
"Yang akan menjadi ketua OSIS tahun ini adalah…" ucap pembaca untuk kertas suara terakhir. "Mirhan!..." serunya bersemangat.
Sentak saja murid-murid yang memilih Mirhan menjadi ketua OSIS bersorak. Itu termasuk geng asrama Flower Garden yang juga menunggu hasil. Sementara Mirhan hanya terdiam seolah tidak percaya.
Sementara Dicky dan teman-temannya terlihat sekali sangat marah dengan kenyataan ini. Mereka langsung pergi meninggalkan tempat pemilihan itu. Melihat sikap yang ditunjukan Dicky dan teman-temannya membuat Arif tersenyum puas.
Mirhan lalu diminta untuk berbicara di atas podium untuk mengucapkan beberapa kata sambutan. Mirhan diiringi oleh Dio dan yang lainnya berjalan. Dia kemudian naik ke atas podium untuk berbicara.
"Halo...teman-teman semuanya...apa kabar?..." sapa Mirhan dengan ramah.
"Baik Anak Sultan…" murid-murid menjawab sapaan dari Mirhan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih karena kalian sudah mempercayakan tanggung jawab sebagai ketua OSIS ini pada saya...dan saya akan berjanji akan menjalankan visi dan misi yang sudah saya rencanakan...tapi sebuah visi dan misi tak akan berjalan tanpa bantuan dari kalian semuanya...oleh sebab itu mohon kerjasamanya…" ungkap Mirhan dengan bersemangat.
Setelah berpidato Mirhan dan teman-temannya berselebrasi dengan sangat gembira. Begitu juga dengan Ryu dan yang lainnya. Saking asyiknya Ryu bergembira, sampai-sampai dia tidak sadar dompetnya terjatuh.
Orang yang menemukan dompet Ryu adalah Arif. Dia kemudian melihat isi di dompet Ryu yang ternyata memiliki uang yang cukup banyak. Dia kemudian melihat kartu pelajar Ryu yang berisi data-data mengenai sahabatnya itu.
"Oh...sepertinya ada yang bakalan ulang tahun…" ucap Arif setelah membaca data di kartu pelajar Ryu. Dia kemudian memasukkan kartu pelajar itu ke dompet Ryu. Dia berjalan untuk mengembalikan dompet itu ke pemiliknya. "Yu...lo kehilangan sesuatu?..." tanyanya pada Ryu.
"Kehilangan sesuatu?..." tanya Ryu kemudian. Dia kemudian mengecek kantong celananya. "Ya ampun!..." seru Ryu kemudian. "Dompet gue mana?..."
"Ini dompet yang lo cari?..." tanya Arif sambil tersenyum puas.
"Bener...lo ketemu dimana?..." tanya Ryu lalu mengambilnya dari Arif.
"Tadi gue ketemu saat lo sedang asyik selebrasi...makanya lain kali hati-hati…" ucap Arif mengingatkan.
"Iya...iya...kayaknya gue harus beli rantai dompet deh...agar gak jatuh-jatuh lagi…" ucap Ryu sambil memasukkan dompetnya ke kantong celana belakangnya.
"Ya. Gausah segitunya banget kali.!" gumam Heri dalam hati yang memperhatikan mereka sejak tadi.
Kemudian pak Sani menemui Ryu untuk memberitahukan sesuatu. Dia terlihat sangat serius kali ini berbeda dari biasanya. "Yu...setelah pulang kamu jangan pulang dulu…" ucap pak Sani pada Dio.
"Ada apa pak?..." tanya Ryu kemudian.
"Kamu temani bapak untuk mengisi data-data nilai ujian ekonomi kemarin…" ucap pak Sani.
"Yaelah pak...kenapa harus saya?...kan bisa yang lain…" keluh Ryu berusaha menolak.
"Entar saya siapkan obat nyamuk satu bungkus…" pak Sani sangat tau sifat Ryu.
"Nah...gitu dong...oke deh pak…" jawab Ryu sambil bersemangat.
"Ternyata pak Sani sudah tau sogokan yang cocok buat Ryu…" sindir Heri yang juga mendengarkan pembicaraan Ryu dan pak Sani.
__ADS_1
Hari itu ditiadakan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Itu sebabnya semua murid dipulangkan lebih cepat. Yang tinggal di sekolah hanya Ryu dan pak Sani. Sementara yang lain pulang lebih awal, termasuk geng asrama Flower Garden yang lain.
...***...
Di asrama Flower Garden saat ini berkumpul Mirhan, Arif, Heri, Helena, Rasya, Firman, Obeng, Agus, Dea, dan Adel. Mereka mengadakan rapat di warnet Flower Garden. Arif sengaja mengumpulkan mereka untuk mengadakan rapat disana.
"Jadi apa rencana lo Rif?..." tanya Mirhan penasaran.
"Lo jangan bikin ide yang aneh-aneh ya?..." Heri memperingatkan Arif dengan tegas.
"Emang lo pikir gue selalu bikin masalah?..." tanya Arif karena kesal disindir Heri.
