Atas Nama Jodoh

Atas Nama Jodoh
Bab 28 : Salah Paham


__ADS_3

Udara dingin malam tak terasa dibandingkan bagaimana suasana dingin yang tercipta di ruang tamu dengan beralaskan tikar sederhana. Layla diam dan tak tau bagaimana ceritanya bisa seperti ini


"Sepertinya kalian memang harus dinikahkan"


"Iya pak" Layla menatap Qais yang menjawab dengan semangat, sedangkan ia sendiri masih mencerna apa yang terjadi sekarang


"Maksudnya, kami tidak melakukan seperti hal yang kalian pikirkan" ucap Qais lagi setelah menjawab tadi dengan semangat, ini justru membuat kecurigaan orang semakin kuat


"Nak, yang paling dirugikan dalam hal ini adalah perempuan. Perempuan yang akan menanggung malu dan menyisakan bekas. Sedangkan laki-laki bisa tenang karena tak ada yang tau. Perempuan yang akan dikucilkan dan disalahkan tak peduli siapa yang benar. Jadi lebih baik kalian menikah saja untuk menghindari zina" Layla hanya diam mendengar omongan ibu-ibu yang mengusap punggungnya dari tadi. Ia bukannya tak mengerti apa yang mereka maksud, hanya saja ia benar-benar tak melakukan itu dan jelas ini hanya kesalahpahaman saja


"Maaf, tapi kami benar-benar tidak melakukan itu" balasnya entah sudah keberapa kali, tapi mana mungkin mereka percaya. Apalagi dengan kondisi bajunya yang robek karena tarikan kuat dari orang itu


"Nak, jangan mengelak lagi. Kami terpaksa harus melakukan ini untuk keselamatan kalian juga. Sekarang telepon wali kalian masing-masing, kalian akan menikah malam ini juga"


"APA!" Layla yang paling terkejut mendengar ini, dan entah kenapa Qais justru langsung mengeluarkan handphonenya seolah sangat setuju


"Bapak tidak bisa mengambil keputusan seperti ini begitu saja, ini tak hanya tentang pendapat satu pihak. Tapi juga mencakup masa depan saya" jawab Layla langsung, kalimatnya dengan jelas menunjukkan sebuah penolakan


"Nak, kami mengerti. Tapi jika seperti ini, masa depan kalian akan hancur. Bukankah menjalin hubungan dalam ikatan pernikahan lebih baik? Bukan mendapat dosa tapi pahala"


"Telepon orang tuamu sekarang, kami perlu menjelaskan" Layla termenung, kejadian ini bermula ketika Qais membantunya tadi melawan orang-orang yang mengikutinya. Setelah dihajar habis-habisan mereka masih sempat melarikan diri, Qais yang awalnya ingin mengejar ditahan Layla karena menurutnya tidak perlu. Disanalah kesalahpahaman bermula, dua orang dengan pakaian sederhana dan sarung yang dikalungkan menyorot kearah mereka yang berada ditempat gelap dengan posisi yang membuat salah paham. Padahal saat itu Qais hanya sedang membantu Layla berdiri. Terlebih lagi kondisi pakaian Layla yang tak baik-baik saja


"Astagfirulloh" itulah kata-kata terakhir yang sempat Layla dengar sebelum dua orang itu menyeret mereka paksa ke rumah Pak RT. Tapi kenapa justru berakhir menikah?


"Telepon wali kalian berdua, zina sudah terlalu nyata sekarang. Kalian tidak akan merasakan bagaimana pedihnya di dunia tapi ingat bagaimana panasnya api neraka dengan manusia sebagai kayu bakarnya" seorang wanita berhijab yang mereka duga sebagai istri Pak RT menyela kala beberapa kali Qais dan Layla berusaha menyangkal dan menjelaskan

__ADS_1


"Tidak akan ada yang percaya, jika semua pelaku zina mengaku mungkin laki-laki akan punya lebih dari sepuluh istri bahkan perempuan bisa memiliki lebih dari satu suami" pembahasan ini entah semakin melenceng kemana. Layla menatap Qais yang juga nampak bingung, karena setiap mereka menjelaskan untuk membela diri, pasti ada saja yang menyela


"Lebih baik kalian menikah saja, dan bertaubatlah untuk memohon ampunan pada yang kuasa. Kami tak berhak menghakimi kalian, karena hakim yang paling adil adalah Allah"


Tidak menghakimi katanya? Lalu apa namanya ini saat mereka menuduh tanpa mendengar penjelasan? Apa bukan menghakimi?


