
Setelah acara sudah kelar Ryu terlihat sedang mengganti pakaiannya di dalam kamar. Mirhan yang tiba-tiba melewati kamar Ryu. Dia bingung ingin pergi kemana temannya malam ini, sebab pakaiannya terlihat sangat rapi.
"Wedeh, rapi amat, pengen pergi kemana bro?" tanya Mirhan sambil tersenyum.
"Gue pengen jalan bentar," jawab Ryu terlihat sedang memakai jam tangannya.
"Weh, sama siapa bro?" tanya Mirhan penasaran.
"Ya sama gue lah," jawab Rasya yang tiba-tiba sudah ada disana. "Sayang, kamu udah siap?" tanya Rasya sambil tersenyum.
"Iya sayang, aku udah siap," jawab Ryu lalu memakai jaketnya yang berwarna abu-abu rokok. "Gue tinggal dulu ya bro?" ucap Ryu lalu mengunci pintunya.
"Lo mau make mobil gue gak?" tanya Mirhan menawarkan mobilnya.
"Gak perlu Mir, naik motor lebih romantis," jawab Ryu sambil menggandeng Rasya dengan mesra. Wajah Rasya tiba-tiba memerah karena digandeng Ryu.
"Sialan, yaudah, hati-hati dijalan ya bro?" Mirhan membuat Ryu terkejut, karena tidak biasa dia berpesan seperti itu pada Ryu.
"Santai bro," jawab Ryu sambil tersenyum lalu menuruni tangga.
Ryu lalu mengeluarkan motor Rasya yang diparkir di dalam toko warnet. Disana juga ada motor punya Arif yang biasanya dipakai Arif untuk pergi kerja. Sepertinya malam ini Arif sedang libur, karena motornya ada di dalam warnet.
Sebelum berangkat dengan mesra Ryu memasangkan helm buat Rasya. Terlihat Rasya baper mendapat perlakuan Istimewa dari pacarnya. Kemudian Ryu duduk di depan dan Rasya duduk dibelakang. Rasya memeluk perut Ryu dari belakang dengan mesra.
Motor mereka lalu pergi meninggalkan asrama Flower Garden. Dari sudut jendela asrama Mirhan sedang memperhatikan sahabatnya yang sudah pergi. Tiba-tiba fotonya waktu SMP bersama Ryu jatuh dan kacanya pecah. "Kok, pigura foto gue sama Ryu jatuh ya? Perasaan gue jadi gak enak dah," ucap Mirhan sambil membersihkan bekas kaca pigura foto. "Ah, mungkin perasaan gue doang," ucapnya kemudian mencoba menepis pikiran buruknya.
Selama di perjalanan Ryu dan Rasya mengobrol mengenai kemana mereka akan pergi. Ryu bercerita bahwa mereka akan pergi ke rumah orangtua dari Mirhan. Mereka baru saja keluar dari komplek Flower Garden.
"Emang bokap Mirhan seperti apa sih yang?" tanya Rasya penasaran.
"Orang gak bakalan menyangka beliau adalah orang kaya kalau hanya bertemu beliau di taman atau di pasar," jawab Ryu dengan tersenyum.
"Emang bokapnya Mirhan seunik itu?" tanya Rasya sangat penasaran.
"Bahkan beliau sempat disangka tukang kebun saat teman-temannya Mirhan datang ke rumah Mirhan," ucap Ryu sambil tertawa.
Sebenarnya yang mengalaminya adalah Ryu sendiri saat pertama kali bertemu ayahnya Mirhan. Dia dengan entengnya bilang ke ayahnya Mirhan untuk memanggilkan Mirhan. Ayahnya Mirhan tidak marah, bahkan menuruti perintah dari Ryu untuk memanggil anaknya.
Mereka tertawa lepas selayaknya sepasang kekasih yang membicarakan hal-hal yang lucu. Kemudian Rasya terlihat tambah erat memeluk kekasihnya. "Rasya," ucap Ryu kemudian pada pacarnya.
"Ada apa sayang?" tanya Rasya kemudian dengan tersenyum.
"Kamu bakalan sedih gak kalau gue tiba-tiba kenapa-kenapa?" tanya Ryu pada pacarnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan yang?" Rasya terdengar tidak senang dengan pertanyaan Ryu. "Tentu saja aku sedih, kamu jangan ngomong yang aneh-aneh deh," ucapnya memarahi Ryu.
"Aku juga akan sedih kalau aku tiba-tiba ninggalin kamu," ucap Ryu ngasal.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Rasya agak khawatir dengan pacarnya.
"Gak, gak kemana-mana," jawab Ryu dengan datar, tapi dia tidak bisa menutupi perasaannya saat ini terlihat sangat takut.
"Mending kita ngebahas hal yang lain aja yuk?" usul Rasya pada pacarnya.
"Emang kamu mau ngebahas apa?" tanya Ryu sambil terus mengemudi motornya yang akan memasuki area taman.
"Ya, misalnya, kayak, novel yang sedang kamu buat," ucap Rasya berusaha mengganti tema pembicaraan.
"Novel ya?" tanya Ryu terlihat berpikir. "Apa kamu pernah membaca novel buatanku yang berjudul Aku Bukan Diriku?" tanyanya kemudian pada kekasihnya.
"Yang cowoknya kecelakaan terus masuk ke tubuh cewek kan?" tanya Rasya sambil tersenyum.
