Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 35 | Hari pemilihan ketua OSIS


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh geng asrama Flower Garden. Hari ini bisa dibilang hari pemilihan ketua OSIS di SMA Flower Garden. Mereka sangat yakin dengan usaha yang mereka lakukan belakangan ini akan berbuah hasil yang memuaskan.


Sebuah mobil dengan kencang memasuki area parkiran sekolah. Semua murid sudah hafal itu adalah mobil milik Mirhan. Seperti biasa Mirhan, Heri, Arif, dan Helena berangkat bareng ke sekolah. Dibelakangnya Ryu dan Rasya menyusul memakai motor matic.


"Mir!..." sapa seorang murid pada Mirhan.


"Ya…" jawab Mirhan sambil tersenyum.


"Sepertinya lo udah mulai memiliki penggemar bro…" ucap Arif sambil tersenyum.


"Hai Mirhan…ke kantin yuk?…" ajak seorang cewek yang diperkirakan kakak kelas mereka.


"Oke...entar bareng teman-teman gue…" jawab Mirhan sambil tersenyum sombong.


"Kayaknya si Arif udah kalah pamor…" ejek Heri sambil memperbaiki posisi tasnya.


"Sialan lo ya?..." hardik Arif dengan kesal.


"Ngomong-ngomong Ryu dan Rasya kok lama amat sih?..." tanya Rasya yang sudah tidak sabar.


"Maklum bro...pasutri (Pasangan Suami Istri) asrama gak bisa bawa motor cepat-cepat…" jawab Mirhan sambil tersenyum.


"Gue denger Nyet…" ucap Ryu yang tiba-tiba muncul di belakang Mirhan.


"Jadi gimana kita sekarang?..." tanya Rasya pada mereka.


"Tanya sama pacar lo tuh...apa rencana dia selanjutnya…" jawab Arif yang merasa panas melihat Ryu sangat mesra dengan Rasya.


"Gimana kita ke kantin dulu aja…" ajak Ryu kemudian.


Tiba-tiba Firman dan Agus datang membawa motor Vixion menghampiri mereka. Di belakangnya ada Obeng yang mencoba menyusul, tapi kecepatannya sangat rendah. Suara motornya agak seperti terseok-seok.


"Lo apain lagi tuh motor Beng?..." tanya Arif yang bingung dengan motor yang Obeng bawa.


"Motor antik kayak gitu seharusnya masuk museum bagian motor yang tidak terpakai…" ucap Heri mengomentari motor Obeng.


"Lo jangan gitu dong Her...gini-gini ini motor sejarahnya banyak...gue pernah bawa cewek pake ini motor…" ucap Obeng membagakan motor antiknya.


"Jadi tukang ojek kan?..." celetuk Firman sambil tersenyum.

__ADS_1


Semuanya tertawa mendengar celotehan Firman. Obeng lalu memarkirkan motornya di dekat tiang. Lalu dia mengeluarkan rantai dan mengikat ban motornya dengan tiang menggunakan rantai tersebut. Kemudian dia menguncinya dengan kunci gembok.


"Bosiet...pengamanannya lengkap amat bro…" ucap Mirhan berkomentar.


Tidak lama kemudian terdengar suara dua orang cewek menghampiri Rasya yang memperhatikan Obeng. Mereka adalah Dea dan Adel yang terlihat terburu-buru. Setelah sampai mereka berdua mengatur nafas dulu.


"Lo pada buruan ke mading SMA…" ucap Dea sambil terengah-engah.


"Kenapa emang?..." tanya Ryu pada Dea.


"Pokoknya lo liat sendiri deh…" jawab Adel yang sudah mengontrol nafasnya.


"Sial!…ini pasti kerjaan Dicky lagi…" ucap Arif dengan kesal.


Arif lalu buru-buru berjalan dengan cepat ke sekolah. Dia diikuti oleh Ryu, Mirhan, Heri, Firman, Helena, Rasya, Dea dan Adel. Sementara si Obeng belum selesai mengikat ban motornya.


"Eh!...lo pada mau kemana!..." teriak Obeng menyadari dirinya akan ditinggalkan.


***


Mereka akhirnya sampai di sebuah mading yang dimaksud Dea dan Adel. Disana sudah berdiri murid-murid lain yang sedang membaca mading. Geng asrama Flower Garden dengan susah payah menerobos kerumunan.


"Ini beneran ya?" terdengar murid-murid lain sedang berbisik.


"Gue masih nggak percaya kalau dia kayak begitu..." ucap yang lainnya lagi.


"Apa apa sih kok ribut-ribut begini?" Arif yang lebih dulu tiba di depan mading bertanya pada murid-murid yang dikerumunan.


