Atas Nama Jodoh

Atas Nama Jodoh
Bab 44 : Penangkapan


__ADS_3

Naufal menatap wajah putrinya kemudian tersadar sesuatu, ia menatap Qais tajam sedangkan yang ditatap tak menyadari atau lebih tepatnya pura-pura tak menyadari


"Kamu apakan putriku Qais? Sudah aku bilang padamu kalau kamu tidak menginginkan dia kembalikan padaku, aku saja tak pernah membiarkannya terluka dan berani-beraninya laki-laki yang merebutnya dariku membuatnya seperti ini!" Tunjuk Naufal pada pipi Layla yang memerah, jelas sekali bekas tamparan


"Ayah, ini tak seperti yang ayah bayangkan" Layla menurunkan lengan ayahnya yang menunjuk Qais


"Jangan membela dia Ila, jangan bodoh hanya karena cinta"


"Ini memang tidak seperti yang ayah pikirkan. Bukan Kak Qais yang melakukan ini, tapi orang lain"


"Siapa?" Kali ini Bilal yang mengeluarkan suara, sedari tadi ia hanya memperhatikan. Insting saudara kembar cukup kuat, saat Layla merasakan sakit atau terluka maka ia bisa tau dan mencoba memahami


"Teman kampus yang tidak menyukaiku" jawab Layla cepat


"Kenapa tidak menyukaimu?" Tanya Naufal


"Karena aku ayah, maaf ini memang salahku. Harusnya aku bisa menjaga Layla dengan baik" Qais mengakui karena nyatanya Ratu melakukan itu karena menyukai dirinya


"Kenapa bisa?"


"Emmm perempuan itu tidak tau status kami, jadi dia marah-marah karena aku dekat dengan Qais" giliran Layla yang menjawab


"Artinya dia cemburu?" Tanya Naufal langsung to the point


"Iya, mungkin"

__ADS_1


"Bukan mungkin tapi memang benar cemburu, perempuan itu sanggup menyimpan rasa cintanya untuk waktu yang lama tapi tak pernah bisa menahan rasa cemburu walau satu detik" terang Naufal dengan menatap mereka berdua


"Itu sebabnya ayah bilang pernikahan kalian harus diumumkan, toh apa salahnya menikah di usia kalian, kalian juga sudah kuliah bukan anak SMA lagi"


"Tapi ayah nanti banyak yang berpikir miring tentang kami" bantah Layla tak setuju


"Kalian pikir satu orang yang kalian beritau tadi tidak menyebarkan berita itu pada orang lain?, bisa jadi dia menambahkan sesuatu dalam ceritanya sampai menjadi fitnah. Lagipula apa yang orang lain pikirkan biarkan saja, itu hak mereka. Kalau mereka membicarakan kita, maka artinya mereka mengurangi dosa kita" Qais menatap Layla sejenak, ia mengerti Layla masih khawatir banyak yang mungkin akan memusuhinya


"Aku berjanji akan menjagamu dan kejadian tadi tidak terulang lagi" ucap Qais yang mengerti pikiran Layla saat ini


"Lagipula igu hanya pikiranmu saja Ila, jangan terlalu banyak berpikir buruk. Itu hanya akan menghambat saja" timpal Bilal yang juga seolah tau


"Baiklah, hal ini memang tak seharusnya disembunyikan dari awal" balas Layla membuat mereka tersenyum lega terutama Qais. Ia pikir semoga dengan begini tak ada lagi gadis yang mendekatinya dan yang paling penting tak ada yang mendekati istrinya, karena kini ia sering melihat banyak mahasiswa yang terang-terangan menunjukkan rasa suka pada istrinya walau Layla juga menolak


.


