
Dedaunan pohon kering tertiup angin sore yang berhembus pelan, cukup dingin seiring pergantian malam. Jilbab dua perempuan yang kini duduk di kursi bawah pohon rindang bergerak mengikuti kemana arah angin membawanya melambai
"Bagaimana rasanya dicintai laki-laki seperti Qais?" Entah sudah keberapa kalinya Layla mendapat pertanyaan itu entah secara langsung atau melalui pesan saat berita pernikahan mereka tersebar. Bagaimana reaksi mahasiswa lain?, Sebagian tentu saja terkejut apalagi Qais laki-laki populer. Dan sebagian dari sisanya mungkin hanya ber oh saja, tanpa mencari tau lebih lanjut. Cukup tau dan cukup, tidak menuntut banyak penjelasan seperti kebanyakan mahasiswa lainnya yang memberondong Layla dengan banyak pertanyaan, bahkan tak jarang dengan berita miring tentang pernikahan muda
"Rasanya luar biasa" jawab Layla menjawab pertanyaan Zara. Hubungan mereka yang sempat renggang memang sudah membaik dari kemarin-kemarin. Tapi karena berita pernikahan itu mendadak booming satu kampus membuat Zara kembali mempertanyakan pertanyaan itu
"Dicintai siapapun akan terasa luar biasa saat hati kita menerimanya dengan tulus. Percuma sebesar apapun rasa yang ia miliki jika kita menolak dari awal" lanjut Layla kembali
"Bagaimana hubungan Kak Zara dengan Kak Rio?, Akhir-akhir ini aku lihat kalian cukup dekat" Zara menunduk tapi tak mampu menyembunyikan rona merah di wajahnya, artinya dugaan Layla memang benar kan?
"Dia sedikit aneh"
"Aneh apanya?" Layla menaikkan sebelah alis nampak tak mengerti
"Ia sering datang kerumah sakit saat ada ayah disana, bahkan hal yang paling gila, ia pernah memakan makanan pedas dalam jumlah banyak agar mencret dan berakhir dirumah sakit"
"Paman Darren tidak mungkin memeriksanya kan? Dia kan dokter bedah" ucap Layla sedikit tertawa, tak menyangka tindakan konyol teman suaminya demi cinta
__ADS_1
"Ia diperiksa dokter lain dan berakhirlah kami bertemu, dia bilang kalau tidak bisa bertemu maka dia yang akan datang menemuiku, tapi aku tak menyangka caranya seperti itu"
"Aku senang melihat Kak Zara bahagia, aku yakin Rio laki-laki yang baik dan mampu menjaga kakak, tampilannya memang seperti itu, tapi kita tak pernah bisa menilai orang dari penampilannya kan?" Zara menganggukkan kepalanya pertanda setuju
Ting
Notifikasi masuk di handphone Layla, ia melihat nama si pengirim yaitu Nessi dan selanjutnya melotot tak percaya melihat isi pesannya
"Ila ayahku masih hidup"
.
