Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA

Asrama FLOWER GARDEN 13 : Nostalgia Masa SMA
Bab 30 | Pesta di Asrama yang diizinkan pemilik kamar?


__ADS_3

Ryu terkejut saat melihat perubahan di kamarnya saat dia pulang dari rumah pak Sani. Kamarnya yang dia tinggalkan berantakan. Sekarang sudah rapi dengan barang-barangnya sudah diletakkan pada tempatnya. Jendela kamarnya yang terbuka, jadi itu bisa membuat masuknya udara segar. Bahkan bekas puntung rokok yang ada di asbaknya sudah bersih semua.


"Ini siapa yang beresin?..." tanya Ryu kebingungan.


Dia lalu menaruh tasnya ke gantungan tas yang ditulis di atasnya. Dia tau kalau dia lupa mengunci kamarnya tadi pagi saat berangkat sekolah. Mungkin ada orang yang membereskan kamarnya selama dia belajar di rumah pak Sani.


Kemudian muncullah seorang cewek dari balik pintu kamarnya. Dia adalah Rasya yang tersenyum melihat tingkah pacarnya. "Gimana sayang?...kamu suka gak?...kalau bersih kayak gini kan, aku bisa masuk kamar kamu kapan aja…" ucap Rasya sambil tersenyum.


"Jadi semua ini ulah kamu?..." tanya Ryu yang duduk di atas tempat tidurnya.


"Iya...abisnya tadi pagi aku penasaran...kata yang lain kamar kamu berantakan...makanya aku membuka kamar kamu karena penasaran...eh...ternyata bener berantakan banget, kayak kapal pecah…" ungkap Rasya masuk ke kamar dan lalu duduk di sebelah Ryu. "Yaudah...aku beresin aja...bareng Adel dan Dea…" tambahnya kemudian.


"Terus kamu dapat dari mana kunci kamar ini?..." tanya Ryu kemudian.


"Pas ingin mindahin barang ke kamarku di asrama ini…kebetulan lewat di kamar kamu, aku lihat ada kunci tertancap di gagang pintu...yaudah aku ambil aja…" jawab Rasya sambil tersenyum.


"Tertancap di gagang pintu?...jangan-jangan tadi pagi...ah…" Ryu baru sadar dia lupa mengambil kunci dari gagang pintu.


"Lain kali kamar lo bersihin dong Yu…" omel Dea yang berdiri di depan pintu kamar Ryu.


"Tau nih…gue hampir sesak nafas tau buat beresin kamar lo…" Adel juga ikut ngomelin Ryu.


"Iya...sorry...sorry...lain kali kalau lo pada pengen beresin kamar gue, cerita dulu kek...paling gak gue bisa bantuin…" ucap Ryu menanggapi omelan Dea dan Adel.


"Pacar lo tuh yang dapat ide pengen beresin kamar lo…" ucap Dea menjelaskan.


"Tau…bantuin dia buat pindahannya aja udah cape...ini ditambah beresin kamar lo yang udah kayak kapal pecah…" ungkap Adel yang juga kesel.


"Iya...sorry…" ucap Rasya pada teman-temannya. "Makasih banyak ya?...lo pada udah bantuin pindahan gue dan beresin kamar cowok gue…" ucap Rasya dengan tulus. Dia tersenyum kepada kedua sahabatnya.


"Terima kasih banyak ya sayang?...udah beresin kamarku…" ucap Ryu lalu menatap mata Rasya dengan serius.


"Aduh...kayaknya ada yang bakalan ciuman…" ledek Adel pada Ryu dan Rasya.


"Tau nih...daripada kita mengganggu...mending kita minggat aja yuk?..." Dea ikut menanggapi ledekan Adel.


"Siapa juga yang pengen ciuman?..." tanya Ryu tidak terima bakalan berciuman dengan Rasya.

__ADS_1


"Widih...ternyata si Jin Botol sudah mulai berani mencium cewek…" ledek Arif yang tidak tau datang dari mana.


"Ini lagi si Aligator Berjalan...ngapain lo ikut nimbrung disini?..." tanya Ryu dengan kesal


"Wih...kamar Ryu sekarang sudah bersih...bisa ngumpul tiap malam disini dong…" ucap Mirhan bersemangat masuk ke kamar Ryu.


"Akhirnya gue gak perlu pake masker kalau mau ke kamar ini anak…" ucap Heri yang ikut mengintip kamar Ryu.


"Eh?...kamar Ryu sudah bersih?...akhirnya… meeting ke depannya ga perlu ke kamar gue lagi dong selain ke kamar Mirhan…"


Saat ini sudah ada tiga cewek di kamar Ryu yaitu Rasya, Dea, dan Adel. Itu membuat Ryu seperti seorang playboy yang dikelilingi cewek. Firman dan Obeng ternyata masih ada di asrama. Sebelumnya Obeng, Firman, dan Arif ikut Ryu ke rumah pak Sani untuk mengikuti pelajaran tambahan, sebab kalau mereka sampai berada di ranking di bawah sepuluh besar, bisa-bisa mereka bisa dikeluarkan dari sekolah.