"Generasi zaman sekarang semakin tergerus zaman, apa tidak malu punya orang tua yang sudah merawat susah payah. Apa jangan-jangan orang tuanya juga ngajarin kayak gitu?" Layla mengepalkan tangannya mendengar ibu-ibu dengan riasan make up yang cukup tebal diwajahnya


"Ini tak ada sangkut pautnya dengan orang tua, baru saja kalian mengatakan tidak menghakimi, lalu apa namanya ini?" Qais yang bersuara, nadanya tegas seolah mengerti kalau Ila tersinggung dengan ucapan ibu itu. Kalau saja tidak ada orang mungkin ia ingin sekali melayangkan pukulan di wajah wanita itu, terlihat sekali urat lehernya yang menonjol menahan amarah


"Tapi..."


"Assalamu'alaikum ayah, Ila mau nikah malam ini. Cepat datang jangan sampai telat"


Qais yang paling membeku mendengar itu, apa ia tidak salah dengar?


.


Tak lama terdengar notifikasi dari Layla yang mengiriminya lokasi, setelah mencoba menghubungi putrinya lagi, nomor itu sudah tak aktif


"BILAL!"


Bilal datang sedikit berlari, ia tak pernah mendengar ayahnya berteriak seperti itu, jadi ia cukup terkejut saat tiba-tiba dipanggil


"Kita temui adikmu sekarang, entah apa yang diperbuatnya" Naufal mengusap rambutnya kasar, ia yakin kalau putrinya tak mungkin melakukan hal yang tak seharusnya

__ADS_1


"Ila kenapa?" Bilal sekarang yang bingung, dari tadi dihubungi, Layla tak mengangkat telpon sama sekali


"Tanyakan nanti, siapkan mobil kita pergi sekarang" Bilal mengangguk menurut saja, tak banyak bicara. Naufal seperti orang kacau


.


"Puas?"


Ingin sekali Ila sebenarnya mengatakan kalimat itu di depan wajah ibu-ibu tadi. Ia paling tidak suka kalau orang tuanya sudah dibawa-bawa dalam hal yang ia lakukan. Orang tuanya mengajarkan yang baik, tak mungkin juga ia tega membuat ayahnya sakit karena hal ini


Sementara Qais masih terpaku ditempat, ia juga baru saja selesai menelpon Kenzo yang terkejut dan menuntut banyak penjelasan tapi langsung dimatikan oleh Qais. Kenzo disuruh datang langsung untuk melihat yang terjadi sebenarnya.


Qais hanya mampu terdiam tanpa kata, tak lama terdengar deru mobil yang masuk ke pekarangan rumah itu


"Ila"


Layla yang terdiam bahkan tak menyadari kehadiran ayahnya diambang pintu


"Ayah" ia langsung berlari memeluk laki-laki yang telah menjadi cinta pertamanya sejak mengenal dunia


Naufal yang dari rumah berniat untuk marah dan menuntut penjelasan malah sekarang tak tega saat Layla memeluknya dan menangis tersedu-sedu tanpa memikirkan orang disana yang menatap mereka


"Apa yang terjadi?"


Layla hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah tak sanggup mengatakan apa-apa lagi

__ADS_1


Naufal memindai sekeliling dan menemukan Qais disana dengan wajah yang nampak memar, ia juga baru sadar sekarang kalau pakaian putrinya berantakan. Naufal menolak mengambil kesimpulan sendiri, tapi ia benar-benar tak bisa membayangkan kalau itu benar terjadi. Yang gagal disini jelas dirinya sebagai seorang ayah yang tak bisa melindungi putrinya


__ADS_2