Suara ribut dibawah sedikit menarik atensi gadis itu, setaunya tak ada orang dirumah. Setelah ayahnya dinyatakan meninggal ibunya yang mengurus perusahaan dan menghabiskan waktu dikantor atau bersenang-senang dengan teman sosialitanya. Sedangkan adiknya lebih banyak menghabiskan waktu diluar, entah apa yang dilakukannya


Begitu membuka pintu kamar, senjata tajam ditodongkan kearahnya membuat Ratu dengan spontan mengangkat kedua tangannya dan meneguk ludahnya kasar masih mencermati apa yang terjadi


"Anda kami tangkap karena terkait kasus penganiayaan berencana yang bisa mengancam nyawa orang lain"


"Omong kosong apa yang kalian bicarakan? Jangan asal tuduh tanpa bukti"


"Kami mendapat surat tanda penangkapan anda dan buktinya, untuk lebih jelasnya bisa anda katakan di kantor polisi"

__ADS_1


"Mama ini kenapa?! Aku nggak ngelakuin apa-apa!" Teriak Ratu saat melihat mamanya di lantai satu sedang ditahan polisi karena sedari tadi mencoba berontak bahkan melukai salah satu anggota


"Jangan takut nak, mama akan sewa pengacara terbaik buat kamu sampai kamu bebas"


"Tapi aku nggak mau masuk penjara ma!" Teriak Ratu lagi saat badannya diseret keluar dari pintu rumah


"Jangan kasar-kasar sama anak saya!. Kalau dia sudah keluar, saya pastikan kalian yang saya tuntut karena kasus salah tangkap dan pencemaran nama baik" teriak Mamanya Ratu seperti orang gila yang sama sekali tak digubris polisi. Setelah Ratu masuk kedalam mobil polisi, barulah polisi yang sedari tadi menahan tangannya ikut keluar hingga ia bisa bebas dan berlari melihat anaknya yang sudah diringkus polisi


"Kurang ajar kalian! Akan kubalas semuanya nanti!"


"Sudahlah ma, malu diliat orang lain" Rendi berusaha menenangkan mamanya yang seperti orang kesetanan, ia memberi lirikan pada ART yang berkumpul untuk kembali mengerjakan tugas masing-masing


"Kakakmu tertangkap dan bisa-bisanya kamu diam saja!" malah Rendi yang menjadi sasaran amarahnya. Rendi menghela nafas, ia sudah terbiasa dibanding-bandingkan. Kalau ayah kandungnya masih ada maka dia yang akan membelanya. Sayangnya mamanya langsung memilih menikah dengan laki-laki lain saat usaha ayahnya bangkrut dan sang ayah meninggal karena depresi akibat ditinggal istri dan anaknya


"Tidak mungkin polisi langsung tangkap tanpa bukti, Kak Ratu pasti pernah berbuat sesuatu" balasnya. Biasanya ia hanya diam, tapi seperti ada yang memberontak dari jiwanya hingga membuatnya berani melawan wanita yang selalu ia hormati selama ini


"Dasar anak bodoh! Bisa-bisanya kamu malah ikut menyalahkan kakakmu. Dasar tidak berguna!" Bahkan makian itu sudah tak asing lagi ditelinganya. Rendi memilih abai walau ia juga sebenarnya turut penasaran tentang siapa orang yang berani menuntut kakaknya ke jalur hukum


Dari luar pagar rumah itu, ternyata ada sesosok berpakaian serba hitam yang sedari mengintai. Ia melihat bagaimana putri tiri yang begitu dimanjakannya diseret polisi. Laki-laki itu mengepalkan tangan, tinggal sedikit lagi bukti dan ia akan muncul untuk menuntut balik Qais atas tindakan pembunuhan yang coba dilakukan laki-laki itu. Ia yakin Qais tak punya bukti untuk menuntutnya balik sebagai tersangka dibalik kematian orang tuanya beberapa tahun silam


"Lihat saja nanti, kamu akan membusuk di penjara karena memilih bermain-main denganku" setelah mengatakan itu ia pergi, belum saatnya untuk ia kembali sekarang. Masih ada beberapa hak yang harus diurus dan akan lebih mudah jika tak ada yang tau ia masih hidup


.


Banyak Typo...🙏

__ADS_1


__ADS_2