"Biasanya kan lo gitu mulu…" ucap Helena berkomentar.
"Lo pada dengerin dulu napa gue ngomong…" pinta Arif dengan kesal disudutkan.
"Iya...jadi ada apa nih?..." tanya Rasya mulai penasaran.
"Lo baru kenalan sama cewek cantik ya?..." tanya Obeng bersemangat.
"Kalau dia kenalan sama cewek cantik...ngapain dia ngajakin kita ngumpul?..." ucap Firman menanggapi pertanyaan Obeng.
"Lo pada bisa diam dulu gak?..." tanya Arif yang sudah mulai kesal.
"Iya nih...dia pengen juga bicara, biar terlihat pintar…" ucap Adel sedikit menyakitkan Arif.
"Jadi menurut lo kalau gue gak ngomong, gue terlihat bego gitu?..." tanya Arif merasa tersindir.
"Cup...cup...cup...jangan nangis ya Rif?..." Helena berakting seolah-olah berusaha menenangkan anak kecil yang pengen nangis.
"Na...gue bukan bocah yang nangis karena kalah main Dotha…" ucap Arif menanggapi ejekan Helena.
"Jadi kenapa lo ngumpulin kita?..." tanya Heri dengan serius.
Arif kemudian menghembuskan nafasnya dengan kencang. "Jadi gini...gue tadi nemuin dompet Ryu…" ucap Arif mulai berbicara.
"Isi uangnya banyak gak?..." tanya Rasya bersemangat.
"Banyak sih...sekitar 5 juta rupiah gitu…" Arif langsung menjawab pertanyaan Rasya. "Eh...bukan itu yang pengen gue omongin…" ucapnya kemudian terlihat kesal.
"Terus apaan rencana lo?..." tanya Firman sudah tidak sabar.
"Makanya lo pada jangan gangguin gue…" keluh Arif sangat kesal. "Jadi gini gue kebetulan sempat baca kartu pelajar tuh anak...ternyata tuh anak ultahnya besok…" ucap Arif menjelaskan.
"Wah...seru tuh...gimana kita bikin acara kejutan aja…" usul Rasya bersemangat.
__ADS_1
"Kalau lo ngerencanain gitu aja...gak bakalan seru…" ucap Firman menanggapi usul Rasya.
"Terus gimana dong?..." tanya Rasya terlihat kecewa usulnya ditentang.
"Kita kerjain aja tuh anak…" usul Obeng kemudian.
"Tuh anak biarpun kelihatannya agak bego...tapi pinter...dia bakalan nyadar sedang dikerjain…" ucap Heri berkomentar.
"Lo bener sih Her...soalnya gue aja pernah dikerjain parah oleh tuh anak…" ucap Airf mengingat kejadian di salon.
"Ah…gue punya ide…" ucap Mirhan bersemangat. "tapi lo pada jangan cerita apapun ke si Jin Botol...termasuk lo Sya…" ucap Mirhan sambil menatap Rasya dengan serius.
"Iya...lo tenang aja…" Rasya tersenyum pada Mirhan.
"Kayaknya kalau ide dari Anak Sultan bakalan gak tertebak…" komentar Helena bersemangat.
"Jangan yang aneh-aneh ya Mir?..." Heri mengingatkan Mirhan.
"Lo tenang aja Deh…" jawab Mirhan menanggapi ucapan Heri. "Jadi rencana gue begini…"
Mirhan kemudian memberitahukan rencananya dengan serius kepada teman-temannya. Sementara yang lain mendengarkan arahan Mirhan dengan serius. Setelah Mirhan selesai mengatakan rencananya, mereka pun terlihat tersenyum mendengarkan idenya.
"Gak buruk…" ucap Heri berkomentar.
"Ide bagus tuh…" ucap Firman ikut berkomentar.
"Kayaknya bakalan seru nih…" ucap Helena bersemangat.
"Apa ini gak keterlaluan?..." tanya Agus berkomentar.
"Lo santai aja...Gus…" ucap Mirhan kemudian.
"Jadi kapan rencana lo dimulai?..." tanya Arif bersemangat.
"Kita tunggu sampai Ryu datang ke Asrama, lo pada bersembunyi aja dulu…" jawab Mirhan sambil tersenyum. "Sekarang gue nelpon bokap gue dulu...buat anak buahnya bawain mobil ke asrama…" ucap Mirhan sambil tersenyum.
Bersambung ya bro...
Sedikit informasi.
Dikarenakan adanya 3 cerita yang diurus dalam waktu yang bersamaan, maka sementara jadwal rilis "Flower Garden 13" ini akan dirilis maksimal 4 bab per minggu (tidak ada update di akhir pekan dan tanggal merah)
[Mohon kemakluman nya. Author memiliki kesibukan dalam pekerjaannya dan author satunya lagi seorang pekerja karir.]
Atas perhatian diucapkan "Yang sabar ya sayang. 😘" dan "Terimakasih telah sabar menunggu & membaca update terbarunya."
__ADS_1