"Dari mana kamu tau?" tanya Ryu terkejut, sebab tidak ada yang tau judul novel yang dia buat di internet kecuali pembaca novelnya, belum lagi novel itu sudah lama dia bikin.
"Aku membaca novel kamu sejak kamu masih SMP, awalnya gue kaget, ternyata penulis novel itu adalah anak SMP, sebab kata-kata di dalamnya dalam banget, mungkin sejak saat itu aku suka sama kamu," Rasya mengungkapkan semuanya pada Ryu.
"Terus bagaimana yang kamu menjadikan aku sebagai taruhan?" tanya Ryu cukup penasaran.
"Begitu ya?" ucap Ryu menanggapi jawaban Rasya. "Oh iya, lo udah baca Novel yang berjudul Asrama Penuh Mimpi?"
"Oh cerita tentang anak kuliahan yang tinggal di asrama dekat kampusnya yah? Aku udah baca sampai bab terakhir," jawab Rasya terlihat bersemangat.
"Tapi itu novel tamatnya rada nanggung,"
"Iya, sayangnya kok tamatnya sampai si Eka kecelakaan lalu masuk rumah sakit ya?" ucap Rasya kelihatan kecewa.
"Oh itu? Kata author nya dia mau pindah website lalu remake cerita itu ke website baru," tambah Ryu menjelaskan
"Hah? Dia mau pindah platform maksudnya? Kemana?" tanya Rasya terlihat penasaran.
"Iya, mau pindah ke Fazzio gitu, katanya sih masih proses pemindahan data," jawab Ryu dengan serius menjelaskan.
"Oh gitu ya? Eh bentar, kok kamu bisa tau soal author itu?" tanya Rasya agak curiga.
"Hehe," Ryu hanya tertawa menanggapinya karena dia juga yang menulis cerita itu, dia bekerja sebagai Ghost Writer untuk author tersebut.
Selang saat mereka asyik ngobrol, mereka melihat seseorang yang sedang berkelahi di pinggir jalan. "Eh, itu bukannya Dicky?" tanya Rasya menunjuk seorang cowok yang sedang dihajar preman.
__ADS_1
Melihat itu Ryu langsung saja memarkirkan motornya. Dia lalu turun dari motor kemudian melepas helmnya. "Kamu diam disini," perintahnya pada Rasya.
Ryu dengan sigap menghampiri 4 orang preman yang bergerombol menghajar Dicky. Dengan sigap dia melompat untuk menendang salah satu preman hingga terjungkal. Sementara salah satu preman lainnya terkejut lalu melirik ke arah Ryu.
"Lo mau cari mati ya!" teriak salah satu preman.
"Gue gak mau cari masalah sama lo pada, tapi kalau lo ganggu temen gue, mohon maaf, gue harus ikut campur," jawab Ryu sambil melepas jaketnya.
Kemudian seorang preman menghampiri Ryu berniat menghajarnya. Dengan mudah Ryu bisa mengelak dari pukulan itu malah Ryu bisa membalas pukulannya. Sekarang Ryu sudah berdiri di sebelah Dicky.
"Hai Jagoan, mana teman-teman lo?" tanya Ryu dengan nanda menyindir Dicky.
"Gue gak butuh bantuan lo," jawab Dicky dengan ketus.
"Kalau gitu, gimana kita bertaruh? Siapa yang paling cepat melumpuhkan mereka? Maka dialah yang paling jago, gimana?" tanya Ryu sambil tersenyum pada Dicky.
"Gue gak tertarik dengan taruhan konyol lo," jawab Dicky menolak, tapi dia seakan menerima tantangan Ryu, buktinya dia lebih dulu menyerang preman itu.
"Permainan dimulai," ucap Ryu sambil tersenyum puas.
Mereka berdua bertarung dengan hebat melawan keempat preman. Dicky kembali bersemangat melawan preman itu karena dibantu Ryu. Sementata Ryu dengan mudah bisa menghajar beberapa preman dengan mudah.
Tiba-tiba Ryu melihat seorang preman mengeluarkan pisau dari belakang bajunya. Preman itu berlari dengan bringas menuju ke arah Dicky. Mengetahui itu Ryu segera berlari menuju Dicky yang sedang menghajar preman lainnya.
"Dicky awas!" teriak Ryu buru-buru melompat ke arah Dicky sebelum pisau dari preman itu diayunkan ke arah Dicky.
Dicky terkejut saat menyadari Ryu yang di sebelahnya dengan pisau yang tertancap di perutnya. Darah segar mengalir dari perut Ryu yang langsung terjatuh menimpa Dicky. Melihat itu para preman itu langsung kabur, termasuk orang yang menusuk Ryu.
"Ryu!" teriak Rasya dengan histeris.
"Selamat bro, lo menang," jawab Ryu setelah itu tidak sadarkan diri.
"Dasar bodoh, Ryu, Ryu! Ryu!" teriak Dicky dengan panik berusaha membangunkan Ryu.
—----------
Epilog
Terlihat Mirhan sedang membaca cerita yang berjudul Asrama Penuh Mimpi, namun tanpa langsung membacanya sampai akhir dia langsung menuliskan komentar, "Eh, jangan lama-lama up nya dong." lalu menekan tombol kirim yang ada di laptopnya.
Berikut adalah contoh yang kurang baik ditiru yah. Oh iya ya, mana mungkin dia mau baca sampai bawah sini, maunya buka langsung komentar. Hadeh.
Bersambung?
__ADS_1