"Ah ini lihat kak." ucap salah satunya menunjuk ke salah satu tulisan yang ada di mading.


Geng asrama flower garden akhirnya berhasil berada di depan dan membaca isi mading. Ternyata disana tertulis data dari Mirhan. Isinya seakan menjelekkan keluarga Mirhan. Mulai dari tuduhan ayahnya Mirhan kaya karena menjadi lintah darat, sampai mengenai teman-temannya Mirhan yang bermasalah di sekolah.


"Anak itu…" ucap Arif terlihat sangat marah dan ingin merobek kertas itu, tapi Ryu menahannya dengan tangan. "Awas aja kalau gue bertemu dengannya...bakalan gue rontokin giginya…" terlihat Arif mengepalkan tangannya karena saking marahnya dia.


"Santai bro…" ucap Ryu menenangkan.


"Berani-beraninya dia merendahkan bokap gue…" Mirhan terlihat sangat marah saat ini.


"Lo jangan terbawa emosi!..." teriak Ryu dengan keras.

__ADS_1


"Tapi ini udah kelewatan bro!…" ucap Obeng juga yang merasa kesal.


"Mereka mau black campaign…" ucap Heri berkomentar.


Kemudian Arif mengatur nafasnya, "Semuanya!...harap tenang dan diam!" teriaknya yang mencoba memberanikan diri untuk menenangkan keadaan. "Ini semua hanyalah pengalihan isu." tambahnya masih berusaha menenangkan keadaan. "Kami sudah tahu siapa yang melakukan ini semua…jadi lo pada tetap dukung Mirhan...lo sendiri taukan bokapnya Mirhan seperti apa?..."


"Ini jelas banget pengalihan isu. Bokapnya Mirhan gak mungkin banget kayak gini." tambah Heri menjelaskan.


"Ya udah. Kalau gitu kita cari dia sekarang…" usul Firman bersemangat ingin berkelahi.


"Bener-bener dah...tu anak pengen gue tonjok!" Arif terlihat sangat kesal.


"Lo pada jangan terbawa emosi...pikir secara cerdas...mereka sadar gak bisa ngalahin lo secara popularitas...makanya mereka membuat hal seperti ini...kalau lo pada tanggepin...usaha kita selama ini sia-sia…" ucap Ryu berusaha menenangkan teman-temannya yang mulai terbawa emosi.


"Jadi lo mau gimana?..." tanya Mirhan kemudian.


"Biar gue yang ngomong sama Dicky…" jawab Ryu setelah berpikir begitu lama.


"Kalau gitu kami ikut…" ucap Mirhan dengan mantap.


"Tapi...please banget…lo pada jangan sampai kepancing emosi...apalagi lo Rif…" ucap Ryu dengan serius memandangi Arif.


Mereka kemudian ke kantin untuk mencari keberadaan Dicky. Disana Dicky dan teman-temannya sedang asyik berkumpul. Mereka terlihat sangat bahagia dengan apa yang mereka lakukan.


Dicky tersenyum saat melihat Ryu yang menghampirinya bersama geng asrama Flower Garden. "Oh...ternyata teman anak si Lintah Darat datang…"


"Lo pikir bisa menjatuhkan Mirhan dengan cara sampah lo ini?..." tanya Ryu dengan santai.


"Jadi lo pada mau apa?...mau menghajar gue?..." tanya Dicky memancing emosi Ryu dan teman-temannya.


"Maksud lo apa!..." teriak Mirhan yang kali ini hampir menghajar Dicky.


"Mir...santai…" tahan Ryu sambil menghalangi Mirhan. "Gue cuman mau bilang ke lo Ky...apapun yang lo lakuin buat ngejauhin kami...itu akan sia-sia...karena Mirhan tetap akan terpilih menjadi ketua OSIS…" ucap Ryu dengan tegas pada Dicky. Setelah itu dia pergi meninggalkan Dicky dan teman-temannya.


***


Akhirnya acara pemilihan ketua OSIS dimulai juga. Seluruh murid hadir untuk memilih calon ketua OSIS. Mereka sangat yakin dengan siapa yang pantas menjadi ketua OSIS.


Geng Asrama Flower Garden terlihat dekdekan menunggu hasil dari pemilihan ketua OSIS ini. Ryu sangat yakin Mirhan akan terpilih menjadi ketua OSIS. Saat ini suara antara Mirhan, Dicky, dan anak kelas 2 jurusan IPA sama-sama ketat.

__ADS_1


"Akhirnya yang akan menjadi ketua OSIS di tahun ini adalah…" ucap penghitung suara menggunakan mic.


Bersambung...


__ADS_2