Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 29 | Update Terbaru dari Peraturan Sekolah.


__ADS_3

"Bagaimana Ryu?...sudah siap untuk mendapatkan rangking tiga besar?" tanya pak Sani pada Ryu.


"Aduh…gimana ya pak?...soalnya ini bakalan susah…" jawab Ryu terlihat ragu-ragu.


"Mulai sekarang kamu setiap pulang sekolah langsung ke rumah saya...kecuali sabtu sama minggu...agar kamu mendapat pelajaran tambahan di rumah saya…" ucap pak Sani memberikan usul.


"Waduh…Gimana ya pak?..." ucap Ryu merasa keberatan.


"Saya akan menyiapkan rokok untuk kita belajar biar kamu bisa santai saat belajar…" ucap pak Sani seakan mengerti maksud Ryu.


"Oke deh pak…" jawab Ryu bersemangat.


"Hadeh… dasar Jin Botol. Urusan yang dikasih upah rokok langsung diterima." sindir Heri pada Ryu.


"Tanpa rokok, gak semangat belajar…" ucap Arif menambahkan.


"No rokok no life yah...hadeh..." sahut Heri sambil geleng-geleng kepala.


Kemudian Pak Sani meninggalkan mereka ke ruang guru.


"Guru yang keren…" ucap Obeng memuji beliau.


"Keren apanya?...cuman guru yang suka merokok di kelas kok…" ucap Heri menanggapi dengan sinis pujian Obeng ke pak Sani.


"Ya...keren...dia membela muridnya yang akan dikeluarkan dari sekolah, bahkan beliau mau ngajarin muridnya agar bisa mendapat rangking tiga besar…" ucap Obeng menjelaskan.


"Sayang…" ucap Rasya sambil menggandeng tangan Ryu. kembali semua mata cowok yang ada di sekolah itu menatap Ryu dengan tajam.


"Apaan sih Sya?..." tanya Ryu yang merasa malu ditontonin Arif, Obeng, Firman, Heri, Mirhan, Agus, Helena, Dea, dan Adel.


"Aku lapar…" ucap Rasya bermanja pada Ryu. Kembali mata cowok-cowok menatap Ryu dengan tajam.


"Iya…mau makan apa?" tanya Ryu mulai kesal.


"Terserah…" jawab Rasya manja.


"Yaudah...makan bakso yuk?..." ajak Ryu kemudian.


"Gak mau...susah menggigitnya…" jawab Rasya dengan manja.


"Huh…" Ryu berusaha mengontrol emosinya. "terus mau makan apa?..." tanya Ryu berusaha tidak marah.


"Terserah…" jawab Rasya dengan tatapan menggoda Ryu.


"Yaudah...makan nasi goreng gimana?..." tanya Ryu berusaha tenang.

__ADS_1


"Gak mau...udah bosen...nasi goreng mulu…" jawab Rasya masih menggoda Ryu. Arif, Mirhan, Firman, dan Obeng menertawakan temannya yang lagi dikerjain Rasya.


"Terus lo mau makan apa!..." tanya Ryu dengan suara lebih keras.


"Terserah!..." jawab Rasya dengan suara yang keras juga.


"Beng!..." teriak Ryu pada Obeng.


"Apa Yu?..." jawab Obeng.


"Lo bawa obeng kan di tas lo?..." tanya Ryu padanya dengan wajah kesal.


"Iya, ada...buat apa?..." Obeng bertanya balik pada Ryu.


"Buat mukul kepala gue...pake obeng lo…" jawab Ryu dengan kesal.


"Eh...sayang gak bisa diajak bercanda ah…" ucap Rasya dengan manja menggandeng Ryu. "Aku mau makan Soto Ayam…" ucap Rasya sambil menggiring Ryu ke kantin.


"Kenapa gak bilang dari tadi!..." Ryu terlihat sangat kesal.


"Untung lo gak ke tempat yang ada nama 'terserah' nya..." celetuk Heri.


"Ya udah, besok gue bikinin deh nama 'warung terserah' biar ada di kantin..." Mirhan kembali ngide.


"Hadeh, yu... Lo sengaja atau gimana sih? Itukan nama orang yang komen disini di bab khusus!" tegur Heri.


Semua teman-teman Ryu tertawa melihat tingkah Ryu.


Namun, semuanya tidak mendengarkan apa yang Heri ucapkan terakhir. Sementara Rasya membuat semua cowok di sekolah itu iri melihat Rasya dan Ryu bergandengan mesra. Begitu juga Dicky dan teman-temannya yang melirik mereka dari kantin.


Mereka kemudian berjalan menuju ke kantin berbarengan. Saat mereka baru masuk ke kantin langsung saja Dicky berteriak. "Lo mau bikin acara perpisahan dulu!..." tanya Dicky dengan nada mengejek.


Ryu saat ini sangat ingin menemui Dicky, tapi dia ditahan oleh pacarnya. "Jangan yang...biarin aja…" ucap Rasya sambil terus menggandeng Ryu hingga melewati Dicky.


