Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 25 | Spanduk


__ADS_3

Ryu mulai mendekati beberapa ekskul sekolah mulai dari ekskul drama sampai olahraga. Dia sengaja melakukannya agar sedikit demi sedikit nama Murhan dikenal dikalangan anak ekskul. Dia masuk ke ekskul itu dibantu oleh Helena, Firman, Rasya, dan Arif.


Sementara Mirhan yang biasanya tidak fokus melakukan sesuatu, kali ini dia terlihat tekun menggambar di sebuah alat yang dipakai oleh komikus menggambar anime. Dia menggambar karakter sesuai dengan permintaan Ryu. Ternyata Mirhan memiliki kelebihan yang tidak pernah disadari oleh teman-temannya. Selama ini teman-temannya hanya tau Mirhan suka membuang-buang uang milik orangtuanya.


Di asrama berkumpul anak asrama Flower Garden, Rasya, Obeng, Firman, Agus, Dea, dan Adel. Ryu, Arif, Heri, Obeng, Firman, dan Agus berdiskusi mengenai tulisan yang akan dimasukkan di poster kampanye Mirhan, Rasya sedang mendandani Helena dengan make up yang dia bawa. Sedangkan Dea dan Adel sedang menyiapkan minuman dan makanan. Mirhan masih sibuk menggambar dengan serius.


"Lo yang benar aja Rif...masa lo mau nulis ketua OSIS siap membiayai buat membayar pelatih?" Ryu kembali marah-marah pada Arif yang menulis asal.


"Ya Otomatis…… anak basket pasti memilih Mirhan kalau seperti itu," ucap Arif membela idenya.


"Seluruh hal yang berhubungan dengan ekskul biasanya biaya dari anggota ekskul itu sendiri," Firman memberikan pendapat.


"Paling gak ada yang dijanjikan oleh Mirhan buat mereka kalau terpilih," ucap Arif tetap memajukan pendapatnya.


"Ingat Rif...Mirhan menjadi ketua OSIS gak digaji, dan lagi uang OSIS mana cukup untuk itu…" ucap Heri mengingatkan.


"Kalau mau gini aja tulisannya, 'Mirhan siap mengakomodir untuk urusan Ekskul Basket' gimana?..." tanya Ryu sambil menulis di kertas.


"Maksudnya bagaimana?" tanya Arif tidak paham.


"Maksudnya Mirhan hanya mencarikan pelatih dan mencarikan, untuk membayar pelatih dan lapangan dari Iuran ekskul Basket…" ucap Ryu memberikan ide.


"Jiah…sama aja bodong kalau gitu mah…" tanya Arif terlihat tidak setuju.


"Lah, terus lo pengen ngeluarin uangnya Mirhan...hanya karena dia ketua OSIS, gitu?" tanya Heri dengan kesal. Heri kali ini terlihat sependapat dengan apa yang Ryu ucapkan.


"Ya…paling gak Mirhan bisa bicara ke kepala sekolah kek… bilang aja ini agar ekskul di SMA semakin berkembang dan bisa membanggakan sekolah," kali ini Agus yang biasanya tidak pernah bicara, sekarang ikut menyuarakan pendapat.


"Hm…menurut gue apa yang dibilang Agus gak buruk, yang penting Mirhan gak keluar uang banyak untuk ekskul tertentu," Ryu terlihat senang dengan pendapat Agus. Sementara Arif terlihat kurang senang karena pendapatnya tidak dipakai mereka.


"Terus bagaimana untuk ekskul drama dan band Yu?" tanya Firman kemudian.


"Tulis aja sama seperti itu, nanti kalau Mirhan terpilih gue akan berusaha agar sekolah kita memberikan sebuah gedung untuk berlatih anak drama dan band," Ryu menjawab pertanyaan Firman.


"Tapi itu gak mungkin Yu...sebab ekskul band gak mungkin bisa berlatih di jam yang sama dengan anak drama, bisa-bisa mereka pada berantem…" Heri berkomentar menentang ide Ryu.


"Kita buat aja ruangan kedap suara untuk tempat berlatih anak band," secepat itu Ryu memberi sebuah ide.


"Terus alat perkakas band bagaimana? Kan selama ini sekolah kita ga pernah ngadain tempat berlatih buat ekskul band," tanya Firman lebih serius.

__ADS_1


"Siapa bilang?" tanya ibu Manda yang ternyata dari tadi mendengarkan diskusi murid-muridnya. Dia kemudian menunjukkan foto lama dari sekolah disana ada alat band lengkap. "Nih, Semua barang ini ada di gudang sekolah…" ungkapnya kemudian. "tempat itu biasanya dipakai untuk pentas seni sekolah, sayangnya sekarang sudah gak pernah dipakai lagi…" ibu Manda menjelaskan pada mereka.


"Mbak bisa membantu Ryu minta izin memakai gudang itu?" tanya Ryu dengan serius.


"Mbak?" tanya Firman, Obeng, Agus, Rasya, Dea, dan Adel.


"Aku adik dari mamanya Ryu…" jawab ibu Manda sambil tersenyum.


"Seharusnya tante, bukan mbak…" Heri berkomentar.


"Itu karena sejak kecil Ryu selalu bermain dengan aku, dan lagi dia selalu memanggil aku mbak…" jawab ibu Manda sambil tersenyum.


