
Ayu yang Mendengar Neneknya Meninggal pun Langsung Pingsan Begitu Saja, Karena Merasa Tak Kuat mendengar Kenyataan Bahwa Nenek Nya Sudah Meninggal untuk Selama Lamanya...
JADI SAAT ITU YANG MENEMUIKU ARWAH NENEK,pikir Ayu Lirih Sebelum Ia Jatuh Pingsan.
Hans Dan Juga Elang Sigap dan Langsung Menghampiri Saat Melihat Ayu Pingsan Begitu Saja.
" Ada apa Nan, Kenapa Ayu Pingsan," Tanya Elang Saat menghampiri Ayu.
" Ayu pingsan, Karena Mendengar Neneknya Sudah Meninggal Kak, Tadi Dia Bertanya Di Mana Neneknya, jadi Aku Mengatakan Semua Padanya ," Kata Diana pelan.
" Apa...!! Jadi... Dia sudah Mengingat Semuanya," Tanya Hans sedih.
" Iya...Ayu Sudah mengingat Semuanya, Ayahnya ,Bundanya, Dan Juga Adik Nya.. Ayu Sudah Mengingatnya," Jelas Diana Pada Hans.
Ayu pun Tersadar Dari Pingsannya, Dan Langsung Memeluk Elang Saat melihat Suami Di Sisinya.
" Nenek Mas, Apa benar Nenek Sudah Meninggal Mas," Tanya Ayu saat di pelukan Elang.
" Apa Kau sudah Mengingatku," Tanya Elang senang.
" Aku ingat Semua Mas,Kau, Ayah, Bunda, Adi, Nenek, Diana, Monika, Lutfi, Diego, " Kata Ayu Lirih dan Mengingat Nama Nama Orang Orang Yang Ia Sayangi.
" Katakan Padaku, Apa Nenek Memang Benar Sudah Meninggal," Tanya Ayu Menangis.
" Katakan Padaku Mas," Tanya Ayu Lagi.
" Iya Sayank, Nenek Sudah Meninggal Sebulan Yang Lalu," Jelas Elang dan Ayu pun memeluk Elang Lebih erat Lagi.
" Ya Tuhan.. Jadi Waktu Kemarin Kemarin Di dalam Mimpiku Itu benar Benar Nenek," Kata Ayu Lirih Saat Mengingat Waktu Neneknya Ada Dalam mimpinya.
" Kenapa Nenek Meninggalkan Ku Mas, Aku tidak Punya Siapa siapa Lagi Selain Nenek, Kenapa Nenek Meninggalkan Aku Mas,Kenapa," Tanya Ayu Menangis.
" Kau Tidak Sendirian Sayank, Kau kan Masih Punya Aku Suamimu... Diana... Kakek.., Semua Menyayangimu, Kau tidak Sendirian Sayang," Kata Elang Dan Memeluk Ayu Sayang.
" Kenapa Semuanya Meninggalkan Aku Mas, Kenapa," Kata Ayu Menangis Sejadi Jadinya di pelukan Elang.
Hans Yang Mendengar dan Melihat Bagaimana Ayu sudah mengingat Semua Hanya Terdiam Tak Bersuara.
Hans Begitu Sedih Melihat Ayu Yang Seperti ini, Hans Benar Benar Tak Tega Melihat Tangis Ayu Yang Memilukan seperti itu,
__ADS_1
Kini Hans Juga Akan Merelakan Kebahagiannya Demi Kebahagian Ayu,
Hans Tidak Akan Mengganggu Hubungan Elang Dan Juga Ayu Lagi Hans Akan Merelakan Ayu Untuk Elang yang Memang Suami Sahnya.
" Maaf Kan Aku Vio, Maksud Aku... Ayu," Kata Hans Merasa Bersalah Pada Ayu yang Telah Menyembunyikan Identitas Ayu Selama Ini,
" Aku Benar Benar Minta Maaf," Kata Hans Menyesal.
" Kenapa Kau Minta Maaf Padaku Mas, Mas Tidak Salah Apa apa.. Mas, Justru Aku Berterima Kasih Padamu, Karena Kau yang selama Ini Merawatku," Kata Ayu Tulus,
" Benar, Terimakasih Pak Darren, Berkat Kau, Istriku Selama Ini Baik Baik Saja," Kata Elang Tulus.
" Aku Benar Benar Minta Maaf Pada Kalian Berdua, Aku Benar Benar Jahat Sudah Memisahkan Kalian Berdua," Kata Hans lagi benar Benar Menyesal.
" Sudahlah Mas, Selama Ini kau Sudah Menjaga ku Dengan Baik, Kau Yang Merawatku , Aku Bener Bener Berterimakasih Padamu Mas, Terimakasih," Kata Ayu pelan.
