Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 48 | "Singkat, Padat, dan Jelas"


__ADS_3

Akhirnya voting dilaksanakan dengan setiap orang disana mengisi calon pilihan mereka dalam sebuah kertas. Hitungan pun akhirnya dimulai dengan menuliskan perhitungan di papan tulis. Hasil perhitungan itu menunjukkan Ryu lah yang terpilih dengan suara Ryu 30 pemilih dan Rasya 1 pemilih.


"Sial…" keluh Ryu setelah membaca hasil voting.


"Sudahlah, terima saja nasibmu, wahai anak muda." ucap Mirhan sambil menyindir Ryu.


"Selamat bertugas pak wakil…" sindir Arif.


"Terus ngapain gue usul voting tadi ya?" gumam Obeng yang merasa usulnya sia-sia.


"Paling gak lo ada gunanya...walaupun minimalis…" ucap Heri pada Obeng walaupun menyakitkan.


"Syukurlah sekarang Heri standby, daritadi bengong mulu." gumam Arif.


"Hah? Lo ngomong apa?" tanya Heri yang mulai curiga dengan Arif.


"Eh, gapapa kok, gak ada apa-apa kok..." jawab Arif sambil nyengir.


Setelah itu mereka mengucapkan selamat kepada Ryu yang terpilih menjadi wakil. Terlihat sekali dari wajah Ryu yang terpaksa menerima voting ini. Kemudian Firman sadar ada posisi lain yang belum diputuskan pada rapat OSIS ini.


"Lalu untuk keanggotaan OSIS lainnya seperti Bendahara dan Sekretaris gimana? Voting lagi, Beng?" tanya Firman sambil menyenggol Obeng.


"Ribet ah...voting mulu…" jawab Obeng yang lelah dengan rapat ini. Mendengar akan hal itu, membuat semuanya tertawa di rapat OSIS tersebut.


"Kalau begitu, sisanya kita adakan rapat internal dulu di warnet Flower Garden, dan karena kami belum mempunyai pengalaman di keanggotaan, jadi kakak kelas kami di kelas 2 wajib mengisi bagian ketua dalam beberapa seksi di OSIS, gimana?" Ryu menjelaskan dengan lengkap.


"Oke...gak masalah…" jawab ketua OSIS yang lama. "Sekarang untuk penutupannya kita persilahkan kepada ketua OSIS yang baru…" ucapnya mempersilahkan Mirhan menutup acara.


"Oke...terimakasih semuanya yang telah hadir, dan silahkan bubar..." sambung Mirhan dengan begitu singkatnya. Mendengar hal itu mereka semua langsung terlihat bingung.


Kemudian terdengar sebuah ketukan dari pintu ruang OSIS. Kemudian masuklah pakde dengan anak buahnya membawakan bakso untuk mereka. Ryu terkejut karena dia tidak merasa memesan bakso hari ini.


"Anak Nyemot…anggaran keluar banyak nih pasti." gumam Ryu dalam hati yang masih tidak percaya.


...****...


Sore harinya keadaan di warnet Flower Garden sudah ramai dikunjungi murid-murid SMA Flower Garden. Murid-murid yang datang mulai dari siswa kelas 1 dan siswa kelas 2. Namun ada beberapa anak tidak datang yaitu Dicky dan teman-temannya.


Itu bisa dimaklumi karena Dicky masih memiliki dendam pada Mirhan dan teman-temannya. Dia masih tidak terima dikalahkan dalam pemilihan ketua OSIS. Ryu terpaksa minta izin pada ibu Manda untuk menutup warnet hari ini, agar tidak mengganggu jalannya rapat.


Mirhan mulai berdiri berbicara untuk membuka rapat hari ini. Di sampingnya ada Ryu yang sudah resmi menjadi wakil ketua OSIS. Mirhan dan Ryu kemudian membagikan sebuah kertas yang berisi daftar kepengurusan OSIS yang baru diisi oleh Mirhan dan Ryu.


"Itu adalah beberapa posisi yang masih belum terisi...karena kami adalah murid baru di sekolah ini...kami sangat mengharapkan kakak kelas semuanya untuk membantu dalam organisasi OSIS SMA Flower Garden…" ucap Mirhan menjelaskan.