"Gak gue sangka dari kecil ternyata Ryu sudah suka sama tante-tante…" Obeng ngoceh-ngoceh tidak jelas.


"EH! Enak aja lo!" teriak Ryu tidak terima dengan ocehan Obeng.


"Hm?...tadi lo bersemangat banget sama ide lo...sekarang kok lo malah diem sih Rif?" tanya Firman pada Arif.


"Hm? Ng-Nggaaaak…Gapapa kok…" Sepertinya Arif kali ini merasa tersindir oleh ocehan Obeng tadi.


Sementara Rasya mendengar itu membuat dia menjadi cemburu pada ibu Manda. Entah kenapa dia memandang ibu Manda saat ini seperti saingannya. Dia tidak bisa menutupi perasaannya itu, sehingga ibu manda juga merasakan.


"Apaan sih mbak?...jangan bikin gue malu deh…" keluh Ryu membuat Dea dan Adel tertawa, begitu pula Arif, Obeng, Firman, Heri, dan Agus.


"Iya Nanti mbak bakalan omongin sama kepala sekolah kalau kalian ingin memakai tempat itu," ucap ibu Manda menyanggupi.


...***...


Keesokan harinya, Arif dan Mirhan membuat rencana yang tidak diketahui oleh Ryu dan kawan-kawannya. Pagi ini Ryu yang tidak biasanya bangun pagi hari dikejutkan oleh telepon dari seseorang. Ryu mencoba meraih ponselnya dengan meraba-raba meja dekat tempat tidurnya.


"Halo?" ucap Ryu mencoba mengangkat telepon dengan matanya yang masih merem. Namun sayangnya, "Ini siapa sih yang naro tisu disini?" keluh Ryu lalu melemparkannya. "Ah iya, itu bekas malam tadi," Ryu baru teringat sesuatu, kemudian Ryu mengambil ponselnya yang berbunyi. "Hm…?Halo… Ini siapa ya? Ada apa sih telpon pagi-pagi banget gini?"


"Sayang...sudah sadar?…" tanya seseorang yang terdengar dari ponselnya.


"Oh Heri… Ini masih pagi buat bangunin gue pake telpon..." jawab Ryu yang masih setengah sadar. "Eh bentar, tumben lo gak pake speaker kesayangan lo?..."


"Gue masih di kamar Yo! Ngapain juga gue nelpon lo kalau masih di asrama!" teriak Heri di kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Ryu.


"Sayang...Heri manggil sayang juga sama kamu?" tanya Rasya kebingungan.

__ADS_1


"HAH?...m-maksud gue Heri sering bangunin gue pagi-pagi…" jawab Ryu kelabakan.


"EH?! Heri dan kamu tidur satu kamar?" tanya Rasya.


"Enggak...maksudnya Heri tidur di kamarnya dan gue tidur di kamar gue…" berusaha menjelaskan.


"Oh...jadi kalian kadang-kadang tidur bareng?..." tanya Rasya lagi membuat Ryu tambah pusing menjelaskan.


"Heri cowok...mana mungkin gue suka sama cowok!..." kali ini Ryu menjelaskan dengan berteriak.


"Ya udah kenapa gak sekalian aja lo ajak tuh si Helena tidur di kamar lo? Biar tambah rame." tanya Rasya lebih tidak nyambung.


"LAH! KOK GITU? Ya udah, mending besok lo kesini tidur bareng sama gue biar tau gue tidur sama siapa aja, hadeh…" jawab Ryu dengan sangat kesal.


"YA UDAH...IDE BAGUS! Besok gue bakal ikut masuk ke asrama Flower Garden..." Rasya dengan kesal lalu menutup teleponnya.


"WOI! Gue jangan dibawa ke masalah internal kalian dong." teriak Heri dari sebelah kamar Ryu.


"Yaudahlah, terserah lo kayak gimana!..." teriak Ryu karena dia pikir Rasya masih menelponnya.


"WADUH! Gawat, temen kita satu mau bawa cewek ke kamarnya besok, bro!" teriak Heri dengan frontal.


"WADIDAW! Kebakaran dong!" sahut Arif di kamar sebelahnya lagi.


"Hei guys! Bisa nggak sih kalian jangan terlalu berisik pagi-pagi sebentar aja?" Helena ikut bergabung dalam keributan ini.


"WOI! Lo pada mau berangkat sekolah gak sih!" teriak Mirhan dari luar kamar.


Akhirnya mereka mereka berangkat ke sekolah menggunakan mobil Mirhan. Sebelum sampai ke area sekolah si Helena menyadari ada yang tidak beres. Sementara teman-temannya yang lain tidak menyadarinya. Di atas atap sekolah terpasang spanduk yang bergambarkan karakter anime buatan Mirhan.


"Bentar...itu bukannya gambar anime buatan lo ya Mir?..." tanya Helena pada Mirhan. Mirhan dan Arif hanya nyengir seperti tidak bersalah.


"Apaan sih?" tanya Ryu lalu membuka kaca mobilnya. "Em…anak pinter...buang-buang budget lagi," ucap Ryu yang melihat spanduk raksasa terpasang dengan indahnya di atas atap sekolah.


bersambung…


Note:


hehehe…pada nunggu rangkuman episode sebelumnya ya? maaf, hari ini ga ada ya?...

__ADS_1


__ADS_2