
Keadaan asrama saat ini sangat tenang, bahkan seperti tidak ada kehidupan sedikitpun. Heri dengan santai berjalan menuju kamar Ryu. Diantara teman-temannya hanya dia yang disuruh bangunin Ryu.
Teman-temannya yang lain sudah menunggu di ruang tamu. Mereka sudah berpakaian dengan rapi untuk acara malam ini. Begitu juga dengan Rasya, Helena, Dea, dan Adel, mereka memakai pakaian yang sangat anggun.
"Rif…" ucap Obeng pada Arif.
"Iya…kenapa bro?..." tanya Arif sambil memencet handphonenya.
"Lo udah telepon tempat karaokenya belum?..." tanya Obeng dengan tidak sabar.
"Ini gue lagi coba ngehubungin...lo pikir gue lagi apa?...lagi main gundu?..." jawab Arif dengan kesal.
"Tempat karaoke yang biasanya jadi langganan lo aja Rif…" ucap Firman menyarankan.
"Aneh dah…dari tadi gak ada yang ngangkat telepon gue…" ucap Arif dengan kesal.
"Yang mahal juga gak apa kok…" ucap Mirhan dengan santai.
"Emang duit lo cukup Mir?...nyari tempat karaoke yang mahal…" komentar Dea meragukan Mirhan.
"Jangan kayak orang susah...sekali-kali buat ultah temen masa harus yang murah…" jawab Mirhan sambil nyengir.
"Dasar Anak Sultan…" ucap Firman berkomentar.
"Uang punya pacar gue udah lo kasih ke ibu Manda?..." tanya Rasya sambil memperbaiki pakaiannya.
"Lo tenang aja Sya...udah gue kasih tadi…" jawab Mirhan sambil minum kopi cappucino miliknya.
"Lo pake parfum apaan sih Beng?...kok baunya kayak bau kemenyan gini…" keluh Adel yang duduk di sebelah Obeng.
"Hah...mana? Sini biar ku cek." Helena lalu mendekat untuk mencium bau yang di permasalahkan Adel. "Hem...ini mah...bukan parfum, ini bau oli motor…" ucap Helena kemudian mengomentari parfum Obeng.
"Ah...masa sih?...perasaan tadi gue pake parfum Casillas deh…" ucap Obeng sambil mencium kaosnya. "Gak ah...lo pada aja terlalu lebay…" ucapnya tidak terima diejek Helena dan Dea.
"Hedeh coba lo pakai parfum gue nih…" ucap Agus memberikan parfum miliknya yang bermerek Bad Boy.
"Merek parfum lo kok berbeda banget sama orangnya…" komentar Dea pada Agus.
"Emangnya kenapa?...ada yang salah?..." tanya Agus sedikit tersinggung dengan ucapan Dea.
"Yaelah Gus...lo baperan amat sih?..." ledek Rasya sambil tersenyum.
"Yes...akhirnya terhubung…" ucap Arif sangat senang. "Halo...selamat malam…" ucap Arif sambil menyalakan loudspeaker teleponnya.
"Iya...ada yang bisa kami bantu pak?..." tanya resepsionis tempat karaoke yang dari suaranya adalah seorang wanita.
Sebenarnya Arif sangat kesal dipanggil dengan sebutan bapak. Meskipun umurnya tiga tahun lebih tua dari teman-temannya, tapi menurutnya masih terlalu tua untuk dipanggil bapak. Sementara teman-temannya yang lain hanya tertawa mendengar petugas resepsionis itu memanggil Arif.
Dengan wajah yang terlihat bete Arif menjawab, "Iya bu...saya ingin memesan satu room karaoke yang paling besar, ada?..."
"Tentu saja ada pak...untuk kapan pak?..." tanya resepsionis itu berusaha sabar dipanggil ibu oleh Arif.
"Untuk malam ini bisa?..." tanya Arif sudah mulai bisa mengendalikan kekesalannya.
