Anggap Aku Ada, Suamiku

Anggap Aku Ada, Suamiku
Aksi Abrian


__ADS_3

"Abrian apa maksudmu?!! Menyingkirlah dariku.....!!" Teriak Marisa memberontak.


Wanita cantik itu dengan sekuat tenaga berusaha melepas kukungan Abrian, tangannya dicerangkram Abrian sedangkan kakinya dihimpit kuat-kuat.


Tenaga Marisa kalah jauh untuk melawan pria ini, tangan Marisa pun malah terasa sakit akibat cengkraman Abrian yang terlalu kuat.


"Lepas........!! Lepaskan aku....!!!!!" Bentak Marisa.


Namun semakin kuat Marisa melepaskan diri semakin kuat pula Abrian menghimpit tubuh Marisa.


"Ayolah sayang.... Jangan takut, aku pastikan malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kita berdua" Bisikan Abrian dengan sensual.


Marisa makin ketakutan, ia menggeleng-gelengkan kepala dan mulai berteriak.


"TOLONGGGGG............!! TOLONGGGGG........!!"


"Shittt........ Jangan berteriak!" Dengan cepat Abrian membungkam bibir Marisa dengan satu tangannya.


"Empphh........!!"


"Ssttttt...... ! Kecilkan suaramu sayang, kita baru akan memulai permainan" Ucap Abrian.

__ADS_1


Dengan posisi yang sama Abrian kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya dan mulai menelusuri leher jenjang Marisa.


Sontak Marisa terlonjak dan semakin memberontak, namun Abrian terus mengecup leher itu hingga tercipta beberapa tanda merah.


"Emmpphh........!! Emmpphh........!!"


Abrian terlihat sangat menikmati momen tersebut, ditengah-tengah Marisa yang sedang ketakutan disitulah Abrian tengah merenggut kenikmatan yang baru saja ia mulai.


Kecupan Abrian naik hingga ke area pipi Marisa, sesaat Abrian menghentikan aktivitasnya dan menatap wajah Marisa yang sudah memerah. Lelaki itu tersenyum puas!


"Jangan takut sayang, aku pasti akan bertanggungjawab"


Lelehan air mata Marisa pun akhirnya jatuh membasahi pipi serta tangan Abrian yang membekap mulutnya, namun Abrian seperti tak sedikitpun luluh melihat wanita yang menangis itu.


"Biar aku bantu membuka kancing baju mu, aku tidak mau sampai kau kelelahan nanti...." Ucap Abrian


"Emmpphhh................ LEPASKAN AKUU....!!!!"


"AKAN KU LAPORKAN KAU ABRIAN......!! LEPASKANNNN!!!!" Teriak Marisa menggema ke setiap sudut ruangan.


"Hahaha.......... Tidak mungkin aku akan melepaskanmu, aku sudah susah payah membuat rencana ini dan membayar pegawaimu itu untuk bekerja sama. Dan sekarang kau meminta aku melepaskanmu?? Hahahaha...... Jangan harap Marisa!"

__ADS_1


Melihat Marisa yang memberontak, Abrian tak mau menunggu lama, ia dengan sekali tarikan membuka kancing baju Marisa hingga beberapa kancing itu terlepas dari bajunya.


"TIDAKKKKKK........!!!"


"Emmpphhh........ " Abrian pun segera membekap kembali mulut Marisa agar perempuan itu tak bisa mengeluarkan suara.


Marisa menjerit dalam hatinya, ia tak mau laki-laki lain menyentuhnya selain suaminya sendiri.


Kenapa Mila begitu tega bekerja sama dengan Abrian untuk menghancurkan hidupnya?? Dan kenapa Abrian jadi tergila-gila pada dirinya??


"Kau tidak akan bisa lari Marisa, tidak akan ada yang menolongmu. Ikuti saja apa yang sudah terjadi, karena aku tidak akan melepaskanmu. Aku jatuh cinta padamu sejak awal, aku yang menemani kesepianmu dan kesedihanmu. Tapi sekarang, dengan teganya kau kembali kepelukan suamimu dan tertawa lebar dihadapanku!!


Aku sungguh tidak terima, Marisa. Apapun akan aku lakukan agar kau kembali ke pelukanku! Apapun itu....... !"


Tubuh Marisa seketika lemas tak bertenaga, hidupnya seolah sudah hancur didepan mata tanpa Marisa tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Apakah ia harus pasrah begitu saja?? Sungguh ia sudah benar-benar sudah terjebak di dalam perangkap Abrian.


Dan ketika Abrian baru saja mengecup leher Marisa, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan lebar.


BRAKKK!!


Abrian langsung menegakkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang sudah menganggu aktivitasnya.

__ADS_1


Dan detik itu juga matanya terbelalak tak percaya.


"Galvin.....? "


__ADS_2