" Maaf kan Aku Ayu, Selama Ini Aku Menyembunyikan Semua, Tapi Aku Jujur aku Benar Benar Tidak tau Namamu Sama Sekali, Karena Kau begitu Mirip dengan Mediang Istriku, Jadi Aku menamaimu Viona, Maafkan Aku," Kata Hans Lagi,
" Jadi Selama Ini Kau Tak Pernah Menyentuhku Karena Aku Memang Bukan Istrimu," Tanya Ayu Bingung,
Pantas Saja Selama Hampir 2 Bulan Hans tak Pernah Sedikit Pun Menyentuh Ayu.
Dan Ayu Pun Mendapatkan Jawaban Yang Selama Ini Di pertanyakan di Dalam Hatinya.
" Kalo Kau tak Punya Suami Pun, Aku Pasti akan Menikahimu Nanti saat Kau Sudah Melahirkan, Tapi Ternyata Tuhan Berkehendak Lain, Dan Tak Menstujui Keinginan Ku Itu," Kata Hans Lirih Dan Tersenyum.
" Maaf kan Aku, Tapi Aku Benar Benar Mencintai Istriku Ini," Kata Elang dan Memeluk Istrinya takut Akan Kehilangan Ayu lagi.
" Aku Tau Itu," Kata Hans, Hans Tau Kalo Erlangga Memang Benar Benar Mencintai Ayu Istrinya, Sama Seperti dia mencintai Mediang Istrinya Viona, Jadi Hans tau Bagaimana Rasanya.
" aku Harap Kalian Tak Membenciku," Kata Hans Lagi.
" Aku tidak membenci Mas, Aku Takan pernah Membenci Mas, Kau Seperti Kakak Buatku," Kata Ayu Jujur,
" Terimakasih Ay," Kata Hans Tersenyum mendengar Kemurahan Hati Ayu yang Begitu Besar Dan Hans Semakin Menyukai Ayu Yang Seperti Itu.
" Sama Sama Mas," Kata Ayu pelan.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN...
__ADS_1
" aku Pikir, Aku Takan Menemukanmu," Kata Elang setelah Beberapa Jam Hans Pergi.
" Maafkan Aku Mas, Aku Benar Benar Tak Mengenali Kalian Semua," Kata Ayu meminta Maaf pada Elang, Monika, Diana, Lutfi, Diego dan Jordy Di sana.
" Gue Ngerti Ay, Lu kan Lagi Hilang Ingatan Jadi Gue Ngerti Bagaimana Posisi Lu Saat Itu," Kata Diana Santai.
" Iya Ay... Lu Lupain Aja, Yang Penting Lu sekarang Baik Baik Saja," Kata Diego
" Benar Kata Diego Ay, Lu lupain Aja, Yang Penting Lu Sehat dan Baik Baik aja Sekarang," Kata Lutfi membenarkan apa Kata Diego.
" Iya Sayank, Yang penting Sekarang Kau Baik Baik Saja," Kata Elang lembut.
" Mas... Nenek Meninggal Apa Gara gara Aku," Tanya Ayu Sedih.
" Bukan Gara Gara Kau Sayank, Nenek benar Benar Terpukul Saat mendengar Kabar Hilangnya Dirimu, dan Nenek jatuh Sakit Hingga Meninggal," Kata Erlangga Lembut.
" Apa...!! Jadi Semua Memang Benar Salah Aku Mas," Kata Ayu Sedih, Ayu merasa Karena Dirinya Neneknya Itu Meninggal.
" Sayank...dengarkan Mas, Ini Semua Bukan Salah Kamu Sayank, Ini Sudah Kehendak Tuhan," Kata Elang tenang.
" Tapi Mas.." Kata Ayu pelan.
" Sayank,, Nenek Berpesan Padaku, Beliau Tidak Mau Melihatmu Menangis, Apa Lagi Seperti ini," Kata Elang Menenangkan Ayu agar Merasa Tak Bersalah Atas Kematian Neneknya Lagi.
" Apa Nenek Bilang Begitu Padamu Mas," Tanya Ayu Sedih.
" iya Sayank... Nenek Bilang Begitu Padaku, Kalo Kau Menangis Seperti itu, Berarti Aku sudah Gagal Menjadi Suami Yang Baik Buat Mu," Kata Elang.
Ayu pun memeluk Elang Erat,
" Mas Tidak Gagal Nek, Mas Elang Benar Benar Sangat Baik menjagaku," Kata Ayu pelan.
" Nenek Tenang Saja, Aku Janji akan Bahagia Bersama Mas Elang Nek, Sampai Tidak Ada Lagi Air mata, dan Hanya Ada Air mata Bahagia," Kata Ayu dan Ia Pun Terseyum.
" Terimakasih Sayank," Kata Elang dan Elang pun Memeluk Ayu Erat.
" Aku Benar Benar Merindukan mu Sayang," Kata Elang Lagi.
" Aku Juga Merindukan mu Mas," Kata Ayu dan Membalas Pelukan Elang.
__ADS_1
***Terimakasih buat semua... Maksih Banyak Udah Setia Menunggu kelanjutan Cerita dari Novel Ini,
Salam sayank selalu😘***