"Rif...kalau bisa sekalian minta bikinin kue ulang tahun...yang bertuliskan nama Ryu…" perintah Mirhan pada Arif.
__ADS_1
"Hah? Emangnya ada paket karaoke buat orang ultah?" tanya Helena bingung.
"Iya ada-eh gak tau juga...coba lo tanya deh Rif..." suruh Mirhan kepada Arif.
"Ya…adalah…ini gue pengen mesen…" ucap Arif menanggapi perintah Mirhan.
"Pak...pak…" tanya resepsionis pada Arif. Mendengar ucapan itu membuat Arif tambah kesel.
"Oh...sorry ibu...bisa sekalian siapkan kue ulang tahun yang bertuliskan nama Ryu?..." tanya Arif pada resepsionis itu.
"Bisa pak…" jawab resepsionis itu dengan ramah. "Namanya tadi Dio ya pak?..." tanyanya mengulangi.
"Bukan Dio bu...tapi Ryu…" ucap Arif berusaha membetulkan.
"Oh...Gio ya pak?…" tanya mbak resepsionis lagi.
"Bukan Gio bu...tapi RYU ..R...Y...U...mbak…" ucap Arif dengan kesal mengeja nama temannya.
"Oh...Ryu?...mbak Ryu ya pak?..." tanya resepsionis kemudian. Teman-temannya Arif tertawa dengan suara tertahan agar tidak kedengaran sampai ke resepsionis.
"Hedeh…terserah ibu aja deh…" jawab Arif yang sudah cape.
"Jadi jam berapa bapak akan datang malam ini?..." tanya resepsionis itu lagi.
"Sekitar satu jam lagi bu…" jawab Arif berharap telepon itu berakhir.
"Untuk berapa jam pak?..." tanya resepsionis itu dengan ramah.
"Oke mas...akan kami persiapkan semua pesanannya…" resepsionis itu menanggapi Mirhan dengan ramah.
"Iya…" jawab Mirhan kemudian menutup teleponnya.
"Hadeh…gilirannya si Anak Sultan aja dipanggil mas...tapi pas gue ngomong malah dipanggil bapak." keluh Arif membuat teman-temannya ketawa ngakak sepuasnya.
"Eh, bentar…" ucap Firman baru menyadari sesuatu yang janggal. "Lo yakin nama di kue pengen lo tulis mbak Ryu?..." tanyanya kemudian.
"Eh, seriusan?..." tanya Arif cukup terkejut. Dia mencoba menelepon lagi tapi sayangnya tidak terhubung lagi. "Ah...sial!..." teriaknya dengan kesal.
"Lo keterlaluan ya Rif?...masa pacar gue lo tulis Mbak Ryu?..." Rasya terlihat sangat kesal pada Arif.
"Yaudah...agar menyesuaikan, kita pinta aja Ryu datang pakai dress…" usul Obeng sambil tersenyum.
"Lo kalau pengen nyelesain masalah pakai otak dong Beng…" ucap Helena memarahi Obeng.
Mendengar perbincangan ini membuat Adel, Dea dan Agus semakin tertawa puas. Hadeh…Obeng lo ada-ada aja gitu.
Sementara itu Heri yang biasanya tidak terlalu memikirkan pakaiannya, kali ini dipinjamkan Mirhan pakaian-pakaian yang sangat keren. Dia memakai pakaian kaos berwarna putih bertuliskan "Aku Benci Kalian Semua…" dan ada gambar Squidward Tenpoles diatasnya. Untuk bagian celananya dia memakai celana jeans berwarna hitam.
Heri akhirnya sampai juga di depan kamar Ryu. Dia terlihat sangat kesal karena dipinta membangunkan Ryu. "Kenapa harus gue sih yang bangunin ini anak?..." keluh Heri dengan lesu. "Udah gitu kok gue dikasih kaos ini sih?" ucapnya dengan sedikit kesal.
Kemudian dia mengeluarkan sebuah alat yang selalu dia bawa. Dengan santai dia memencet sebuah tombol pada alat itu. Kemudian dia menarik nafas dengan dalam sebelum berbicara.
