
" Apa Kakak Marah pada hubungan Kak Lutfi dan Monika," Tanya Diana di dekat Diego.
" Kau tau betul bukan, Aku menyukainya," Kata Diego, Diego sudah beberapa kali bercerita pada Diana Kalo dia benar benar menyukai Monika.
YA AKU TAU, WALAU PUN HATIKU SAKIT MENDENGARNYA, batin Diana.
" Aku tau, Kakak Menyukainya, Kakak kan sudah cerita Padaku beberapa waktu lalu," Kata Diana.
" Apa kau mengerti perasaan ku bagaimana Sekarang," Tanya Diego pilu.
AKU MENGERTI BAGAIMANA RASANYA, KARENA AKU JUGA PERNAH MENGALAMINYA batin Diana Lagi.
karena baru kali ini ada seorang gadis menolak nya di Saat Diego Jatuh Cinta. Ia merasakan Sakit nya yang luar biasa. Selama Ini ia tak pernah merasakan Jatuh Hati pada Gadis mana pun yang ia Kencani, Namun sekalinya Ia Jatuh Cinta gadis itu tak menyukainya,
" Apa Kau tau kak, Aku juga pernah merasakan Hal yang sama, Memang Sangat sakit pertama, Namun Kalo Kita Iklas melepasnya Hati kita Akan Tenang," Kata Diana memberi tau Pada Diego.
" Sejak Kapan Kau menjadi Bijak begini," Tanya Diego Aneh.
" Sejak dulu aku memang Seperti ini," Kata Diana cemberut.
" Hahahahhahahahah Kau memang Lucu, Adik Kecil ku," Kata Diego mengacak Rambut Diana Sayang.
__ADS_1
" iiih Kakak,!! Kan Jadi berantakan Rambut aku," Kata Diana Kesal.
SEENGGAKNYA KAKAK BISA TERTAWA SAJA AKU SENANG, batin Diana tersenyum.
" Kalo bukan Adik Elang, Pasti sudah ku jadikan Pacar kau," Kata Diego Bercanda.
Perkataan Diego membuat Jantung Diana berdebar.
" Memang nya Kenapa Kakak Gak Mau pacaran dengan ku Kalo Aku Adik Nya Kak Elang," Kata Diana pelan.
" Apa,,!! Kau bicara Apa Tadi," Kata Diego tak terlalu jelas Memperhatikan Ucapan Diana yang terlalu pelan.
" Kakak Ini, Aku bilang Memangnya Kak Elang bakalan Ijinin Aku Pacaran sama Kakak, Aku aja Gak Mau pacaran Sama Kakak," Kata Diana Berbohong.
" Hmmmmmmm Ya sudah Kak, Aku kesana dulu Ya," Kata Diana, Diana Tak Mau perasaannya di ketahui Diego
" Apa Kau tak bisa Di sini saja, Menemani Ku," Kata Diego lembut.
" tapi...Aku kan," kata Diana Bermaksud untuk menolak, Namun Diana Merasa tak Tega,
"Baiklah, Aku akan menemani Kakak," Kata Diana dan tetap di sisi Diego.
__ADS_1
" Terimakasih Diana," Kata Diego pelan, Baru kali Ini Diana mendengar Diego memanggil Namanya dengan Benar,
DI TEMPAT LAIN.
" Malam ini, Kalian Menginap lagi Di sini," Kata Kakek Elang kepada Kedua mempelai Yang Sudah Sah menjadi Suami istri itu.
" Kakek Sudah menyiapkan Kamar Spesial untuk Kalian Malam ini," Kata Kakek Senang.
" Apa Kita Tidak Bisa tidur Di Rumah Saja,," Tolak Elang Ia Tak Mau Tidur Di Hotel Ini lagi, Ia ingin Tidur Di kamarnya Yang super luas Apa lagi Ayu, Ia Ingin sekali menghabiskan Malam harinya Dengan Tiduran Saja, Karena Ia merasa Lelah dan Mengantuk.
" Kau ini, ini kan Hari pernikahan mu, Kakek Seharusnya Mengirim mu Bulan madu Ke Bali Sekarang Juga Sebagai Hadiah Dari Kakek," Kata Kakek menjelaskan perihal kainginannya memanjakan Cucu dan Cucu Mantunya,
" Tapi Kau Kekeh Tidak Mau, dan memilih Bulan Madu Di Rumah," Kata Kakek Kesal dan Membuat Ayu malu karena Mendengar Kata Bulan Madu.
" Kakek Ini, Ini tuh masih Siang Hari, Kenapa Kakek Malah Membicarakan Bulan Madu di siang Bolong Begini," Kata Elang Kesal pada Kakeknya.
" Lagi pula, Nanti malam Bukan nya Masih Ada Persiapan Di Dalam Hotel," Kata Elang mengingatkan Kakek nya.
" Benar Juga," Kata Kakek Mengingat Tradisi Pernikahan Yang selalu di adakan Oleh nya setiap Kali keluarga nya Ada Yang menikah.
" Jadi Mana Mungkin Kami berdua Akan Melakukan Bulan Madu secepat itu, Yang Ada Kita berdua Mati kelelahan," Jelas Elang Kesal.
__ADS_1
" Hahahahhahahahah Kau benar Juga," Kata Kakek Tersenyum.
" Tapi Malam Ini Kau dan Istrimu ini, Tidurlah Di sini, Aku tidak Mau menghamburkan Uang yang Sudah Aku pesan kan Untuk Kalian Nanti Malam," Kata Kakek Elang tersenyum Sebelum Pergi menemui Tamu tamu Yang Ia Kenal.