
Ayu menunggu tak sabaran,
" Lama Banget Sih," Kata Ayu Bulak Balik Di depan Ruangan Ayahnya dan terus menerus Melihat Jam Tangan Yang Ada Di pergelangan Tangannya,
" sudah Mau pukul 10 Malam, Benar benar ya DiA," Kata Ayu bermaksud untuk mengetuk Pintu Ruangan Ayahnya Namun Tiba Tiba Pintu itu pun terbuka dan Elang pun keluar,
Elang Bingung kenapa Ayu ada Di hadapannya ketika keluar dari Ruangan milik Ayah Ayu.
" Ada Apa,kenapa Kau berdiri di sini, membuat Saya kaget saja." Tanya Elang bingung melihat Ayu yang Nampak Kesal padanya,
" Anda Tau kan, Kalo nenek Saya itu sedang Sakit, Kenapa Tuan Malah Membiarkanya Tidur di jam yang sudah di lewatkanya," Kata Ayu kesal.
" Ah mA..." Kata Kata Elang terpotong oleh Omelan Nenek Ayu
" Nenek Yang Menyuruhnya mendengar cerita Nenek jadi Nenek melewatkan jam tidur Nenek Karena Asik mengobrol dengan cucu mantu Nenek," Kata Nenek membela Elang.
" Nenek, Sudah tau kan Nenek belum sembuh Benar," Kata Ayu merajuk pada Neneknya dan itu terlihat imut di mata Elang dan Elang pun tersenyum Melihat Ayu yang seperti kekanakan itu.
" Sayang, Kau lihat bukan Nenek Sekuat Baja," Kata Nenek Tersenyum. Dan Ayu membalikan Badan Menghadap Elang dan berbicara padanya
" Anda Tidak Pul......,." kata Kata Ayu terpotong Oleh Suara Petir Yang Menggelegar sontak Saja Ayu yang takut Petir pun Berteriak dan Memeluk Elang.
" Aaaaaaaaaaaarrrrrrgggg,""" Teriak Ayu dan Sontak Memeluk Elang tiba tiba dan Membuat Elang Membeku dan Dag dig dug tidak Karuan.
__ADS_1
JANTUNG GUE, YA TUHAN JANTUNG GUE, dalam Hati Elang menahan debaran Jatungnya..
Sontak Ayu pun merasa Malu karena Kelakuannya.
" Ma Maaf," Kata Ayu Gugup, dan melepas Pelukannya itu
" Nak Elang Akan menginap di sini," Kata Nenek Tersenyum Melihat Ayu yang memeluk Elang. dan membuat Ayu terkejut
" Apa,,? Nek, Dia kan Belum Jadi suami Ayu Nek, Mana Pantas Dia menginap Di Rumah yang Ada Anak Gadisnya." Kata Ayu kesal.
" belum jadi Suami Apa, kamu dan Erlangga itu sudah Sah Menjadi Suami Istri, Dan Nenek Sudah Melihat buku Nikah Kalian," Kata Nenek
" Apa,," Kata Ayu tak percaya dan memperhatikan Elang Yang diam Saja.
NENEK APA APAN SIH, SAH DARIMANANYA BUKU NIKAH SIH EMANG UDAH ADA CUMAN KAN BELUM IJAB KOBUL, DAN ITU JUGA MASIH TINGGAL 5 HARI LAGI, batin Ayu kesal.
" Tapi Nek," Protes Ayu
" Gak Apa Apa Nek, Saya Pulang saja," Kata Elang Namun Enggan dalam hatinya.
" Tidak Tidak tidak, Pokonya Nak Elang Menginap Saja, Apa lagi Di luar Sangat Hujan deras begini, Nenek Gak mau kalo Nanti Nak Elang Kenapa Napa," Kata Nenek Memaksa Elang.
" Ta Tapi Nek," Kata Ayu masih Protes.
__ADS_1
" Tidak Ada penolakan, Di mata Hukum dan Agama kamu sudah sah menjadi istri Elang, Kamu mengerti," Kata Nenek Memarahi Cucunya itu.
" Iya Iya Iya," Kata Ayu mengalah, Ia Tak Mau Nenek Nanti tambah Sakit justru Nanti Malah Dirinya yang di usir oleh Nenek.
" Nenek Mau tidur dulu," Kata Nenek Meninggalkan Dua orang yang Sedang saling Bertatap, Yang satu membenci dan Satu lagi Seperti mengagumi.
" Kenapa Tuan tidak Pulang Saja sih," Kata Ayu Kesal.
" Kenapa Kau selalu memanggilku tuan, Bukan kah Sudah Pernah Saya katakan, Panggil Saya Dengan Sebutan MAS," kata Elang memberi tau Ayu.
" Aku akan memanggil Mas Pada Tuan Erlangga yang Aku kenal, Bukan padamu," Kata Ayu tambah kesal.
" Bukan kah Saya ini orang yang sama," Kata Elang bingung.
BENAR JUGA, KENAPA AKU MASIH BERHARAP KALO TUAN ERLANGGA ITU BUKAN DIA SIH, batin Ayu ingin sekali menjerit dan bilang dengan keras TIDAK. namun ia diam saja tak melakukannya.
" Kenapa Kau mengikutiku, Aku mau tidur," kata Ayu memarahi Elang yang mengikutinya seperti Anjing kecil.
" Nenek Bilang kan, Saya tidur di kamar mu, Jadi Saya harus ikut dengan mu kan," Kata Elang pura pura polos.
DIA BENAR BENAR MENYEBALKAN YA, batin Ayu kesal
MASA IYA DIA MAU MENURUTI APA KATA NENEK, batin Ayu Lagi.
__ADS_1