Ia tak terima anak dari saudara tirinya itu berhasil, harusnya semua harta itu hanya untuknya bukan yang lain. Ya, bahkan setelah kejadian ini ternyata tak membuatnya cukup sadar kalau ia bukanlah apa-apa didepan pencipta
Karena itu dengan berbagai alasan, ia kembali ketempat dimana seharusnya ia berada, tapi bukan menjadi seorang pemimpin dari perusahaan besar melainkan orang biasa yang berbaur dengan masyarakat sekitar agar tak menaruh kecurigaan walau kadang ia memang sengaja menampakkan diri beberapa kali dihadapan Qais atau Rio
Hingga dimana saat ia tau ternyata Qais juga menjerat putrinya, Ratu. Maka sekarang saatnya ia kembali ke posisinya setelah beberapa bukti ia pegang untuk menuntut balik Qais dan Rio atas perbuatan pembunuhan berencana. Beberapa bukti mulai dari CCTV di beberapa jalan yang sempat ia lewati, ia bahkan menggeledah kembali lokasi penyekapan dirinya sebelum dihanyutkan ke sungai dan ternyata hasilnya kosong, sepertinya dua pemuda itu memang menyiapkan segalanya dengan pasti
__ADS_1
Dan bukti penting yang tinggal ia cari saat ini adalah CCTV yang terpasang pada bagian depan mobilnya, CCTV itu adalah kunci untuk menjerat Qais dan Rio. Pak Rangga yakin kalau mereka tak akan menyadari CCTV itu karena bentuknya yang amat kecil dan terlihat menyatu dengan warna mobil. Dengar-dengar mobil itu rusak parah dan kemungkinan besar ada dikepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Jika ia keluar sekarang dan mengungkap identitasnya, memang mudah untuk mendapat CCTV dalam mobil itu kembali. Tapi ia tau kalau Qais tak mungkin diam saat ia terang-terangan menunjukkan diri dan pastinya menaruh curiga. Jadi ia yang akan mengambil sendiri benda itu nanti
Dan sepertinya memang nasib baik sedang berpihak pada Pak Rangga saat ini, ia melihat Rendi, anak tirinya disalah satu bengkel dan mobil dengan flat nomor yang sudah tak asing lagi. Benda yang saat ini ia cari ada disana. Memori dalam CCTV itu pasti merekam kejadian yang ia alami malam itu. CCTV canggih buatan brand terkenal dunia itu, ia yakin tak akan rusak begitu saja. Mulanya tujuan awal kekantor polisi tapi kebetulan melewati bengkel ini dan siapa sangka ternyata apa yang dicari ada disana
"Jual aja kayaknya Lang, lagian percuma kalau diperbaiki kalau kondisinya udah parah kayak gini. Lebih baik beli yang baru kan?" Samar-samar ia mendengar percakapan Rendi dengan salah laki-laki yang seperti bekerja di bengkel itu atau mungkin pemilik bengkel
"Gimana hasil penyelidikan polisi? Ada yang mencurigakan?"
"Nggak ada, dugaan mereka tetap sama yakin rem blong karena setelah diperiksa memang ada masalah pada rem mobil"
"Tapi kok bisa ayah kamu lewat jembatan itu, padahalkan arah rumah kalian seharusnya bukan dari sana"
"Mungkin dia pergi ke suatu tempat"
Semakin lama suara mereka terdengar samar, rupanya dua orang itu menjauh ketempat yang lebih teduh. Tentu hal ini tak dilewatkan begitu saja oleh Pak Rangga. Melihat salah satu pekerja bengkel yang kebetulan lewat ia ikuti perlahan, ternyata orang itu menuju tempat peralatan. Tak menunggu waktu lebih lama lagi, ia bekap mulut orang itu dari belakang dan ia seret menuju kamar mandi yang berada di pojok ruangan. Tak mengulur waktu, ia langsung melepas pakaian pria tadi dan memakaianya. Selanjutnya mengambil masker dan topi yang tergantung diruangan itu
Pak Rangga keluar membawa botol oli agar tak menimbulkan kecurigaan petugas lain. Dengan sedikit mengendap, ia berhasil menuju mobil itu. Kebetulan sekali, lokasinya cukup sepi. Mungkin karena siang hari jadi pekerja lain sedang beristirahat
__ADS_1
Ia membuka pintu mobil tak lupa menggunakan sarung tangan agar tak meninggalkan sidik jari yang mungkin saja menimbulkan kecurigaan. Perlu waktu kembali untuknya memperhatikan lokasi CCTV dan ternyata benda kecil itu masih ada disana. Bentuknya begitu kecil dan terletak disudut pojok kanan, bagian atas stir. Ia yakin CCTV itu pasti merekam dengan jelas kejadian malam itu, harusnya memang seperti itu karena dengan begitu ia akan menjerat Qais
.