
" Saya Baru saja bangun," Kata Elang berbohong, Padahal sebelum Ayu bangun ia sudah bangun lebih Dulu dan memperhatikan Ayu yang memeluknya. Ketika Elang Mau menyentuh Pipi Ayu karena Rambutnya Menghalangi Wajahnya Sendiri, Elang pun baru mau membenar kan Posisi Rambut Ayu, Elang keburu melihat pergerakan Mata Ayu yang berlahan Akan Terbuka Dan Elang pun Pura Pura Tertidur lagi.
" Bohong, Aku melihatmu tersenyum Tadi saat memelukku," Selidik Ayu tak percaya.
" Saya Hanya memimpikan Sesuatu," Elak Elang,
" kamu bermimpi apa, sampai tersenyum begitu," Tanya Ayu penasaran.
" Memangnya Saya harus menceritakannya Pada Anda," Kata Elang tak mau kalah.
" Aku mau tau,,!! Soalanya Aku selalu menangis kalo bermimpi," Kata Ayu mengingat mimpi setiap malamnya yang selalu menangis dan terbangun pada malam hari. Tapi kayanya Semalam dia tak bangun,
ANEH, PADAHAL SETIAP MALAM AKU SERING BANGUN KARENA MIMPI ITU, TAPI SEMALAM, batin Ayu aneh dan mengingat kenapa Semalam ia tak terbangun dengan mimpi yang biasanya Membangunkan Ayu tidur.
" Kenapa Semalam Anda menangis," Tanya Elang penasaran, kenapa Ayu mimpi sampai menangis seperti itu.
" Ayu Sayang, Nak Erlangga, Apa Kalian Sudah Bangun," Kata Nenek Ayu membangunkan Mereka berdua di balik pintu kamar Ayu.
dan Ayu pun selamat tak harus menjawab pertanyaan Elang.
" Ayo sarapan Sayang," Kata Nenek Lagi
" iya Nek,Nanti Ayu dan Tuan Erlangga Kesana" Jawab Ayu Spontan.
" Mas," Kata Elang pada Ayu agar memanggilnya dengan Kata Mas,
" Cepetan bangun, Apa kamu mau Mandi Dulu atau cuci muka saja," Tanya Ayu mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" Kenapa Anda Tidak memanggil Nama dengan Sebutan Mas, Padahal Saya sangat menantikan nya," Kata Elang Panjang Lebar.
" Kamu saja masih memakai Bahasa Formal padaku, Jadi untuk Apa aku harus memanggilmu dengan sebutan Mas Seperti itu",' Kata Ayu pelan.
" Jadi kau mau Saya tidak memakai bahasa Formal pada Anda Begitu," Kata Elang dan Ayu pun mengangguk tanda setuju.
" Baik lah, Aku tidak akan memakai bahasa formal padamu, Asal Kamu memanggilku dengan sebutan Mas di depan namaku, Bagaimana," Kata Elang.
" Baik Aku setuju," Kata Ayu menstujuinya.
" Baiklah, Aku Akan Mandi dulu,," Kata Elang dan berjalan mencari kamar mandi.
" Dimana Kamar Mandinya," Tanya Elang Bingung saat mencari kamar mandi di dalam kamar Ayu,
" Di luar," Kata Ayu
" Apa, Apa di dalam kamar mu tidak ada kamar Mandinya," tanya Elang Bingung.
" aku Akan mencuci muka saja," Kata Elang Enggan, karena setiap pagi ia selalu mandi terlebih dahulu sebelum Sarapan.
" Dimana Kamar Mandinya," Tanya Elang,
Ayu pun mengantar Elang Ke kamar Mandi Yang dekat Dengan Dapur dan melewati ruang tamu.
APA SETIAP HARI DIA BULAK BALIK KELUAR KAMAR SEPERTI INI, BAGAIMANA KALO MAU MANDI, APA DIA SELALU MEMAKAI HANDUK SAAT MELEWATI RUANG TAMU SEBELUM KEKAMAR NYA, dalam Hati Elang geram, Elang tak Mau siapa pun melihat Tubuh Ayu, untung saja di rumah Ayu tak ada laki laki jadi Elang bisa tenang.
ia pun mencuci mukanya,
__ADS_1
" Mas, Apa masih lama," Teriak Ayu di balik pintu kamar mandi.
" Kenapa," Tanya Elang yang masih di dalam kamar mandi,
"Aku kebelet Mas," Kata Ayu.
Tak lama Pintu kamar mandi pun Terbuka,
" Apa kamu mau mandi," Tanya Elang melihat Ayu membawa handuk di bahunya.
" Iya Kenapa memangnya," Tanya Ayu bingung dan langsung masuk begitu saja karena tak tahan ingin pipis.
" Tidak Apa Apa," Kata Elang dan berlalu ke Meja Makan.
" Nak Mau minum kopi," tanya Nenek Ayu.
" Boleh Nek," jawab Elang sopan.
Nenek pun menyiapkan Kopi untuk Cucu Mantunya itu,
" Nek, Apa boleh aku bertanya," tanya Elang pelan
" Iya, Mau tanya Apa Nak," Jawab Nenek dan Duduk di hadapan Elang,
" Aku penasaran, Apa Ayu setiap Malam Selalu mimpi sampai Menangis seperti itu Nek," Tanya Elang.
" Apa semalam kamu mendengarnya Menangis," Tanya Balik Nenek,
__ADS_1
" Iya, Ayu Mimpi sampai menangis seperti itu," Kata Elang mengingat kejadian Semalam.
" Iya, Semenjak kecelakan 3 Tahun lalu Ayu sering memimpikan Kecelakan itu, Katanya Ia melihat Ayah, bunda dan Adiknya meninggal di hadapannya," Kata Nenek mengingat perkataan Ayu yang dulu memberi taunya.