
Minggu berlalu dengan cepat, es mulai mencair, dan cabang-cabang yang semula tertutup es mulai menghijau dengan cepat. Rae terus berlatih sihir dengan Frya setiap pagi hingga menjelang makan siang. Rae masih belum di perbolehkan berkeliaran tanpa pengawasan Frya bahkan di istana.
Hingga pagi itu, Rae dibangunkan lebih pagi oleh Frya, sebelum matahari terbit. Dengan mengantuk Rae mengeser Fhire—kucingnya, dia sudah memutuskan beberapa waktu yang lalu bahwa itu naman yang cocok, yang sedang bergelung di sisinya dan bangkit. Frya telah mengenakan pakaian resmi yang indah, rambutnya di sanggul ke atas, dan disangga dengan perhiasan dari perak bermotif tanaman merambat. Dia terlihat sangat cantik. Rae merasa lusuh dihadapannya.
“Hari ini adalah hari pertama festival musim semi,” kata elf itu begitu Rae berdiri. “Semua orang akan berkumpul untuk perayaan pembukaan upacara festival musim semi, aku harus menyelimutimu dengan energy agar para elf tidak menyadari kau tak memiliki getaran sihir.”
Telapak tangan Frya yang halus dan dingin mengenggam lengan Rae, sesaat kemudian Frya mulai bernyanyi, Rae dapat merasakan setiap aliran energy di setiap liriknya, merayap melalui sentuhan tanggan Frya. Ketika dia selesai tubuh Rae terasa memiliki getaran dikulitnya, sangat tipis, tak seperti milik Frya.
“Sekarang kau telah memiliki getaran sihir, tapi kau tak boleh bersentuhan dengan para elf atau mereka akan menyadari bahwa itu bukan berasal dari dirimu.” Rae menangguk, “bersiap-siaplah, aku telah menyiapkan tempat untukmu, dimana kau cukup dekat dengan pohon kehidupan tapi tak ada yang bisa mendekatimu.” Frya menunjukan gaun tunik panjang yang telah ia persiapakan untuk Rae.
Frya membawanya menelusuri lorong istana. Untuk pertama kalinya setelah satu minggu lebih terkurung di dalam istana, Rae melangkah keluar menelusuri jalan utama kota Celestia.
Rae dapat merasakan aura yang berbeda di sekitarnya, para elf di sekitarnya terlihat sibuk dan bersemangat meski fajar masih beberapa jam lagi, tak seperti biasanya, biasanya mereka sangat tenang.
Rae mengikuti setiap langkah Frya, tanpa banyak bicara, Mereka berpapasan dengan beberapa elf, Frya membalas salam hormat mereka, tapi tidak berhenti untuk bertegur sapa. Frya tak berhenti hingga mereka sampai di tepi batas kota Celestia, pohon-pohon yang dibentuk sebagai tempat tinggal mulai menghilang. Menyisakan pohon-pohon besar dan rimbun, dimana cahaya bulan tak mampu menembusnya. Lentera lentera indah berjajar rapi di sepanjang jalan yang mereka lalui, hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah pohon besar, yang dihiasai dengan cahaya-cahaya orbs di sekitarnya, orbs orbs itu berterbangan, menerangi pohon itu dalam warna warni yang indah. Sebuah sungai mengalir di bawahnya, membentuk danau kecil. Frya melingkarkan lengannya ke pingang Rae, membantu Rae melopati danau kecil itu.
“Mereka adalah fairy, yang menjaga pohon kehidupan,” kata Frya, ketika Rae melihat orbs-orbs itu dengan terpanan “Dan bohon besar ini adalah pohon kehidupan,” kata Frya sambil menyentuh pohon itu dengan hormat. Pohon itu sangat besar.
Rae menyentuhnya, dan tertegun, pohon ini memiliki getaran kehidupan yang sangat kuat, kesadaranya yang bergalur lamban tapi terasa berasal dari dalam pohon itu.
“Pohon ini adalah simbol Ar’chismaytopia. Sekaligus pusat kebudayaan Ljósaflar. Pada setiap awal musim semi, para Ljósaflar akan mengadakan festival untuk menghormatinya, dan merayakan kehidupan.”
“Kenapa pohon ini begitu penting?” tanya Rae.
“Menurut legenda asal muasal, biji buah itu jatuh dari keabadian. Ketika cahaya pertama menyinarinya dia tumbuh dan berbuah. Dari buahnya lah elf muncul, dari buah yang tertimpa cahaya muncul elf cahaya, bangsa kita Ljósaflar. Sementara dari buah yang tumbuh di kegelapan lahirlah Svartálfar elf kegelapan.”