__ADS_1
"Woi!...Bangun!..." panggil Heri membuat suasana asrama yang sunyi menjadi rame.
"Aduh!...ada apa sih bangunin orang sedang tidur!..." keluh Ryu dari dalam kamarnya. Dia langsung membuka pintu kamarnya diiringi dengan asap yang mengepul keluar, namun kali ini lebih sedikit dari biasanya. Bukan, dia masih merokok. Melainkan itu karena dia lebih sadar di asrama kali ini yang tinggal bukan hanya cowok saja.
"Lo cepat ganti pakaian...kita ada urusan penting…" ucap Heri to the point.
"Emangnya urusan apaan sih?..." tanya Ryu yang hanya memakai bokser.
"Lo gak usah banyak tanya...pokoknya malam ini lo harus berpakain rapi...kami nungguin lo di ruang tamu…" Perintah Heri lalu menuruni tangga.
***
Akhirnya Ryu sudah turun dari tangga memakai pakaian yang sangat rapi. Dia bingung karena teman-temannya sudah berkumpul di ruang tamu. Dia bingung apa yang sedang direncanakan oleh teman-temannya itu.
"Akhirnya yang ditungguin turun juga…" ucap Mirhan sambil tersenyum menyambut Ryu.
"Emang kita mau ngapain sih?..." tanya Ryu sangat penasaran.
"Udah lo ngikut aja…" jawab Arif sambil nyengir.
"Ini kunci mobil BMW yang ada di depan...lo bawa…" ucap Mirhan sambil memberikan kunci mobil pada Ryu. "Jadi siapa aja yang ngikut dengan gue?..." tanya Mirhan kemudian.
"Mending para cewek ngikut Ryu dan pa8ra cowok ngikut Mirhan aja…" usul Rasya bersemangat.
"Kenapa gak ikut Mirhan?" tanya Arif kebingungan.
"Lo liat aja gimana Mirhan bawa mobil kesekolah…" jawab Helena dengan kesal. "Gue gak mau jantungan di perjalanan karena nebeng Mirhan."
"Lagian mobil yang Ryu bawa lebih keren dari mobil Mirhan…" ucap Dea karena dia tidak pernah naik mobil BMW sebelumnya.
"Ya udah...kalau gitu…" ucap Mirhan pasrah.
Akhirnya mereka berangkat dengan Ryu memakai mobil BMW dan Mirhan membawa mobil daihatsu Xenia. Mirhan lebih dulu menjalankan mobilnya. Sementata mobil Ryu dan tim cewek mengikuti mobil Mirhan di belakang.
Bersambung...
Note dari Ann-chan : Karya yang kami tulis ada masing-masing ada 2 judul cerita. 2 nya ada di Ryūmaru Muhammad (Flower Garden 13 dan Berinkarnasi malah jadi smartphone).
Sedangkan Seryu Nagami disana ia menulis 2 judul cerita (Gamer Lovers dan Mengubah Takdir Kita)
Lalu kami juga berdua juga memiliki pekerjaan lain di real life. Jadi mohon dimaklumi, jangan juga dikit-dikit "bang update bang!" udah kayak bocil kematian aja.
Dan maaf, kami nggak ikutan event Crazy Update dimana sehari bisa merilis 3 bab sekaligus.
Kemampuan kami sudah kami analisis sendiri dan memang dalam satu minggu hanya mampu hingga 5 bab cerita saja.
Emangnya kayak wibu nolep? Maaf aja nih buat kalian para wibu, gue tau kok se-nolep nya kalian kan masih ada kehidupan. Diantaranya, menggambar…menghalu…dan ngesimp para vtuber idola kalian. We are respect to you guys, but for us?
Ah, gini aja deh.
Silahkan di like, pencet tombol favorit, lalu komentar selain "bang update bang" atau sejenisnya.
atau kalau ada ide bagus (atau challenge kali ya?) silahkan tulis di kolom komentar.
terimakasih.
__ADS_1