"Sekarang kita akan voting cepat untuk menentukan Sekretaris…" ucap Ryu membuka voting cepat.


Lalu seorang murid cowok yang duduk mengacungkan tangan. Dia adalah salah satu anak dari kelas 2 IPA A. "Nama gue Soni Wijaya, gue perwakilan anak kelas 2 IPA A, bagaimana kalau Masha yang tetap menjadi Sekretaris di tahun ini?…" ucap Soni memberi usul.


"Kenapa gue lagi?..." tanya Masha terlihat tidak setuju.


"Selama ini lo sebagai Sekretaris di OSIS sangat baik...kamu sangat cekatan dalam hal penulisan surat-surat penting dan pembukuan OSIS...jadi apa salahnya kalau lo yang mendapat tugas ini lagi…" jawab Soni menjelaskan.


"Oke...ada calon lain?..." tanya Ryu sambil melihat teman-temannya yang lain, Namun tidak ada dari mereka yang mau mengacungkan tangan. "Kalau begitu Masha resmi menjadi Sekretaris di OSIS untuk satu tahun ke depan…" ucapnya kemudian. Semua orang di warnet itu bertepuk tangan.


"Apa boleh buat…" ucap Masha dengan terpaksa berjalan lalu duduk di sebelah Ryu dan Mirhan, kemudian dia menulis namanya sendiri untuk posisi Sekretaris di OSIS.


"Oke, selanjutnya untuk Bendahara siapa lagi yang minat?" kali ini Mirhan yang bertanya.


"Her…kesempatan nih…udah gaskan aja lo maju…" ucap Arif sambil berbisik ke Heri sambil menyenggol temannya itu.


"Enak aja! Entar uang kas OSIS laporannya gak karuan gue yang disalahin tauk!" ucap Heri dengan keras membuat semua orang mendengar.


"OH...Heri mau jadi Bendahara?" tanya Ryu sambil tersenyum.


"Cie…kesempatan dalam kesempitan." ucap Rasya sambil nyengir.


"EH...udah gila kali...gue gak sanggup bro...tanggung jawabnya gede...mending yang lain aja…" Heri menolak dengan sepenuh hati.


"Mending Rasya aja yang jadi Bendahara…soalnya gue pernah liat dia teliti dalam menghitung uang kas warnet," Obeng sekarang yang mulai bersuara.


"EH, itu karena gue kebetulan gantiin Helena yang gak bisa jaga warnet…" ucap Rasya terlihat sangat menolak.


"Nah, ide bagus tuh…terima kasih atas sarannya, Beng!" sahut Mirhan

__ADS_1


"Bagaimana apa kalian setuju?..." tanya Ryu pada yang lain.


"SETUJU!..." teriak para cowok bersemangat.


"Bidadari kita masuk OSIS teman-teman…" ucap yang lain yang adalah penggemar Rasya.


"EH, TUNGGU JANGAN DITULIS DULU! Gue aja belum setuju..." ucap Rasya langsung berdiri masih tidak terima.


Sementara Masha sudah terlanjur menulis nama Rasya. "Yah...udah gue tulis Sya…" ucap Masha sambil nyengir.


"Yang sabar ya, beb…" sahut Ryu sambil mengelus punggung Rasya.


Cowok-cowok yang melihat perlakuan Ryu pada Rasya langsung memandang Ryu dengan tajam. Sedangkan para cewek termasuk Dea dan Adel langsung baper. Membuat Rasya mengurungkan niat untuk dipeluk Ryu.


Setelah itu mereka menyusun seksi-seksi OSIS dengan susunan seperti berikut.


...----------------...


...Daftar Kepengurusan OSIS:...