“Benarkah?” tanya Rae kagum. “Pohon itu pasti sudah sangat tua kalau begitu. Lalu darimana manusia dan yang lain muncul?”
“Manusia adalah pendatang. Mereka tiba setelah kami memiliki peradaban, mereka tak ada dalam legenda kami, dan hewan-hewan khas Ar’chismaytopia juga berasal darinya. Ada banyak cerita tentang pohon itu.”
“dan apa cerita itu benar?” tanya Rae. dia siap mempercayai apa saja sekarang.
““Sepanjang ingatan para Elf pohon ini telah ada,” kata Frya. “Tapi itu hanya mitos Rae, jelas kami tidak berasal darinya. Jika memang berasal darinya tentu kami tidak perlu bereproduksi bukan? Kami akan bertambah banyak dengan sendirinya. Tapi kami menghormati legenda itu sebagai warisan. Jadi kami tetap melakukan semua ritual-ritual berkaitan dengan pohon itu.”
“Tapi aku merasakan energy yang keluar dari pohon itu,” kata Rae.
“Ya pohon itu memiliki energy sihir. Sesuatu dari pohon itu menyeimbangkan sihir yang ada di Ar’chismaytopia.”
__ADS_1
“Ayo, festival akan segera dimulai, aku membawamu ke salah satu dahan tertinggi, disana takkan ada yang bisa cukup dekat untuk menyentuhmu, dan kau masih berada di jarak yang wajar.” Frya meraup tubuh Rae, dengan ringan meloncat dari satu dahan ke dahan lain.
“Festival musim semi akan diadakan selama satu minggu tanpa henti, para elf akan bernyanyi, akan terlalu banyak sihir di udara, cukup untuk menyembunyikan apa yang akan kita lakukan. Duduklah disini.” Rae memandang sekitar, para elf mulai berkumpul mereka menyebar, seakan tak beraturan.
Setelah beberapa saat sang raja dan ratu muncul, membawa lentera, melangkah ke arah kerumunan. Para elf memberi jalan pada mereka. Lalu Sang raja mulai menyanyikan sebuah pidato pembuka, kemudian di susul nyanyian. Para elf mulai bernyanyi bersama, dalam nada merdu yang menghanyutkan. Nyanyian itu membuat Rae merasa aneh, udara tebal dengan energy sihir. Lalu suara–suara seakan menyatu menjadi kesatuan, para elf bernyanyi, suara tabuan genderang terdengar. Membuat Rae ingin melayang. Uforia memabukkan menguar diudara. Menghipnotis Rae. Padahal upacara perayaan musim semi belum mulai.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba musik berhenti. Lalu sebuah alunan lembut mengantikan kesunyian. Frya meluncur dari tempatnya berdiri sebelumnya. “Tunggu disini,” perintahnya pada Rae. Lalu dia menyelinap pergi diantara kerumunan. Dan muncul disebelah ratu Ävlór. Frya berjalan dengan anggun dibelakang sang ratu. Semua elf menepi. Membentuk sebuah ruang kosong di sekeliling pohon. Para elf penari menempatkan diri di sekeliling pohon jumlahnya sekitar dua belas elf. Dan kesemuanya adalah elf wanita. Mereka mengunakan gaun yang indah yang sama tapi warna berbeda-beda, warna-warna musim semi. Gaun itu terbuat dari kain tipis hampir trasparan dan setiap kali para elf bergerak pinggir gaunnya yang berujung lebar bergerak seperti air mengikuti gerakan elf itu.
Para elf mulai menari dalam gerakan lambat sesuai iringan lagu, dengan gerakan anggun yang indah. Frya ikut menari, bersama sang ratu. Semakin lama semakin cepat mengikuti irama lagu yang mereka nyanyikan.
Tempo lagu yang mereka nyanyikan itu semakin cepat, dengan suara yang semakin merangsang gairah Rae. Suatu energy hangat menyelubungi Rae. Memenuhi indranya. Mengalir di seluruh nadinya, Tiba-tiba liontinya bergetar, dan seakan-akan semua energy yang ada dalam diri Rae membuncah keluar. Rae merasa di selubungi oleh energy baru.
Seakan dirinya ditarik. Para elf terlihat mengila, sesuatu yang tak pernah Rae pikir akan ia lihat. Rae selalu berpikir mereka adalah makhluk yang tenang, tapi melihat mereka sekarang seperti sesuatu yang sakral dan pribadi, yang tak seharusnya ia lihat.
Semua suara menghipnotisnya, membaur dan lalu dalam sekejap suara-suara itu berubah menjadi sebuah suara. Suara yang berbeda dari nyanyian para elf sebelumnya. Liriknya menenangkan.