Tapi Ryu kemudian diam sejenak di sebelah Dicky. "Lain kali kalau lo pengen ngehancurin gue...lebih baik lo cari cara yang lebih laki lagi, cara lo tadi ngaduin gue ke guru, banci banget...tau gak?" setelah berbicara Ryu lalu melanjutkan berjalan melewati Dicky dengan terlihat senyum kepuasan dari wajah Ryu.


Dicky mendengar ucapan Ryu langsung tersulut emosinya. Dia sudah bersiap ingin menghajar Ryu, tapi ditahan oleh teman-temannya. Sementata teman-teman Ryu yang lain tersenyum melihat gelagat Dicky.


"Apa gak apa-apa kamu ngomong seperti itu ke Dicky...yang?" tanya Rasya agak khawatir.


"Tenang...kalau dia berani macam-macam...otomatis nama dia akan dihapus dari calon ketua OSIS," jawab Ryu dengan santai.


"Lo memang cukup licik dalam hal seperti ini…" entah ucapan Heri kali ini pujian atau hinaan, tidak ada yang tau.


Ryu kemudian mencari tempat duduk biasanya mereka bisa bersantai sambil ngerokok. Semua murid bingung, karena Ryu bisa sesantai itu merokok di area sekolah. Bukan hanya Ryu yang merokok di sana, tapi juga Arif, Firman, dan Obeng.

__ADS_1


"Tapi bisa jadi kan...Dicky bakalan ngehajar lo di luar sekolah…" ucap Agus ketakutan.


"Lo santai aja…kalau dia berani macem-macem...kita hajar rame-rame aja…" jawab Arif sambil mengepalkan tangan.


"Ingat...kita bukan preman yang asal main hajar aja…" Ryu menanggapi ucapan Arif. "Kita lawan mereka pakai ini aja…" ucap Ryu sambil menunjuk kepalanya.


"Maksud lo nyundul dia dengan kepala?..." tanya Obeng sama sekali tidak nyambung.


"IQ lo berapa sih Beng?...masak yang kayak gitu aja kagak ngerti…" tanya Arif memarahi Obeng.


"Mulai...kakak sama adik berantem…" ejek Mirhan sambil nyengir.


"Gue...saudaraan sama dia?...ogah…Montir Berjalan…" ucap Arif tidak terima dibilang kakaknya Obeng.


"Apalagi gue...ogah banget punya saudara Aligator Berjalan…" Obeng balik mengatai Arif.


"Udah...udah…jangan berantem...mending gue nyanyiin sebuah lagu buat lo pada…gimana?" ucap Ryu memberi ide.


"Jangan!..." ucap Heri, Arif, Obeng, Mirhan, Helena, dan Agus berbarengan.


"Suara lo kayak gorila pengen ngelahirin tau gak?..." ejek Firman dengan kesal.


"Bukan Gorila lagi...tapi si Lambat yang disuruh nyanyi…suaranya kedengeran kaga...ekspresinya dewa…" tambah Arif mengejek Ryu.


"Suara pacar gue bagus tau…" ucap Rasya berusaha membuat pacarnya tidak drop.


"Woi!..." teriak seorang anak dengan keras. "Ada pengumuman di mading!..."


Sontak saja mereka langsung berlarian ke mading sekolah. Mereka berhimpitan untuk membaca pengumuman itu. Ryu dan teman-temannya tidak dapat membaca karena terhalang murid yang lain.


"Ini yang bener aja!..." seru satu orang murid terlihat tidak senang setelah membaca pengumuman.


Ryu, Mirhan, Arif, Heri, Helena, Rasya, Firman, Agus, dan Obeng terpaksa menunggu yang lain selesai membaca pengumuman tersebut. Cukup lama mereka menunggu sampai murid-murid yang lain bubar. Mereka lalu mengambil posisi untuk bisa membaca pengumuman itu.


"Pengumuman untuk seluruh murid di sekolah SMAN 13 FLOWER GARDEN


Dikarenakan perdebatan yang sangat panjang antara guru dan murid, maka pihak sekolah memutuskan. Bahwa, peraturan yang menyatakan murid akan dikeluarkan apabila merokok di sekolah akan kami rubah. Murid diizinkan merokok di sekolah dengan syarat harus masuk ranking sepuluh besar di kelasnya masing-masing, kalau tidak memenuhi syarat tersebut, maka murid itu akan dikeluarkan.


Demikian perubahan peraturan sekolah ini dibuat dengan ditandatangani oleh kepala sekolah SMAN 13 Flower Garden," Itulah isi dari pengumuman sekolah.


"Ini peraturan macam apa sih?..." keluh Arif terdengar tidak terima dengan peraturan tersebut.


Bersambung...


[Note author : Cieee yang nungguin sejak 1 April tadi. Cieee yang buka ini tepat di jam sahur....]

__ADS_1


__ADS_2