Ketua OSIS : Mirhan Meriyady


Wakil Ketua OSIS : Ryu Adriano


Sekretaris : Masha Agnastasya


Bendahara : Rasya Marissa


Seksi-seksi dalam OSIS :




Seksi Bidang Keagamaan :


Ketua : Soni Wijaya (kelas 2 IPA A)




Seksi Bidang Budi Pekerti Dan Sosial :


Ketua : Arif Gunawan (kelas 1 A)


Anggota : Zarqoni (Obeng), bla, bla, bla




Seksi Bidang Kesenian :


Ketua : Helena Apriyanti (kelas 2 IPA A)


Anggota : Ahmad Firmansyah, Zaqoni (Obeng), bla




Seksi Bidang Olahraga :


Ketua : Dicky Alexander (kelas 2 IPS A)


Anggota : Agus Mahendra (kelas 1 B), bla, bla




Seksi Kebersihan Lingkungan :

__ADS_1


Ketua : Herman Mahendra (kelas 2 IPA B)


Anggota : Bla, bla, bla




Seksi Bidang Keamanan :


Ketua : Heriano Dirgantara (kelas 1A)


Anggota : Bla, bla, bla




...----------------...


Terlihat ada yang setuju dengan daftar itu dan ada juga yang terlihat menolaknya. Jelas saja karena ada beberapa murid kelas 1 yang menjadi ketua. Ditambah lagi ada nama Dicky yang menjadi ketua seksi bidang olahraga.


"Kan udah gue bilangin, kok gue jadi ketua keamanan? Apa gak ada orang lain gitu?" tanya Heri seakan menolak.


"Lah, terus lo mau masuk kemana?" tanya Rasya dengan tegas.


"Ya terserah, asal jangan jadi ketua lah..." jawab Heri bersikeras.


"Tadi jadi Bendahara deket sama Sekretaris lo gak mau…padahal kan Ryu jadi wakil ketua OSIS jadi deket juga tuh…hadeh…trus maunya apa? ikut sama Arif?" tanya Mirhan dengan serius karena dia merasa sudah capek menyusun daftar kepengurusan OSIS. Akhirnya Heri pasrah menerima jabatan yang diberikan padanya.


"Oh, Obeng nama aslinya Zarqoni ya?" ucap Agus seakan baru mengetahuinya sekarang.


"Lah, lo baru tau ya?" tanya Arif pada Agus.


"Gue kira namanya Obeng..." jawab Agus dengan polosnya.


"Lah, kita manggil dia Obeng karena tuh anak tiap nyalain motor atau perbaiki motornya langsung nyari obeng…" ucap Arif.


"Oh iya ya…" jawab Agus tertegun mendengar penjelasan Arif.


Kemudian Arif terlihat tidak terima saat membaca nama Dicky masuk dalam seksi Olahraga. Dia kemudian berjalan mendekati Ryu dan Mirhan. Begitu juga Firman yang tidak terima dengan keputusan itu.


"EH INI KENAPA NAMANYA DISINI?" tanya Arif dengan mimik wajah yang marah.


"Apalagi anggotanya ada nama Agus, lo udah gila ya?..." tanya Firman yang juga tidak terima.


"Itu permintaan dari Ryu buat masukin nama dia…" jawab Mirhan menjelaskan.


"Sayang...kamu yakin ini gak akan ada masalah?..." tanya Rasya kepada pacarnya.


"Itu anak memang gak bisa diatur, suka malak adik kelas, dan suka membully orang, tapi rencana untuk olahraga itu bukan hal yang buruk," jawab Ryu dengan santai.


"Tapi jangan lo masukin Agus di keanggotaannya juga dong…" ucap Arif dengan kesal.


"Lo mau dia kena buli lagi?" tanya Heri juga terlihat tidak terima.


"Tenang bro...soal itu gue punya rencana..." jawab Ryu kemudian.


Kemudian handphone Ryu tiba-tiba berbunyi dengan keras. Dia kemudian mengecek siapa yang menelponnya. Ternyata itu adalah panggilan dari ayahnya Mirhan.


^^^Bersambung…^^^


Note Seryu Nagami :


Halo bro...gimana kabarnya?...sehat?...oh ya...untuk yang bingung dengan kata Seksi-seksi, itu bukan mengarah ke hal yang negatif. Itu adalah kata ganti dari badan-badan yang ada di OSIS. Kenapa kami menggunakan kata seksi-seksi karena itu sesuai dengan tahunnya di tahun 2010.


Note Ann-chan:


Hadeh…Pasrah aja dah.


btw bab ini waktu nulis kok banyak banget ya gangguannya?


Dahlah, mending turu.

__ADS_1


__ADS_2