AYU MY LOVE

AYU MY LOVE
EPS 120


__ADS_3

Ayu Yang Melihat Stella memperhatikannya Ia Langsung Minta Tolong Padanya, Namun Dalam Benak Ayu Selalu Berpikir Apakah Stella Akan Menolongnya Apa Tidak.


Stella Yang Diam Saja Seperti Itu Hanya Mematung Melihat Ayu Yang Kesakitan Karena Terjatuh.


" Stella... Tolong aku," Pinta Ayu pada Stella Namun Stella Hanya Diam tak bergerak,


APA STELLA TAKAN NOLONGIN AKU, pikir Ayu Hawatir,


APA DIA MASIH MEMBENCIKU, batin Ayu Sedih,


Kalo Saja Ayu dan Stella Bisa Akur Ayu Sangat Senang Sekali, Namun Stella Selalu Saja Membencinya Entah Kenapa Stella begitu membencinya Ayu juga Tak Tau.


Karena Di Toko Itu Hanya Ada Stella Saja Karyawannya Tadi ijin pada Ayu keluar Sebentar dan Mengijinkan Ayu untuk memilih Milih Bajunya Dulu,


Stella sangat Gugup Saat melihat Ayu Yang Mengeluarkan Darah Di Sela Kaki Kakinya.


YA TUHAN...APA STELLA GUGUP LIHAT AKU BERDARAH KAYA GINI, pikir Ayu saat melihat Stella Hanya Diam Tepaku Seperti itu.


" Stella," Panggil Ayu lagi dan Benar Saja Stella Langsung Histeris Melihat Ayu Yang Berdarah Seperti itu.


" Ya Tuhan,,, Lu Berdarah Ayu,,,Lu Berdarah,," Kata Stella Histeris.


" Iya Gue Tau, Sekarang Lu Tenang.... Tarik Nafas... Buang.... Tatik Nafas....Buang..." Kata Ayu Dan Menenangkan Stella Yang Histeris Seperti itu dan Stella Pun Mengikuti apa kata Ayu.


" Lu Berdarah Ayu, Gue Harus Apa, Lihat Lu berdarah Seperti Ini," Kata Stella Masih Histeris.


" Lu tenang Dulu Stella, Jangan Panik Seperti itu, Lu tenang Dulu," Kata Ayu Menenangkan Stella Yang Benar Benar Kacau, Bukannya Ayu Yang Merasa Histeris ini malah Stella Yang Histeris...


" Gue Harus Apa," Tanya Stella Yang Masih Panik.


" Sekarang,,, Lu Panggil Ambulan, Dan Telvon Erlangga Sekarang," Kata Ayu pada Stella.


Setelah Stella Tenang,


Stella Pun Menelpon Ambulan Dan Menelvon Erlangga Namun Tak Diangkatnya.


BENAR JUGA, ERLANGGA TAK MUNGKIN ANGKAT TELVON DARI STELLA, batin Ayu Semakin Cemas.


Tak Lama Monika Pun tiba dan Langsung Terkejut Melihat Ayu dan Stella Terduduk di sana, Di Sisi mata Monika saat Posisi seperti itu seperti Stella Mendorong Ayu,


Namun Monika Salah Paham.


" Heh Cewe Gila, Lu Apain Sahabat Gue Hah," Kata Monika Marah Pada Stella Dan Menepis Tangan Stella yang Mau Membantu Ayu.


" Mon.." Panggil Ayu Terkejut Saat Tiba Tiba Monika Berada Di sisinya dan Malah Menepis Tangan Stella Yang Mau Menolongnya.


" Lu apain Sahabat Gue Hah," Tanya Monika Marah saat melihat Darah di Sela Kaki Ayu.


" Mon... Ini Bukan Salah Stella,Justru Stella Mau Nolongin Gue," Kata Ayu menjelaskan Pada Monika, Namun Monika Masih Tak Mempercayainya.

__ADS_1


" Aaah," Ringis Ayu Yang Semakin Kesakitan Pada Perutnya..


" Lu Gak Apa apa Ay," Tanya Monika Hawatir Saat Ayu Meringis Kesakitan.


" Lu... telvon Erlangga, Bilang Padanya Ayu Jatuh," Kata Stella Hawatir Melihat Ayu Yang Meringis Ke sakitan.


" Gue Telvon tadi Gak Di angkat," Kata Stella lagi.


Saat itu Ambulan Tiba Ayu pun Langsung di Bawa Ke Rumah Sakit, Monika Dan Stella Pun Ikut Di dalam nya.


ELANG : Ada apa Mon,


MONIKA : Lang, Ayu Jatuh di Toko Baju Bayi Tadi, Dan Sekarang Mau Di Bawa Ke Rumah Sakit KASIH BUNDA.


ELANG : Apa..!! Kok Bisa, Baiklah Gue Akan Ke sana.


Tut...


Tut...


Tut..


Telvon dari Erlangga pun Langsung Di tutup.


RUMAH SAKIT KASIH BUNDA....


Tak Berapa Lama Erlangga Pun Tiba.


" Di Mana Ayu Mon," Tanya Erlangga Hawatir Pada Istrinya.


