawab Galvin singkat, ia tak bisa berjanji jika nanti dirinya terbawa akan emosi. Bahkan kini saat ia mengingat nama lelaki itu Galvin sudah ingin memukul wajahnya lagi..!


Ada yang harus Galvin katakan sesama lelaki, lagipula Abrian masih belum ditetapkan sebagai tersangka meski kini pria tersebut sudah berada di Polsek setempat.


Mobil hitam Galvin pun terus membelah jalanan ditengah teriknya matahari panas.


***


Seusai mengantarkan Marisa ke rumah Galvin kembali melajukan mobilnya ke kantor polisi tempat Abrian berada.


Ketika sudah sampai Galvin langsung memasuki bangunan itu dan meminta pada polisi yang bertugas jika ia ingin menemui Abrian.


Galvin pun menuruti perintah polisi itu, ia duduk di kursi tunggu menunggu Abrian disana.


Tak lama polisi membawa Abrian dan menyuruh pria itu duduk berhadap-hadapan dengan Galvin, sedangkan sang polisi akan mengawasi tak jauh dari tempat mereka berada.


Sorot mata Galvin menyalang tajam menatap pria di depannya, tatapan membunuh sangat terasa mencengkam membuat Abrian tak kuasa menatap wajah Galvin.


Hening...


Hening...

__ADS_1


Hening...


"Ada apa kau kemari?" Seru Abrian ketus.


Galvin masih menatapnya tajam, matanya seolah memancarkan api yang menyala. Suasana pun ikut tegang dirasanya.


"Rasanya aku ingin membunuhmu sampai mati... " Ucap Galvin dingin.


Abrian tertegun namun ia membuang pandangan seakan tak menghiraukan perkataan Galvin.


Ia tak mau terlihat lemah meski dalam keadaan seperti sekarang! Ia tak mau Galvin tertawa diatas penderitaan yang kini tengah menimpa dirinya.


"Jangan basa-basi katakan apa yang ingin kau katakan...!" Desak Abrian mengalihkan rasa tegang dalam dirinya.


Galvin pun semakin menegakkan tubuhnya, sorot matanya makin menusuk, dan memulai pembicaraan serius.


"Kenapa kau melakukan itu pada Marisa?!!" Pertanyaan itu pun lolos dari bibir Galvin.


Abrian lalu memberanikan diri untuk besitatap dengan Galvin, tak ada lagi rasa takut yang tersirat. Justru lelaki itu seolah menantang pria didepannya.


"Karna aku mencintai Marisa...!


Aku yang selalu ada untuknya....!


Aku yang menghibur dia disaat kau hanya bisa membuatnya menangis......!

__ADS_1


Aku menolak semua gadis hanya demi wanita satu anak yang memiliki suami brengsekkk seperti dirimu....!!!" Ucap Abrian menggelegar.


__ADS_2