"Ryu seperti bos mafia diantara selir-selirnya…" ucap Obeng yang saat ini otaknya sedang traveling.


"Apaan sih lo pada?...kok pada ngumpul di kamar gue?..." tanya Ryu dengan kesal.


"Mending kita ngerayain gak jadinya Ryu dikeluarin dari sekolah dan bersihnya kamar Ryu…" usul Mirhan tanpa mikir panjang.


"Wah...ide bagus tuh…" tanggap Obeng bersemangat.


Kemudian terdengar langkah kaki menaiki tangga. Ternyata Helena juga mendengar rencana Mirhan yang ingin ngadain pesta. "Gue denger ada yang mau pesta kan?..." tanya Helena bersemangat. "Mau ikut dong…"


"Ini anak denger aja…" ucap Heri berkomentar.


"Eh? Ngomong-ngomong udah minta izin sama yang punya kamar?" tanya Ryu dengan kesal.


"Kalau gitu gue undang Agus aja biar rame…" ucap Mirhan bersemangat. "Lagian malam ini malam Minggu juga…" tambahnya sambil memencet handphonenya.


"Hadeh. Dikacangin." kesal Ryu dalam gumamnya.


Mirhan kemudian mencari nomor kontak Agus. Tidak membuang waktu lama, akhirnya dia bisa menemukan nomor kontak Agus. Kemudian dia menelpon sahabatnya itu, cukup lama Agus tidak mengangkat teleponnya.


"Halo...ada apa Mir?..." tanya Agus kelihatan bingung ditelepon Mirhan.


"Sekarang lo bisa gak datang ke asrama Flower Garden?..." tanya Mirhan kemudian.


"Bisa…" jawab Agus masih bingung. "Emangnya kenapa?..." belum sempat Agus menyelesaikan pertanyaannya, Mirhan langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


"Dia mau datang…" ucap Mirhan sambil tersenyum.


"Cara licik…" ucap heri berkomentar.


"Eh? Lo pada udah minta izin belum sama yang punya kamar sih!..." tanya Ryu dengan kesal. "Dari tadi gue liatin lo pada dikira gue patung apa?"


"Yaudah beliin gorengan gih...nih kuncinya." balas Mirhan dengan menyerahkan kunci mobilnya kepada Ryu.


"Lah, jangan gorengan mulu...tenggorokan seret…kan udah..." ucap Arif yang masih mengingat kejadian waktu dia dikerjai.


"Yaudah kalau gitu kita pesenin ayam cepat saji via telepon sekalian nasi sama minumnya biar dianterin ke asrama," ucap Mirhan memberi ide.


"Sini deh biar gue yang telpon...entar kalau lo pesen harga ayamnya lo lebihin lagi…" ucap Ryu dengan kesal. "Halo...dengan Ke Ef Ci?..." tanya Ryu kemudian.


"Iya...ada yang bisa saya bantu?" tanya si pelayan.


"Ayamnya ada mbak?..." tanya Ryu dengan sopan.


"Iya masih ada…" jawab pelayan dengan ramah.


"Bisa bicara dengan ayamnya?..." tanya Ryu dengan santai. Semua teman-temannya pada ngakak ketawa menertawakan ulah Ryu pada pelayan tersebut.


"Yaelah...bisa pesen gak sih? Sini biar gue aja..." ucap Arif dengan kesal. "Halo...mbak, bisa minta dada nya? Yang besar yah mbak, kayak punya mbak-eh maaf keceplosan..." ucap Arif yang ikut ngelawak.


"Hadeh...ini juga sama aja gak benernya...sini gue aja." ucap Firman yang sudah benar-benar kesal.


"Mba...kita mau pesan ayam, nasi, terus minumannya...dan kalau bisa nomor telepon mbak ya?...soalnya saya masih jomblo dari lahir mbak…"


"Yah...si anak satu malah curhat…" ucap Heri yang ternyata dari tadi juga ikutan kesal melihat kelakuan lawak teman-temannya.


"Oke!...mohon ditunggu ya atas pesanannya!..." tapi nada suara si pelayan tidak seramah sebelumnya.


Setelah itu juga si Agus datang ke asrama dengan pakaian seadanya. Dia berpikir ada masalah yang ingin dibicarakan oleh Mirhan. Ternyata mereka mengundangnya hanya untuk pesta makan sekalian memainkan konsol NineTenDo milik Ryu.


Bersambung dulu ya kakak…


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2