Tiba-tiba rasa panas muncul di dadanya. Rasa panas yang membakar tubuhnya. Rae ingin tetap mendengarkan lagu yang menenangkan itu. Dia tak ingin merasakan rasa terbakar Rae berteriak seakan dirinya akan mati. Tapi tak ada suara lain yang keluar.
Dia merasakan dirinya direngkuh oleh pohon kehidupan. Sesaat kemudian seakan si pohon kehidupan bernyanyi padanya dalam irama lambat yang merdu, mengantikan lagu yang semula di dengarkannya.
Tangan yang membawa takdir telah datang
Semua yang telah disembunyikan harus terungkap.
Karena anak yang dibuang telah pulang.
yang diikatan harus dibebaskan
yang terpisah harus disatukan,
yang hilang akan ditemukan
dan yang terbuang akan kembali ketempatnya.
Dia harus melemah sebelum menjadi kuat.
Karena nya sang cahaya harus menghilang
__ADS_1
Sebelum kegelapan dapat sirnah.
dan kehancuran dapat di cegah.
***
Frya melihat apa yang terjadi pada Rae. Dia ingin mendekatinya. Tapi dia harus terus bernyanyi untuk membebaskan mantra yang mengikat hybrid itu. Dia tak boleh menghentikan mantra mereka ditengah jalan. Karena itu berarti hanya ada ayah dan ibunya yang akan menjaga mantra itu tetap terlaksana.
Dia menatap sekeliling. Tak ada yang memperhatikan. Para Ljósaflar sedang bernyanyi. Meraka larut dalam nyanyian musim semi.
Si Hybrid seperti dalam keadaan trans. Dia melayang. Hal aneh lain yang terjadi di festival musim semi. Hanya saja ini berbeda. Gadis itu menyedot sihirnya. Dia menatap ayahnya, tengah menatap sang ratu penuh tanda tanya. Sang raja mengalihkan pandangannya dan menangguk menyuruhnya meneruskan mantra yang sedang mereka rapalkan.
Frya menoleh kembali pada si hybrid, pohon kehidupan bergerak. Dalam gerak yang sangat lambat. Dahan pohon itu seakan menyambut si hybrid. Merengkuhnya seperti seorang ibu, si hybrid bergelung kepadanya, mencari kenyamanan. Seperti seorang anak dalam gendongan lengan ibunya.
Raut wajahnya kesakitan. Liontinya melayang keluar, bersamaan dengan sebuah dahan pohon kehidupan yang tumbuh memanjang. Terulur menyentuh bagian tengah pendal si hybrid.
Frya tak bisa mengalihkan padangannya. Ada kalanya ketika pohon kehidupan beraksi pada hal-hal di sekitarnya. Tapi itu merupakan hal yang langka. Elf lain mungkin berpikir hybrid ini sedang sakit dan pohon kehidupan mencoba menyembukan sakitnya. Hanya itu rumor yang perlu dia sebarkan.
Berkas fajar musim semi pertama mulai menembus pepohonan dan menerpa pohon kehidupan. Ini adalah puncak dari pembukaan upacara musim semi. Para Ljósaflar mulai berseru dengan gembira, musim semi dimulai bersamaan dengan datangnya fajar.
Frya menatap si hybrid dengan waspada. Dia tak tahu apa yang akan terungkap. Tapi dia dapat merasakan sihir mereka mulai bekerja. Frya melompat mendekati si hybrid. Dahan pohon kehidupan telah bergerak membentuk lengan seorang ibu untuk menompang hybrid itu. membuatnya nyaman.
Mata si hybrid tiba-tiba terbuka, dia mengerakan tangannya untuk menyentuh pendalnya. Kedua tangannya mengengam pedal mendekatkannya pada jantungnya. Lalu meringkuk lebih dalam kepelukan pohon elf.
Frya dapat merasakan mantra itu meloloskan diri dari Rae. Meresap kedalam pohon kehidupan. Dan menghilang. Frya menyentuh si hybrid. Tubuhnya sekarang mengetarkan sihir seperti dirinya.
Tak ada elf yang memperhatikan mereka seakan tenggelam dalam festival musim semi. Sementara sang raja dan ratu masih terus bernyanyi.
Saat mantranya lenyap, pohon kehidupan mulai bergerak kembali ke posisinya semula. Dengan sigap Frya menangkap si hybrid. Sebelum ia terjatuh ke tanah.
Hybrid itu keturunan Ljósaflar. Rasa lega mengalir dalam benaknya. Segalanya akan lebih rumit jika dia adalah seorang svartalfar.
***
Di sisi hutan terjauh, seseorang tersentak dari tidurnya yang panjang, paru-parunya yang kosong tiba-tiba terisi penuh dengan udara segar. Bariernya telah hilang, berapa lama waktu yang telah berlalu
__ADS_1