Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 23 | Persiapan Rapat Mirhan ("Pemilihan Calon Ketua OSIS" bagian Empat)


__ADS_3

Sebelumnya….


(kalau mau melewatkan ini, cari kata #skip setelah ini)


Heri dan Mirhan saat ini sedang bersiap untuk menuju ruangan OSIS untuk menemui Masha. Heri yang awalnya bersemangat kali ini dia merasa gugup dikarenakan saat ini mereka mereka sudah berada di depan ruang OSIS.


"Bro?...masih disana?" tanya Mirhan sambil menepuk pundak Heri dengan keras.


Mereka lalu memasuki ruang OSIS yang disana ada Masha sedang mencatat.


"Gue belum pernah sedekat ini sebelumnya sama cewek…" jawab Heri dengan wajah datar.


Masha tersenyum saat melihat Heri dan Mirhan masuk. Dia langsung menghentikan kegiatannya sekarang.


"Eh...Heri...ada apa kesini?" tanya Masha dengan ramah.


Heri sama sekali tidak merespon dikarenakan saat ini dia sedang menghayal Masha seperti sosok bidadari yang turun dari langit.


"Hem…mulai…" ucap Mirhan dari dalam hati sambil nyengir. Kemudian Mirhan mulai mengagetkan Heri. "Woi!...Her!..." seru Mirhan dengan keras.


"Eh!...Arif kalau lagi gabut suka baca buku gombal." kaget Heri.


"Wah gawat nih anak...kalau sampai Heri melamun, kayaknya satu aib temannya terbongkar lagi." dalam hati Mirhan berasumsi.


"Hm? Kenapa Her?" tanya Masha kebingungan dengan Heri yang masih melongo.


"Oh?...eng-enggak...gak papa...kok..." jawab Heri dengan gugup.


Masha kemudian kembali menemui mereka. "Nama kamu sudah masuk di daftar calon ketua OSIS, nanti kami akan memberi kabar mengenai penjabaran visi dan misi kamu kenapa ingin menjadi ketua OSIS," ucap Masha menjelaskan.


Heri yang sudah tidak kuat lagi berada disana langsung menarik lengan Mirhan untuk pergi. "Bentar...woi...lo gak bilang terima kasih sama Masha dulu?" tanya Mirhan karena terkejut. Sementara Masha hanya tersenyum.


...***...


Sementara itu di kantin Ryu masih terduduk kecapean. Rasya sangat khawatir dengan keadaan pacarnya. Disana ada juga Arif dan Obeng yang juga kecapean. Helena baru saja datang bersama Firman dan Agus.


"Kenapa kalian bertiga?" tanya Agus bingung melihat Ryu, Arif, dan Obeng keletihan.


"Itu tuh guru olahraga aneh…" ucap Arif marah-marah.


...Sebelumnya…...


Pak Ibnu Arsyad atau dipanggil dengan pak I'ib, hari ini mengajari murid kelas 1A lari menggunakan aba-aba suara. Ini adalah jenis lari berlevel, jadi semakin tinggi levelnya semakin cepat suara aba-aba berbunyi.


Saat Ryu, Arif, dan Obeng mulai lari, saat itu juga bel istirahat berbunyi. "Kalian jangan istirahat dulu, sebelum kalian menyelesaikan berlari," ucap pak I'ib.


"Ryu sayang!...semangat ya!..." teriak Rasya yang ternyata memperhatikan Ryu berlari.

__ADS_1


Ketika Ryu tumbang, Rasya membawakan sebotol cola untuk Ryu. Melihat akan hal itu membuat seluruh siswa dan guru olahraga cemburu.


"Kalian berdua, kalau mau bermesraan bukan disini tempatnya," ucap pak I'ib dengan tegas.


"Iya. Semak-semak disana luas noh!" sahut salah satu anak-anak yang iri dengan mereka.


"Nah, ke semak-semak aja sana!" sahut satunya lagi.


"Kok jadi ingat berita tv tengah malam ya?" sahut Heri teringat sesuatu.


"Kita pacaran ke kantin aja yuk sayang…" ajak Rasya sambil membantu Ryu berdiri.


...…...


^^^#skip#^^^


Sementara itu Ryu masih duduk di samping Rasya sambil minum. Dia masih belum bisa berbicara dengan lancar karena kecapean. Bahkan dia belum mengganti pakaian olahraganya.


"Kita...harus bales...tuh guru…" usul Obeng yang masih belum bisa mengatur nafasnya.


"Sekarang...mending kita mikirin pemilihan ketua OSIS buat Mirhan dulu…" kali ini Ryu baru bisa bersuara.


"Gimana kita omongin sekarang aja?" usul Firman bersemangat.


"Tunggu Heri dan Mirhan dulu…" jawab Ryu. "Lebih baik kita obrolin saat mereka sudah datang," tambahnya lagi setelah minum.


Heri dan Mirhan berjalan menuju ke tempat mereka. Sementara itu Mirhan tidak henti-hentinya menertawakan Heri. Sementara Heri sangat merasa malu dengan kebodohan yang dia lakukan di depan Masha.