" Stella.. Sedang apa Kau Di sini," Tanya Erlangga Sinis.


APA JANGAN JANGAN INI PERBUATAN STELLA pikir Erlangga salah Paham.


" Jangan Bilang, Ini Perbuatan Lu, Gue Gak Akan ting......," Ancam Erlangga pada Stella Namun Belum Sempat Elang Selesai Dokter pun Mencari Suami Ayu.


" Suami Nyonya Ayu," Panggil Dokter.


" Saya Dok," Kata Erlangga Dan Langsung Menghampiri Dokter


Tak Tau Kapan Kakek Bayu, Mamah dan Juga Ayah Erlangga Tiba Di sana,


Mungkin Monika Menelvon Diana Dan Dengan Secepat Kilat Berita Ayu Masuk Rumah Sakit Pun Terdengar Di Keluarga Samudra.


" Ada Apa Dengan Cucu saya Dokter," Tanya Kakek Bayu saat Sampai Di Rumah Sakit Kasih Bunda.


" Ada apa Dok, Bagaimana Keadaan Putri saya Dok," Tanya Mamah Nya Erlangga Hawatir juga.


" Tenang,, Tuan, Nyonya,," Kata Dokter menenangkan Semua Keluarga Besar Itu.

__ADS_1


" Istri Anda Dengan Berat Hati Harus Melahirkan Di Usia Yang Baru Menginjak 8 Bulan ini," Jelas Dokter Pada Keluarga Samudra


" Lakukanlah Semampu Dokter, Tolong Selamatkan Keduanya," Pinta Erlangga.


" Namun, Yang Harus Saya Tolong Hanya Satu Orang, Yaitu Anak Atau Istri tuan," Jelas Dokter lagi


" Silahkan Tuan Pilih Salah Satunya," Kata Dokter dengan Berat Hati.


APA....SALAH SATU, pikir Elang Tak Terima...


TIDAK... AKU TAK BISA MEMILIH DI ANTARA ANAK DAN ISTRIKU, Batin Erlangga lagi.


AKU INGIN KEDUANYA SELAMAT, batin Erlangga Lagi. Namun Ia Harus Memilih Satu Di antara Dua Orang Yang Berarti Untuknya.


" Tolong Selamatkan Istriku," Pinta Erlangga Tegas,


Anak Bisa Ia Bikin lagi Nanti, Namun Nyawa istrinya Tak Bisa Di gantikan Dengan Apa Pun Lagi, Begitulah pikiran Erlangga Saat Ini, Yang Penting Istrinya Selamat.


" Baik Tuan, Saya Akan Berusaha dengan Baik, Tuan Berdo'a saja, Semoga Tuhan Memberi Mukjizat pada Umatnya," Kata Dokter pelan dan Dokter Itu pun Kembali Ke Ruang Persalinan.


" Bagaimana Bisa Ayu Terjatuh Lang," Tanya Mamah Erlangga pada Elang.


" Aku Juga Tak Tau Mah, Mon Bagaimana Sebenarnya," Tanya Erlangga.


" Gue Yakin, Ini semua Pasti Salah Stella," Kata Monika,


" Saat Gue Nemuin Ayu dia Sudah Bersama StellA, Gue Juga Gak Tau Gimana," Kata Monika Bingung dan Tak Tau Harus Menyalakan Siapa, Karena Tadi Ayu Bilang Stella Tak Salah


" Namu Ayu tadi Bilang, Kalo Bukan Stella Yang Membuatnya Jatuh, Malah Kata Ayu Stella Mau Menolongnya," Kata Monika Lagi.


Namun Stella Hanya Diam Tak Menjawab atau pun Membela Dirinya.


Ia Benar Benar Hawatir Pada Keselamatan Ayu saat ini, Ia Takut Ayu Sama Seperti sahabatnya Yang Meninggal Karena Melahirkan Seperti Itu juga, Dan Stella Juga Yang Menyaksikannya, Dari sanalah Stella Bisa Histeris Seperti itu, Karena Yang Ayu Alami sama Seperti Sahabatnya Yang Meninggal karena Melahirkan Seperti itu.


" Kalo terjadi Sesuatu Pada Istriku, Aku Tidak Akan Pernah Memaafkanmu," Kata Erlangga Mengancam Stella.


Mata Seseorang Terus Saja Memperhatikan Stella, Ia Merasa Kasihan Pada Stella Yang Di Pojokan Seperti itu oleh Erlangga,


Belum Tentu Stella Juga Salah kan, Begitu pikir Seseorang Itu yang ternyata Hans, Yang Memperhatikan Stella dari Tadi.


30 MENIT KEMUDIAN...


terdengar Suara Tangis Bayi...


Namun Erlangga Bukannya Senang mendengar tangis Bayi itu, Ia Malah Marah Karena Dokter malah Menolong Anaknya bukan Istrinya,..


***Makasih semua Masih Setia Nunggu kelanjutannya, Gak lama Lagi Ni Novel Mau Tamat ya,,, Hehehehe Salam Sayang Selalu Dari ku😘


" Apa Kau tidak apa apa," Tanya Hans pada Stella Saat hanya Berdua saja di luar***.

__ADS_1


__ADS_2