"Huh? Kenapa lo berdua?" tanya Arif penasaran.


"Lo tau gak?" tanya Mirhan sambil menahan ketawanya.


"Gak tau…" tanya Helena penasaran.


"Justru karena gak tau, Mirhan mau jelasin tuh…" tambah Arif dengan penasaran.


"Eh lo kalau mau ngomong jangan sambil ketawa bro…" Ryu memarahi Mirhan.


"Iya nih…Tau…" tambah Rasya. "Santai dulu, ambil nafas… baru ngomong…" ucap Rasya.


"Oke...he he he he…" ucap Mirhan lalu puaskan ketawanya. "Tadi pas gue daftar menjadi calon ketua OSIS ke ruangan OSIS, masa dia langsung gugup gitu saat berhadapan Masha…" lalu kemudian Mirhan dengan lancar menjelaskan.


Arif, Helena, Obeng, Firman, dan Agus tertawa menertawakan Heri begitu pula dengan Ryu dan Rasya juga ikut tertawa. Mereka sangat senang mendengar cerita Mirhan. Selama ini Heri adalah orang yang paling sinis dan serius diantara mereka, ternyata bisa juga bertingkah konyol seperti itu.


Mendengar reaksi teman-temannya membuat Heri tambah malu. Sementara itu Rasya mulai mengerti perasaan Heri saat ini. Dia mulai memberikan saran buat Heri yang suka sama Masha.


"Haduh… Eh, lo kalau suka sama cewek, jangan diem aja," ucap Rasya dengan bijak. "Ya memang sih .cewek itu gak suka dikejar-kejar cowok, tapi cewek juga seneng kalau lo ngasih perhatian," tambah Rasya lagi.

__ADS_1


"Bener kata Rasya...memendam perasaan yang gak diungkapin malah akan bikin lo tambah gak nyaman," ucap Arif ikut menambahkan.


"Apaan sih lo pada?" tanya Heri yang tidak terima dinasehati Arif dan Rasya.


"Apa lo butuh bantuan kita buat ngedeketin Masha?" kali ini Ryu yang ikut berbicara. "Disini ada dua orang yang ahli dalam urusan cinta loh, ya...walaupun yang satunya dijuluki Playboy cap Aligator…" ucap Ryu menyindir Arif.


"Eh...Jin Botol…" Arif tidak terima diledekin Ryu. "Gue gak seburuk itu kali…"


Kali ini Arif yang menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Heri juga ikut menertawakan Arif, malah dia yang paling kencang. Teman-temannya langsung melongo mendengar Heri yang tertawa puas.


"Udah-udah...mending kita ke belakang sekolah yuk?..." ajak Ryu menengahi.


"Lo pengen pacaran sama Rasya di belakang sekolah Yu?" tanya Obeng yang tidak mengerti maksud Ryu.


"Makanya pas mapel Biologi, lo jangan terlalu konsen ke materi proses reproduksi mulu Beng…akhirnya otak lo jadi gini kan…" ucap Ryu menanggapi celetukan Obeng. "Udah, mending kita bahas gimana biar Mirhan terpilih jadi ketua OSIS," dia kemudian menjelaskan.


"EH! Siapa bilang?..." tanya Obeng tidak terima.


"Oh ya Beng...kemaren lo pinjam CD film reproduksi gue kan?" tanya Arif yang baru ingat tentang sesuatu.


"Akhirnya bandarnya ngaku…" Heri akhirnya bisa kembali meledek Arif lagi.


"HEH! Siapa yang lo bilang bandar?..." tanya Arif tidak terima.


"HEI...Udah-udah...jadi rapat gak nih?" tanya Helena yang mulai kesal.


"Tau nih cowok-cowok...apa kalian gak malu ngomongin itu di hadapan cewek?" Rasya sependapat dengan Helena.


"Ya maaf sayang…" tanpa sadar Ryu keceplosan ngomong sayang ke Rasya.


"Aduh...panas...panas…" ucap Arif menanggapi ucapan Ryu ke Rasya.


"Wah...sudah saling memanggil sayang ya?" tanya Firman yang ikut meledek.


Ryu yang mengacuhkan mereka dan mendahului pergi ke tempat persembunyian Rasya dan teman-temannya. Disana sudah menunggu teman-temannya Rasya. Teman-temannya Rasya tersenyum melihat Ryu yang jalan bareng Rasya.


"Cie...udah pegangan tangan ya?" tanya teman-temannya Rasya. Teman-temannya Rasya ada Dea dan Adel.


"Sorry ya sis?...kami gak bisa bercanda sama kalian sekarang," ucup Arif sambil tersenyum.


"Ah...elah Rif…" ucap Dea dengan kecewa.


"Kami mau rapat, kalau lo pada mau ikut gabung hayu…" ajak Obeng bersemangat.


"Rapat apaan sih?...kayaknya serius banget dah…" ucap Adel tidak menanggapi ucapan Obeng.


^^^bersambung...^^^

__ADS_1


__ADS_2